Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menjadi Penyiar Radio Tips Dan Tugasnya

Cara Menjadi Penyiar Radio Tips Dan Tugasnya
Pengalaman Kerja Menjadi Penyiar Radio
Menjadi Penyiar Radio itu susah-susah gampang. Dari awal mulai karier saya menjadi penyiar radio, di stasiun Radio 8 EH Bekasi. Pertama kali siaran, seperti seorang pembawa acara atau MC, berbicara ke semua pendengar dan tetap menghibur. Bagi seorang pemula memang ada rasa demam panggung, ingin berimprovisasi tapi bingung, intonasi suara masih datar seperti sedang membaca buku.

Memang harus sabar dalam proses pembelajaran, tidak mudah langsung bersiaran seenaknya. Kamu harus sering mendengarkan penyiar radio lainnya sebagai referensi dan mempelajari gaya bahasanya. Diantara banyaknya station radio, penyiarnya ini berbeda-beda dari segi karakter suaranya, gaya bahasa, dan intonasi yang bagus. Oleh karena itu kamu harus beradaptasi dengan karakter radionya dan gaya siarannya.

Sebelum memulai siaran, persiapkan rundown acara agar tidak bingung dengan proses acaranya. Merancang atau menyusun topik yang harus dibahas, jika kamu menemukan topik dari artikel lain atau berita di internet, jangan lupa beritahu sumbernya darimana.

Pemanasan dahulu dengan mencuci muka dan gerakan pipi kamu lalu ucapkan huruf vokal A, I, U, E,O serta luapkan jiwa semangatmu. Siapkan air putih yang banyak, tapi jangan terlalu kebanyakan minum nanti bisa kembung, dan ada suara aneh muncul tiba-tiba. Alangkah baiknya berdoa dahulu sebelum siaran.


Ciri-ciri Penyiar Radio

Penyiar adalah ujung tombak radio. Mewakili radio, berinteraksi langsung dengan pendengar. Baik buruk siarannya, bahkan perilakunya berpengaruh terhadap integritas radionya. Sukses tidaknya sebuah acara ditentukan oleh penyiarnya. Menjadi penyiar sesungguhnya memiliki syarat-syarat umum yang mesti dimiliki, syarat itu adalah: 
  • Mempunyai Kualitas vocal yang memadai.
  • Mampu melakukan script Reading dengan baik.
  • Memahami segment radio secara mendalam.
  • Memperlihatkan simpati dan emphati kepada pendengar.
  • Kreatif dan selalu berusaha memberikan ide segar dalam siaran. 
  • Mampu bekerja sama dengan team.
  • Memahami format radio dan format clock, termasuk pemutaran lagu yang sesuai dengan hakikat program dan kesesuaian waktu dengan rundown programnya. 

Seorang penyiar harus mempunyai keahlian seperti: 
1. Berwawasan luas, artinya update info melalui sosial media.
2. Komunikasi lancar dan bisa memberikan pesan yang baik.
3. Kepribadian yang bisa diterima semua orang.
4. Cara pengucapan yang jelas, tidak terburu-buru dan santai.
5. Mengontrol kecepatan berbicara, suara tidak terlalu keras, dan nafas bisa diatur dalam beberapa kalimat. Alunan suara juga merdu dan enak didengar.

Persiapan Naskah Radio

Teknik siaran yang menggunakan naskah yang dibuat sendiri atau yang dibuat oleh penulis naskah siaran (script writer) untuk dibaca selama siaran berlangsung. Tujuannya adalah untuk membantu penyiar untuk lebih mudah dalam menyampaikan siarannya, karena biasanya kalau siaran tanpa naskah, penyiar suka bingung dalam mengolah kata yang akan disampaikan.

Sebuah stasiun Radio dalam program siarannya tidak harus selalu berisi musik dan hiburan saja.  Agar program siaran lebih menarik, radio perlu menyajikan berbagai pesan atau informasi berupa info, berita, feature, release serta infotainment, dan lain-lain.

Tentu saja yang akan disajikan itu tidak secara spontan keluar dari pemikiran si penyiar radio tersebut, melainkan harus dipersiapkan, baik dalam bentuk apapun materinya. Inilah yang kemudian kita kenal dengan penulisan naskah radio.

