Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Pengertian Naskah Drama TV

Contoh Pengertian Naskah Drama TV
Pengertian Naskah Drama TV
Sebagai program terbaik dalam penayangan drama televisi, memiliki cerita khas yang unik dan berbeda, dimana ide cerita ini dapat diterima oleh penonton. Berbagai program drama tv yang ditayangkan harus memiliki unsur kreatif dan berbeda, salah satunya yang saat ini sedang tren jamannya.

Perfilman Indonesia mengalami kemajuan pesat dari segi cerita, tokoh, genre yang dipilih dan sebagainya, itu dikarenakan sutradaranya handal dan profesional. Memilih dan mengembangkan ide untuk dijadikan sebuah program di layar televisi, dan pastinya mendapatkan bayaran yang mahal, ini yang dinamakan bisnis perfilman.

Banyak dilakukan oleh event organizer atau crew indie yang mengikat kontrak bayaran untuk membuat drama tv di dalam channel tv nya. Persaingan drama televisi semakin banyak ditayangkan, sehingga penonton merasa bingung harus memilih drama tv mana yang menarik. Pemilihan program drama tv ini haruslah mendidik, menghibur, dan memberikan sebuah makna yang dapat diterima.

Pembuatan drama tv ini harus dikerjakan secara tim, sutradara memerlukan crew yang mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing. Produser, penulis naskah, editor, lightingman, audioman, dan masih banyak lagi. Sehingga terbentuklah program drama tv yang populer pilihan penonton.

Sebuah film drama tv juga dinilai dari ide cerita, klarifikasi drama, casting pemeran tokoh, genre drama series, dan karakteristik. Disini Bray akan menjelaskan semua poin-poin penting dari drama tv atau pahami dasar pembuatan naskah drama tv dari sumber pakar.


Syarat Skenario Drama

1. Harus ada nama pelaku atau tokoh-tokoh didalam drama.

2. Latar belakang cerita dengan menjelaskan di bagian sinopsis. Poinnya adalah basic story, lingkungan atau adaptasi, kejadian saat ini atau yang ada di kisah nyata, dan lain-lain.

3. Menata rapih urutan yang ada didalam dialognya secara detail.

4. Setiap percakapan harus perhatikan tanda baca, agar jelas intonasi saat berdialog.

5. Berikan tanda kurung sebagai catatan tambahan.

6. Memilih kalimat percakapan yang tepat agar jelas menyampaikannya.

7. Menyusun jalan cerita dari babak satu ke babak selanjutnya.

8. Diakhir cerita bagusnya skenario yang bisa dikenang oleh penonton.

9. Mempunyai ide yang dapat menyampaikan gagasan cerita.

10. Pentingnya riset dari sekian banyaknya skenario, dan lakukan pbservasi. Apakah bisa menarik ide kamu.

Dasar cerita drama adalah konflik manusia, biasanya konflik lebih bersifat batin atau psikis daripada fisik yang mengakibatkan pertentangan. Konflik yang dipaparkan dalam cerita drama harus mempunyai motif, kemudian diwujudkan pada kejadian-kejadian yang jelas.
Motif dalam cerita timbul karena:
1. Eksistensi artinya keberadaan, seperti kedudukan, ketenangan, kekayaan, dan lain-lain.
2. Situasi artinya lingkungan atau ekonomi sosial.
3. Interaksi sosial, adanya hubungan tidak keharmonisan.
4. Watak manusia, seperti pikiran, emosional, ekspresi, dan lain-lain.

Struktur naskah drama terbagi menjadi:
1. Intern structure relation artinya struktur batin yaitu antar bagian-bagian saling menyatu seperti ada makna dibalik kata-kata.
2. Extern structure relation artinya struktur luar, terikat oleh bahasa pengarangnya atau keterlibatan penulis naskah dalam memilih bahasa yang digunakan, juga dialog atau ragam bahasa tutur. Dalam naskah drama dikenal dengan “dramatic action” yaitu daya pikat suatu bobot naskah yang ditentukan oleh dramatisasi keadaan untuk menimbulkan ketegangan, dan memberikan kebaruan ending (surprise) atau biasa disebut dengan dramaturgi.

Plot

Plot adalah alur cerita yang disusun menjadi rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir, jalinan plot terdiri dari konflik yang meliputi:

Exposition

Dalam tahap ini menjelaskan tokoh-tokoh dengan karakter masing-masing.
Contoh:
SCENE 1.
EXT. LORONG GANG BACANG - PAGI
SETYO, seorang pemuda gagah berjalan sambil menunduk, raut mukanya bersih dan tampan, pemuda berusia sekitar 25-an tahun itu dengan rambut sebahu bertelanjang dada. Langkah kakinya yang berat terus menyusuri lorong sempit gang Bacang yang di kanan kirinya dipenuhi dengan pot bunga (tanaman hias).

