Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Membuat Rundown Radio Untuk Mahasiswa

Contoh Membuat Rundown Radio Untuk Mahasiswa


Catatansibray.com - Radio yang baik dan disiplin menjalankan programnya adalah radio yang rajin membuat rundown. Apa itu rundown radio?

Rundown radio adalah bagian kerangka acara yang disusun secara sistematis dari tim produksi dengan adanya catatan angka durasi. Kemudian penyiar/presenter/host yang akan menyampaikannya atau membawakan susunan tersebut secara improvisasi gaya bicaranya kepada audien.

Rundown ini juga memudahkan crew yang bertugas, jadi tahu apa yang harus dikerjakan, dilakukan, dan apa tugas selanjutnya.

Biasanya yang mengerjakan rundown script radio ini adalah program director radio, dialah yang merancang dan menyusun naskah untuk penyiarnya.
Menurut Morissan dalam Manajemen Media Penyiaran (2009). "Pengarah acara adalah orang yang bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis serta mampu melaksanakan program atau acara berdasarkan rundown dalam pelaksanaan produksi siaran."
Script ini memang harus ada diskusi dengan penulis naskah dan penyiar, agar tahu jalannya program, topik yang akan dibahas, dan menyusun naskah untuk diperbincangkan.

Fungsi Rundown Radio

  1. Agar acara tersusun lebih teratur, dan rapi sehingga layak didengar oleh audien.
  2. Bagi orang yang baru mendengarkan, berguna untuk mengetahui dan memahami jalan atau alur sebuah acara programnya.
  3. Dapat mengantisipasi kecepatan atau keterlambatan suatu acara dari durasinya.
  4. Membantu para tim produksi dalam melakukan kinerjanya.
  5. Mengevaluasi kembali acaranya dari kelemahan dan kekurangan untuk dapat memperbaikinya.

Ide Rundown

Mencari ide rundown bisa kamu dengarkan di acara program radio lainnya. Sebagai referensi bahan pembelajaran, lalu analisa running programnya, dan hitung berapa menit setiap segmen itu berlangsung selesai.

Dengan menganalisa acara radio lain, kamu bisa berlatih untuk menulis rundown yang menarik. Perhatikan jenis format dan strategi segmentasi apa yang digunakan, juga positioning yang tepat untuk para pendengar.

Kamu juga bisa belajar dari orang yang sudah berpengalaman menjadi penyiar radio. Ajak sharing atau 4 mata, lalu berdiskusi dengan pakarnya langsung, sehingga dapat menambah ide kreatif kamu.

Jika kamu sudah merancang rundown, tunjukkan kepada pakarnya, apakah ini sudah benar atau hanya biasa saja.

Bagian Rundown Radio
Contoh Membuat Rundown Radio Untuk Mahasiswa

Waktu

Disini kita bisa menempatkan waktu yang dimana kita dapat mengetahui jam berapa, menit ke berapa, dan detik ke berapa. Sangat perlu diterapkan secara rinci, karena membantu siaran dalam menyusun strategi positioning, apalagi dalam hal pemasaran.
Menurut Fachruddin dalam Journalism Today (2019), menjelaskan "Positioning menjadi sangat penting ketika tingkat kompetisi media sangat tinggi. Oleh sebab itu, strategi akan membantu dalam menyusun serta mendata sumber informasi ke dalam sikap aktif dan khusus untuk mengatasi perubahan lingkungan dan juga dalam mengatasi pesaing atau kompetitor dalam suatu organisasi."

Segmen

Setiap program radio akan ada opening dan juga closing pada segmen tertentu. Sehingga penyiar dan operator pun tahu tugasnya pada segmen ke berapa saja yang harus ia lakukan.

Ada juga dalam naskah radio, segmen ini ditulis dengan kata "cut".
Contohnya seperti ini:
MUSIK TEMA, UP: 10 FADE & HOLD UNDER 2
JOHN: Selamat pagi, anak-anak.
PAUSE: 05
JOHN: Anak-anak mari kita dengar apakah kalian tahu suara apa ini?
FX SUARA KAYU DIPOTONG: 05. FADE UNDER 9 & CUT
JOHN: Anak-anak, jawablah. apakah itu suara orang bersiul atau orang memotong kayu?

Urutan segmen ini merupakan bagian dari topik acara program yang akan dibahas oleh penyiar, kemudian operator membantu memberikan musik sebagai backsound atau sound effect dengan menggunakan teknik cross fade pada mixer.

Pelaku

Bagian yang dimana seseorang sedang bertugas atau mengudara dalam status on air disaat mulai program acara tersebut. Jika penyiar 1 orang saja, ditulis penyiar+operator. Namun apabila programnya adalah talk show dengan narasumber, ditulis penyiar+narasumber+operator.

Kenapa operator perlu ditulis juga?
Karena ia yang memberikan musik atau lagu dan juga sound effect tambahan lainnya saat on air.

Running

Pada bagian running program radio terdapat urutan seperti Station ID, jingle program, commercial, musik dan program acara. Ini yang harus diisi secara kreatif, jangan membuat pendengar bosan dengan urutannya.
"Ada tiga jenis jinggel, yaitu: pertama, jinggel untuk station radio (radio expose); kedua, jinggel untuk acara radio (programme expose); dan ketiga, jinggel untuk penyiar radio (announcer expose)." (Morissan. 2009. Manajemen Media Penyiaran)
Buatlah konsep ini dari mood pendengar, tempo musiknya, dan topik acara programnya.

Radio memang identik dengan musik, sangat seringkali pemutaran lagu-lagu yang tidak ada habisnya. Namun kembali lagi pada karakteristik radio tersebut.

Audio

Pada bagian kolom audio ini diterangkan sangat jelas, jingle apa yang dipakai, musik apa yang diputarkan, iklan apa yang digunakan dan sound effect apa yang diberikan.

Pada umumnya stasiun radio banyak sekali jingle yang digunakan, mulai dari station ID, Tagline-nya sendiri, dan lain sebagainya untuk dijadikan simbol atau identitasnya dan pendengar pun selalu mengingat radionya.

Script

Fungsinya untuk memudahkan penyiar membaca naskah, baik dari pembuka, isi, dan penutup. Isi script ini juga bisa ditugaskan pada penulis naskah atau scriptwriter, bila ada yang mengisi posisi itu. Jika tidak ada, penyiarlah yang menulis naskahnya sendiri.

Durasi

Perhitungan waktu yang detail pada saat running program mulai berlangsung. Dihitung dari menit dan detik agar lebih spesifik untuk dapat memastikan acaranya berlangsung tepat waktu.

Satu menit ditulis seperti 1', untuk satu detik ditulis 1". Kita harus memprediksi waktu urutan acara pada running program, mulai dari opening sampai closing.

Kesimpulan

Belajar memahami program radio memang membutuhkan proses namun harus bersabar, karena ide kreatif tidak mudah muncul dalam pikiran. Dari terbiasa menjadi bisa.

Rundown script radio bisa saja ada perubahan yang mendadak, bila kemungkinan itu ada kebutuhan yang harus disiarkan.

Briefing lebih penting untuk memahami topik siaran yang harus dibicarakan, antara director, penulis naskah, dan penyiar. Jangan lupa kunjungi artikel format dasar suara program radio.

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus disain produksi radio.

Postingan ini dari pengalaman penulis lulusan broadcasting dan menjadi penyiar radio FM. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Posting Komentar untuk "Contoh Membuat Rundown Radio Untuk Mahasiswa"

Berlangganan via Email