Manfaat naskah radio yaitu:
1. Menghindari kesalahan menyangkut akurasi informasi, tetapi akan lebih baik bila data dipersiapkan terlebih dahulu.
2. Penataan alur pikiran secara logis (naskah akan menuntun alur dalam bertutur).
3. Pemahaman dan intrepertasi terhadap isi naskah akan lebih mempertajam gaya bertutur penyiar.
4. Dokumentasi sebagai arsip juga sebagai bahan siaran mendatang.

Dengan adanya naskah radio, seorang penyiar tinggal membacakan naskah tersebut pada saat siaran, sehingga tidak akan sampai terjadi kekosongan waktu yang dikarenakan si penyiar kehabisan kata yang akan disampaikan kepada pendengar.

Penyiar juga dituntut untuk lebih bisa berimprovisasi dan mengembangkan kreasi, agar informasi yang dibacakan lebih menarik, jelas dan dapat ditangkap dengan mudah oleh para pendengar.

Banyak sekali sumber untuk membuat isi naskah radio ini seperti dari internet, media-media online, televisi, majalah, koran, tabloid. Bahkan juga bisa langsung dari sumber primer, misalnya wawancara dengan artis atau narasumber.
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan naskah radio yaitu:
1. Sumber berita harus bisa dipertanggung jawabkan.
2. Berita tidak basi.
3. Gunakan huruf yang jelas dengan ukuran huruf (font) yang cukup terbaca.
4. Gunakan kalimat yang simple dengan urutan informasi yang jelas.
5. Tidak menggunakan bahasa yang sulit dimengerti.
6. Sertakan cara membaca dan tanda baca.
7. Pemilihan kata dan susunan kalimat harus sesuai dengan segmen pendengar, jangan sampai acara radio anak-anak diberikan informasi khusus orang-orang dewasa.

Pemolaan Program

Pemolaan program adalah penyusunan pola perencanaan program siaran berupa pengelompokan acara siaran ke dalam satuan jam siaran, yang memuat pengklasifikan, jenis, hari, waktu, dan durasi serta kekerapan siaran setiap mata acara dalam periode tertentu sebagai panduan dalam penyelenggaraan siaran.

Berdasarkan pendekatan broadcasting dan narrow casting sesuai maksud dan tujuan sebuah radio, penyusunan pola perencanaan program siaran dilakukan dengan:
1. Pola Blok dan Deskripsi untuk pendekatan broadcasting:
  • Pola Lingkaran waktu dalam saru jam (Clock Format) untuk segment masyarakat tertentu (Narrow Casting).
  • Gabungan Block System dan Clock Format.

2. Sebutan Pengenal Stasiun (Station Call).
Sebuah stasiun penyiaran dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya harus mempunyai sebutan pengenal stasiun guna memperjelas dan mempertegas identitas dan keberadaannya agar dikenal masyarakat.

3. Sapaan Pendengar.
Selain mempunyai call station yang khas, sebuah lembaga penyiaran juga perlu mempunyai sebutan untuk menyapa pendengarnya agar pendengar merasa dekat dan akrab dengan stasiun radio yang bersangkutan.

4. Positioning.
Positioning adalah penanaman citra dalam ingatan pendengar melalui ciri kepribadian maupun keunikan dari stasiun radio.

5. Sasaran Khalayak (Target Audience).
Dalam merencanakan suatu program, sebuah radio harus mengetahui siapa khalayak pendengarnya untuk melakukan komunikasi secara efektif.

6. Waktu Siar.
Untuk mencapai khalayak pendengar yang diinginkan, suatu stasiun penyiaran harus mampu menentukan rentang waktu berlangsungnya siaran, serta jam-jam yang tepat untuk mencapai pendengar sesuai segment yang dituju.

Pembagian Waktu Siaran

Waktu siaran terbagi dalam empat bagian pagi, siang, petang, dan malam.
Bagian ini penting sekali untuk dijadikan pemikiran oleh penata acara siaran karena pendengar pada waktu-waktu tersebut, berlainan dalam kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahan siaran harus disesuaikan dengan kebiasaan pendengar, baik bahan dalam bentuk berita, ceramah, pendidikan atau penerangan, penyajian hiburan, dan sebagainya.