Kompilasi

Penggabungan dari tokoh cerita yang membangkitkan konflik tenang lalu suasana menjadi tinggi.
Contoh:
SCENE 10.
EXT/INT. RUMAH MIRA – SIANG
Tiba-tiba, langkah kaki Setyo terhenti, dari celah balik daun pintu, Setyo memperhatikan keadaan di dalam rumah, samar-samar sesosok tubuh laki-laki tanpa berbaju menyembul keluar dari kelambu biru ranjang tidurnya. Laki-laki yang tak lain, Drusasana itu tersungging senyum kemenangan. Tidak berapa lama kemudian langkah Drusasana diikuti Mayang yang hanya mengenakan kain sambil sibuk menata rambut panjangnya yang kusut.

Drusasana meneguk air dari dalam kendi kemudian meraih baju suteranya yang tergantung di dekat pintu, laki-laki gendut stengah baya itu kemudian mengusap dagu Mayang dengan tangan kirinya, tangan kanan Drusasana merogoh saku baju kemudian menyodorkan beberapa lembar uang ke wajah Mayang.
DRUSASANA (nada merayu)
"cantik…, engkau wanita tercantik yang pernah aku sentuh. Mintalah cerai sama suamimu…. Biar aku kawini engkau segera…"

Klimaks

Bagian dimana konflik cerita menjadi menegangkan karena adanya pertentangan antar tokoh.
Contoh:
SCENE 21.
EXT/INT. RUMAH MAYANG - SIANG
Setyo menahan nafasnya dalam-dalam ketika ia menyaksikan bibir Drusasana mencium bibir istrinya sambil menyelipkan lembaran uang kertas ke dalam baju bagian atas Mayang. Mayang tertawa kecil sambil bergelayut manja membalas ciuman laki-laki itu.

MAYANG
"Kiranya …., engkau datang lagi tuan…. Aku suka dengan segala rayuanmu…!"
Setyo mengatur nafasnya yang kian tidak menentu akibat menahan amarah. Dari dalam pinggangnya Setyo mengambil sebuah belati kecil dan tajam kemudian ia mengambil posisi berdiri di samping di balik daun pintu.

VO
SETYO
"Aku tidak menyangka bibirmu yang tipis… yang pernah menaklukan hatiku ternyata busuk, sebusuk hati dan jiwamu…. "

Resolusi

Suasana dimana konflik masalah yang darinya tinggi menjadi turun karena sudah menemukan solusinya.
Contoh:
SCENE 27.
EXT/INT. PENDOPO DESA - SIANG
Semua orang berduyun-duyun datang ke Balai Desa (pendopo), Mayang terlihat menahan tangis dengan bibirnya terlihat bergetar. Sementara Setyo duduk tenang dengan tangan berlumuran darah sambil terus menatap kosong ke depan.

Sebuah kain putih teronggok di depan seorang kakek tua, kain putih yang ternoda oleh darah itu berisi belati yang digunakan Setyo untuk menikam Drusasana. Tubuh Drusasana yang bersimbah darah terbujur kaku di samping pendopo. Pengadilan adat pun siap digelar dengan pesakitan Setyo yang masih terlihat kelelahan.

TETUA ADAT
"Bapak-bapak, ibu-ibu sekalian……pengadilan adat saya buka……..!"
Ketukan palu berdengung memekik, suara gemuruh penduduk tiba-tiba lenyap seketika. Semua mata tertuju pada sosok Mayang yang masih memakai kain seadanya dengan rambut tergerai acak-acakan. Mayang tak mampu menengadahkan wajahnya. Setyo sesekali menyeka keringat dingin yang membahasi lehernya.

Catastrophe

Bagian akhir dimana ceritanya ini akan memberitahu semua awal kejadiannya dan menemukan penjelasan yang sudah diputuskan.
Contoh:
SCENE 40.
INT/EXT. RUMAH MAYANG - SIANG
Sesuai dengan keputusan pengadilan adat, Setyo dibebaskan dari segala tuntutan dan pertanggung jawaban kematian Drusasana. Mayang terlihat menitikan air mata sambil berkemas barang-barang miliknya, sesekali gadis cantik itu menyeka air mata dengan lengannya. Suara penduduk kampung masih terdengar saling bersahut-sahutan meneriaki Mayang dengan hinaan dan cemoohan.

Mayang dengan langkah ragu menuruni tangga rumah yang selama ini didiaminya, langkah gadis itu terlihat berat sambil terus menunduk malu. Hujan batu dan sumpah serapah penduduk kampung mengiringi kepergian Mayang. Mayang memandangi tubuh Setyo yang terduduk diam membatu memunggunginya.

Mayang melangkah terburu-buru sambil berlari menghindari hujan batu yang kian menderu dari lemparan tangan penduduk kampung. Kabut mulai turun menyapu perkampungan. Mayang terlihat berjalan gontai sambil memegangi kepalanya (dahi) yang berdarah.

Gadis itu merangkak menaiki lereng bukit yang terjal. Suara dan kelebat kilat terlihat di kejauhan di ujung hutan pinus. Tidak berapa lama kemudian hujan membasahi tubuh gadis itu yang meringuk kedinginan di cela-cela batu besar.
Soundtrack : Lagu # Bengawan Solo

Klarifikasi Drama:
1. Tragedi (duka)
2. Melodrama (sentimental)
3. Komedi (ria)
4. Dagelan atau frace (banyolan-sitkom)
5. Romantik (abad XIX)
6. Adat
7. Liturgi
8. Monolog
9. Eksperimental
10. Absurditas (sesuatu yang tidak jelas)

Casting
Casting by Ability (kecakapan, kecerdasan)
Casting to Type (kecocokan)
Anti type casting (pertentangan watak dengan pemain)
Casting to Emotional Temperament (observasi)
Therapeutic casting (ketidakseimbangan)

Plot drama terdiri dari tiga jenis yaitu:
1. Sirkuler, artinya drama yang hanya fokus di satu peristiwa saja. Alurnya bisa maju atau mundur bisa dibilang monoton atau tidak ada perkembangan.
2. Linear, yaitu drama dengan alur maju sesuai urutan.
3. Episodik, yaitu drama cerita yang alurnya maju dan mundur lalu di akhir cerita dapat digabungkan.

Genre Drama

Series

  • Program tv dengan drama acara yang selalu ada kelanjutannya, bisa setap hari atau hanya seminggu. Seperti sinetron dengan menjelaskan sudah episode ke berapa.
  • Setiap episodenya selalu bersambung, dan bisa berubah alur ceritanya.
  • Judul acara tetap sama namun setiap episodenya akan berganti sub judulnya.
  • Durasi bisa panjang dari 30 menit atau 1 jam penayangannya.
  • Drama yang dibuat dari project production house atau kumpulan rumah produksi lainnya yang mengikat kontrak penayangan.
SERIES : DRAMA
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur drama yang dapat berkisar seputar hal-hal kehidupan yang terjadi di dalam kehidupan keluarga, percintaan, kehidupan remaja, dan lain-lain.
Contoh:
Pengantin Remaja, Putri yang terbuang, Idola.

SERIES : ACTION/ADVENTURE
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur adegan laga, perkelahian, baku tembak, ledakan bom, kejar-kejaran mobil, adanya tokoh heroik yang dapat bercerita tentang detektif, polisi, koboi, perang atau petualangan yang menegangkan.
Contoh:
Jaka Tingkir 2, Ksatria Banjaran, Misteri Gunung Merapi.

SERIES : HOROR/MYSTERY
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur horor, suspense, misteri yang mencekam, menakutkan, adanya hantu yang menakutkan, alam gaib.
Contoh:
Misteri dua dunia, Misteri Ilahi, Ingin cepat kaya.

SERIES : SITCOM/COMEDY
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur komedi situasi atau menyajikan hal yang lucu dan membuat tertawa.
Contoh:
OB, Bajaj Bajuri, Mr. Bean.

Movie

  • Drama cerita yang hanya penayangannya sekali saja, sama dengan film yang ada di bioskop. Film ini bisa berkelanjutan hanya menggantikan sub judul seperti film Harry Potter.
  • Penanyangan awal premium di layar lebar bioskop, lalu bisa ditayangkan lagi di televisi.
  • Waktu durasi film lebih dari 90 menit, namun di televisi bisa cut to cut.
  • Pembuatan movie ini dari sebuah project production house, tidak ada kontrak kerja dengan televisi, namun tergantung budget dan promosi dalam produksi filmnya.
MOVIE : DRAMA
Tema dasar cerita didominasi unsur drama yang dapat berkisar seputar hal-hal kehidupan yang terjadi di dalam kehidupan keluarga, percintaan, kehidupan remaja, dan lain-lain.
Contoh:
Tak biasa, Maha Kasih, Pintu Hidayah.

MOVIE : ACTION/ADVENTURE
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur adegan laga, perkelahian, baku tembak, ledakan bom, kejar-kejaran mobil, adanya tokoh heroik dapat bercerita tentang detektif, polisi, koboi, perang atau petualangan yang menegangkan.
Contoh:
The peacemaker, Armour of God, The last castle.