1. Acara Pagi Hari
Acara hiburan di pagi hari adalah sebagai pendorong untuk bekerja gembira, seperti hiburan musik. Warta berita pada pagi hari biasanya merupakan sisa dari berita-berita malam yang tidak sempat disiarkan atau berita-berita ulangan yang penting terjadi malam hari.

2. Acara Siang
Suasana siang berlainan dengan suasana pagi yang mendengar kebanyakan adalah para ibu rumah tangga. Acara-acara dititik beratkan pada kaum ibu. Untuk hiburan diperlukan musik yang tenang.

3. Acara Petang
Siaran petang ditujukan kepada anak-anak, antara jam 17.00 dan 18.00. Acaranya disesuaikan dengan kesukaan anak-anak.

4. Acara Malam
Waktu yang terbaik (prime time) dalam siaran radio adalah antara jam 19.00 dan 23.00. Pada jam-jam tesebut siaran radio adalah jam yang terbaik. Pada jam tersebut jumlah pendengar sangat banyak, karena mereka sudah pulang dalam melakukan aktifitasnya.

Oleh karena itu pada jam-jam tersebut program radio sebaiknya merupakan top program. Jam prime time ini sebaiknya disajikan acara-acara yang meminta perhatian pendengar terbanyak.

Gaya Radio atau Radio Style

Radio Siaran adalah untuk “makanan” telinga, untuk didengarkan, hal-hal yang dapat dipahami melalui indera telinga. Karena itu apa yang disajikan untuk dibaca belum tentu dapat dimengerti apabila dihidangkan melalui radio siaran. Susunan berita untuk surat kabar tidak akan mencapai tujuannya apabila dibacakan di depan mikrofon radio siaran.

Susunan kata-kata untuk pidato dalam rapat di alun-alun tidak akan sukses jika dibacakan di depan corong radio. Untuk radio siaran terdapat gaya tersendiri, yaitu yang disebut “radio style” atau “gaya radio."

Bahasa Indonesia kaya akan kata-kata sinonim, oleh karena itu dalam kesempatan berbicara di depan corong radio, kita harus dapat memilih kata-kata yang ringan untuk diucapkan dan akan jelas untuk didengar para pendengar. Seperti contohnya:
“kalau” lebih baik daripada “apabila”
“Wafat” lebih baik daripada “meninggal dunia”
“pergi” lebih baik daripada “berangkat”

Faktor apakah yang menyebabkan timbulnya radio style?
Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Sifat Radio Siaran
Dalam rangka memproduksi siaran perlu diperhatikan sifat-sifat radio seperti berikut:
1.1 Auditori
Sifat radio siaran adalah auditori, untuk didengar karena hanya untuk didengar, maka isi siaran yang sampai di telinga pendengar hanya sepintas lalu saja. Ini lain dengan sesuatu yang disiarkan melalui media surat kabar, majalah atau media dalam bentuk tulisan lainnya yang dapat dibaca, diperiksa dan ditelaah berulang kali.

1.2 Mengandung Gangguan
Setiap komunikasi dengan menggunakan saluran bahasa dan bersifat massal akan menghadapi dua faktor gangguan. Gangguan yang pertama adalah apa yang disebut “semantic noise factor” dan gaya kedua “channel noise factor” atau kadang-kadang disebut “mechanic noise factor”.

1.3. Akrab
Radio siaran sifatnya akrab, intim. Seorang penyiar radio seolah-olah berada di kamar pendengar yang dengan penuh hormat dan cekatan menghidangkan acara-acara yang menggembirakan kepada penghuni rumah.

2. Sifat Pendengar Radio
Pendengar adalah sasaran komunikasi massa melalui media radio siaran. Komunikasi dapat dikatakan efektif, apabila pendengar terpikat perhatiannya, tertarik terus minatnya, mengerti, tergerak hatinya dan melakukan kegiatan apa yang diinginkan si pembicara. Berikut ini adalah sifat-sifat pendengar radio siaran yang turut menentukan gaya bahasa radio:
2.1. Heterogen
Pendengar adalah massa, sejumlah orang yang sangat banyak yang sifatnya heterogen, terpencar-pencar di berbagai tempat di kota dan di desa, dan sebagainya. Dan mereka berbeda dalam jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan taraf kebudayaan.

2.2. Pribadi
Karena pendengar berada dalam keadaan heterogen, terpencar-pencar di berbagai tempat dan umumnya di rumah-rumah maka sesuatu isi pesan akan dapat diterima dan dimengerti, kalau sifatnya pribadi (personal) sesuai dengan situasi di mana pendengar itu berada.

2.3. Aktif
Pada mulanya para ahli komunikasi mengira bahwa pendengar radio sifatnya pasif. Ternyata tidak demikian. Hal ini telah dibuktikan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Wilbur Schramm, Paul Lazarsfeld dan Raymond Bauer, ahli-ahli komunikasi di Amerika Serikat.

Mereka sama-sama berpendapat bahwa pendengar radio sebagai sasaran komunikasi massa jauh daripada pasif. Mereka aktif. Apabila mereka menjumpai sesuatu yang menarik dari sebuah stasiun radio, mereka aktif berpikir, aktif melakukan interpretasi. Mereka bertanya-tanya pada dirinya, apakah yang diucapkan oleh seorang penyiar atau seorang penceramah radio atau pembaca berita, benar atau tidak.

2.4. Selektif
Pendengar sifatnya selektif. Ia akan memilih program radio siaran yang disukainya.

Tugas Penyiar Radio

1. Opening. Berikan lagu ceria tempo cepat, dan jangan sampai pendengar pergi atau pindah frekuensi. Sapa pendengar, beritahu temanya, dan putarkan lagu yang populer.

2. Intonasi yang jelas. Layaknya kita sebagai seorang MC, atau sebagai pembawa berita. Harus jelas dan tidak terburu - buru, yang penting bikin suasana tenang dan nyaman untuk bisa berkonsentrasi dan fokus.

3. Sebagai Penghibur. Layaknya menjadi MC badut atau stand up comedy. Jangan sampai mengejek atau menyinggung pendengar, lebih baik, menertawakan diri sendiri.

4. Feeling musik. Kita harus paham soal musik. Ternyata deretan musik itu tidak hanya diputarkan saja, tapi kita harus tahu beat musik yg ceria, sedang, sampai ke melow. Jadi Musik awal untuk masuk siaran, harus ceria.

Lalu dari musik beat yang kencang jangan ke musik yang langsung beatnya turun, seperti melow. Dari ceria, sedang, lalu melow, sebaliknya dari melow, sedang, lalu ceria. Agar pendengar tidak bosan dengarkan musik.

5. Membaca request sms atau telfon interaktif. Diutamakan adalah gaya bahasa, dan sebelum membacakan sms request, penyiar harus lihat dahulu isi sms tersebut, agar kata - kata yang tidak sopan atau yang tidak penting bisa di edit dan dibacakan.

Untuk telfon interaktif, jangan sampai menyinggung perasaan penelfon, tetap beri semangat dan anggap sebagai teman dekat. Jaga komunikasi dan lebih improvisasi.

6. Penutup siaran. Untuk penutupnya, penyiar harus beri kesimpulan dari tema yang tadi di bahas, beritahu pendengar jadwal siaran si penyiar (biar dapat fans). Jangan lupa info bila ada, lalu terakhir penyiar memberikan kata - kata penutup dengan memberikan semangat, motivasi, dan ucapan selamat pagi/siang/malam.

Setelah selesai siaran, jangan lupa untuk berterimakasih dengan rekan kerja agar team work semakin kuat. Ringkas kembali informasi yang akan mendatang atau topik yang sedang dibicarakan publik untuk siaran selanjutnya. Karena persiapan itu lebih baik daripada dadakan.

Jika kamu sudah punya topik untuk dibahas besok, rancang strategi permainannya agar pendengar tidak pindah channel lain. Untuk mendapatkan pendegar setia, buat topik yang lebih menarik dan membuat mereka curiga atau ingin tahu yang akan kamu bahas selanjutnya. Manjakan pendengar kamu dengan menawarkan request musik dan kirim salam.

Ini yang membuat pendengar menyukai radio kamu, jika menyebutkan nama pendengar dan memberikan musik yang diminta, pastinya akan stay tune terus di radio kamu. Selalu adakan event-event radio kamu, seperti konser musik, sosial atau bisa juga diadakan bazar. Dengan mengadakan kegiatan ini, pastinya akan menarik pendengar kamu, dan lebih mengenal radio kamu.