MOVIE : HOROR/MYSTERY
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur horor, suspense, misteri yang mencekam, menakutkan, adanya hantu, dan alam gaib.
Contoh:
Tumbal setan, Dendam kuntilanak, Siluman kebo bule.

MOVIE : SITECOM/COMEDY
Tema dasar cerita didominasi oleh unsur komedi situasi atau menyajikan hal yang lucu dan membuat tertawa.
Contoh:
Austin power, Mana tahan, Bikin sebel aje.

MOVIE : ANIMATION/PUPPET
Program acara yang dibuat atau hasil dari kreasi animasi, kartun dan boneka atau gabungan antara animasi/boneka dengan manusia, dan dibedakan berdasarkan program dibuat atau diperuntukkan bagi orang dewasa, remaja, anak-anak atau keluarga.
Contoh:
Ice Age, Shrek, Space jam.

Tokoh

Tokoh adalah individu rekanan yang dikarang oleh seorang penulis naskah untuk menjelaskan tentang seseorang dari segi fisik dan karakter yang dimilikinya. Dalam tokoh harus tergambarkan mengenai suku, usia, kelas sosial, dan lain-lain.
Contoh:
EXT. GEDUNG SENI - SIANG
Terlihat Setyo, laki-laki berambut pendek dengan tatapan mata tajam dan ekspresi wajah serius dengan tubuh tidak terlaku kurus, laki-laki berusia 35 tahun itu angkah menyusuri lorong balkon yang terpajang lukisan-lukisan abstrak.

KARAKTERISASI
Melani 25 tahun, oriental, berani dan mandiri, sudah melalui banyak dal dalam hidup, sehingga jauh lebih dewasa daripada umurnya.
Pak RT 50 tahun, betawi, ayah Melani, tidak punya sikap apalagi jika dihadapkan kepada pilihan mendahulukan kepentingan pekerjaan sebagai ketua RT dan sebagai ayah dari Melani.

Tipologi tokoh (psikis):
1. Sanguinis, sifatnya sering berjanji namun jarang ditepati, tokoh pembohong dan antagonis.
2. Melonkolis, sifatnya curiga, kurang pede, tokoh tertindas dan protagonis.
3. Koleris, sifatnya atletis, bertindak cepat, tokoh pahlawan dan protagonis.
4. Flegmatis, sifatnya merasa cool, masa bodoh, tokoh angkuh dan protagonis juga bisa sifat antagonis.

Didalam serial drama, tokoh terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Tokoh antagonis
Adalah tokoh penentang arus cerita, tokoh ini adalah perlawanan atas tokoh protagonis, tokoh penyeimbang konflik dan sekaligus pencipta konflik.
2. Tokoh protagonis
Tokoh yang membawa arus cerita.
3. Tokoh tritagonis.
Kombinasi sifat antara antagonis dan protagonis, atau bisa berubah-udah dalam setiap serial drama.

Klarifikasi tokoh
Berdasarkan peranannya terhadap jalan cerita:
  • Tokoh protagonis yaitu tokoh yang mendukung cerita (utama atau central).
  • Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita.
  • Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu yang dimiliki oleh protagonis dan antagonis.
Berdasarkan peranannya dalam cerita dan fungsinya:
  • Tokoh sentral, yaitu tokoh yang paling menentukan gerak cerita (proses perputaran waktu).
  • Tokoh utama yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral, dapat menjadi medium (perantara) tokoh sentral.
  • Tokoh pembantu yaitu tokoh yang memegang peran pelengkap atau peran tambahan sesuai dengan kebutuhan cerita.

Penokohan

Penokohan erat kaitannya dengan perwatakan, watak tokoh itu akan diceritakan dengan jelas dari karakter sampai sifatnya. Di dalam film akan menampilkan gambaran tokoh tersebut dengan mengikuti alur ceritanya. Keadaan watak tokoh terbagi dalam tiga dimensi, yaitu:
1. Watak dilihat dari fisik, seperti raut muka dan bentuk tubuh.
2. Watak psikis, dilihat dari kegemaran, perasaan emosinya, dan tindakan yang memiliki nilai.
3. Watak dari lingkungan, seperti mempengaruhi posisi jabatan, pekerjaan, ras, dan agama.

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro naskah drama tv. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan.

Penjelasan drama tv dan naskah dari skenarionya, pemeran tokoh, untuk kamu yang sedang membuat program drama tv atau tugas televisi kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis yang pernah kuliah komunikasi dan berkarya pembuatan film. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Panduan Lengkap Format Naskah Berita TV
Panduan Dispro Radio Non Berita
Contoh Tugas Naskah Drama Radio

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Post a comment for "Contoh Pengertian Naskah Drama TV"

Berlangganan via Email