Sarana Perekaman Di Studio

1. Mixer
Mixer adalah alat pengatur, pengolah, dan perekam suara. Dengan kelihaian seorang operator editor, suara yang tadinya kurang bagus, treble, dan noise, akan disempurnakan melalui alat tersebut. Rata-rata satu mixer terdiri dari 2 hingga 32 track. Banyaknya track memungkinkan banyaknya sumber suara yang bisa digabung bersamaan. Dengan pesatnya perkembangan dunia komputer, mixer juga makin canggih, diperkenalkannya sistem cool edit pro.

2. Mikrofon
Mikrofon merupakan alat untuk mengubah gelombang bunyi atau suara menjadi gelombang listrik, dan kemudian menyiarkannya melalui pengeras suara (speker) atau alat perekam. Bagi seorang artis atau reporter lapangan, mic tidak sekedar alat teknis, melainkan sebagai alat seni ekspresi. Berbicara di depan mikrofon berarti bekerja. Ada beberapa jenis mikrofon, yaitu:
  • Mikrofon yang sangat sensitif, biasanya digunakan untuk perekam musik.
  • Mikrofon normal, yang terdiri atas multi directional mic, yaitu mic yang bisa menangkap suara dari segala arah. Dan one directional mic atau mikrofon yang hanya bisa menangkap suara dari satu arah saja.

3. Headphone
Headphone merupakan alat dengar yang berfungsi sebagai guide bagi reporter untuk memperoleh instruksi pengarah, atau menyimak suara-suara dan hasil rekaman berita. Headphone juga berguna untuk memonitor kekuatan volume suara reporter. Selama bertugas, announcer atau reporter diwajibkan tetap menggunakan headphone.

Tips menggunakan mikrofon secara baik dan benar adalah:
1. Jangan terlalu dekat atau terlalu jauh dengan posisi mikrofon. Jarak normal adalah satu jengkal atau sekitar 20 cm. Jika volume suara keras maka mundur sedikit, jika rendah dan lirih maka agak sedikit maju lagi.

2. Jangan menyalakan mikrofon kalau hasil suara tidak memuaskan, sebab hal itu sangat tergantung pada posisi kamu dengan mic.
Khusus mengenai teks naskah, idealnya bukan berupa bacaan tekstual, tetapi diposisikan sebagai panduan untuk berkreasi membaca lebih lanjut pada saat on action. Sehingga reporter tidak terkesan sekedar membacakan teks, melainkan mendinamisasikannya sesuai keadaan pada saat peristiwa berlangsung atau dilaporkan kepada pendengar.

Penutup

Kamu bisa jadi penyiar di radio lokal dahulu atau ditempat daerah kamu tinggal. Ini akan menjadi kemampuan awal kamu sebelum bekerja di radio profesional. Namun jika kamu sudah punya skill basic jadi penyiar di kampus, bisa langsung bekerja di radio berkelas nasional, seperti Gen FM, JAK FM, I Radio FM, Global FM dan masih banyak lagi.

Tapi sebelum kamu masuk ke radio tersebut, harus diuji kemampuannya, apakah layak untuk bersiaran atau tidak. Karena setiap stasiun radio memiliki ciri khas untuk bersiaran. Jadi kamu harus menyesuaikan cara siaran radio tersebut, rundownnya bagaimana, dan cara kerjanya seperti apa.

Saya sangat berterima kasih kepada pemilik studio 8EH radio Bekasi Bapak Dadi Waluyo yang telah menerima saya menjadi penyiar radio selama 1 tahun lebih dan mengajarkan saya arti nya bersosial. Kepada Senior saya mba Mega dan mas Koco, sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri. Lalu ada mba Ai dan suaminya, ada Yan ahardi, master sulap yang sudah ajarkan saya main sulap juga, mengadakan acara sulap sampai membawa bintang tamu pak Tarno dan acara sukses berjalan dengan lancar. Ada Ian Munez juga yang waktu itu masih kuliah di jurusan boadcasting, dia yang selalu bantu saya edit audio musik dari iklan. Terima kasih untuk semuanya. Akun sosial medianya masih aktif loh, hanya khusus twitter saja, @8EH_Bekasi. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Contoh Tugas Naskah Drama Radio
Contoh Membuat Rundown Radio
Program Director Radio Non Berita

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Post a comment for "Cara Menjadi Penyiar Radio Tips Dan Tugasnya"

Berlangganan via Email