Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Tugas Desain Produksi Tata Artistik

Contoh Tugas Desain Produksi Tata Artistik
Dispro Tata Artistik
Sebuah program televisi selalu menayangkan acara film drama sinetron atau FTV yang saat ini populer. Film yang selalu berkelanjutan dalam penayangan dinamakan sinetron, ini akan terus berjalan bisa sampai 100 episode atau hanya sedikit saja, tergantung kepopuleran penilaian rating audiens.

Program FTV ini bisa dibilang seperti film yang hanya 1 program saja. Maksudnya FTV menayangkan film yang berbeda-beda judul setiap harinya, dan pemeran tokoh juga akan berganti setiap judul film yang baru ditayangkan. Tapi kenapa FTV selalu mengambil genre romance? sedangkan sinetron, mereka bisa mengambil beberapa genre di setiap episodenya.

Dari segi lokasi syuting, sinetron lebih banyak memilih bagian indoor, tepatnya setiap episode selalu ada rumah si pemeran utamanya. Sedangkan FTV, lokasinya bisa berpindah-pindah tempat apalagi ke luar kota. Karena film ini selalu berganti pemeran tokoh, penonton disuguhkan pemandangan yang baru dari segi backgroundnya.

Pemilihan lokasi syuting harus melakukan survey tempat dahulu. Jika cocok, mereka harus bernegosiasi oleh pemilih tempat tersebut dan juga warga sekitar agar mendapatkan dukungan juga pada saat syuting nanti. Mencari pemain film juga melakukan survey, bisa di casting dahulu atau sudah ada jasa penyedia modelnya.

Pemilihan pemain juga harus menyiapkan make up dan busana sesuai skenario yang dimainkannya, biasanya ini adalah tugas wardrobe. Disini saya membuat desain produksi tata artistik, cara penulisan untuk membuatkan laporannya.


Latar Belakang

Alasan Pemilihan Tema.
Alasan saya memilih tema drama horror, adalah karena masih banyak orang yang menyukai akan tema horror. Pemilihan Judul “MEDIUM” karena cerita ini akan diceritakan oleh seorang medium muda yang mengalami hal-hal spiritual dalam hidupnya.

Genre Film.
Genre Film yang saya ambil adalah horror. Saya memilih genre ini karena lebih mudah di terima penonton.

Tujuan Program

Umum

Tujuan program acara ini secara umum adalah sebagai pembelajaran bagi masyarakat luas. Agar tidak lagi hanya sekedar memandang sebuah tayangan sebagai hal yang menghibur saja, tapi juga dapat memanfaatkannya sebagai sebuah karya yang memang mempunyai nilai positif.

Dengan adanya tayangan ini,  Saya berharap bahwa masyarakat dapat menangkap pesan yang tersirat dalam cerita ini. Saya berusaha membuat tayangan ini tidak hanya sebagai penghibur, tapi juga sebagai tayangan yang sarat akan pendidikan dan unsur moral.

Praktisi

Tujuan secara praktisi adalah dengan banyaknya tayangan acara televisi sekarang ini, sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikir masyarakat. Mereka seolah  berpikir bahwa tayangan yang mereka tonton adalah sepenuhnya bernilai positif tanpa berusaha mencoba menyeleksi mana tayangan yang layak di tonton atau dan tidak di tonton hanya sebagai hiburan semata.

Tapi, di sini kesempatan saya untuk setidaknya sedikit berperan dalam hal memberikan tayangan yang cukup layak di tonton tanpa melupakan sisi edukasi yang terkandung di dalamnya. Selain itu tayangan ini di buat agar saya juga dapat mengerti, memahami, serta mempraktekan ilmu yang selama ini tim produksi dapatkan dalam pembelajaran teori selama ini.

Akademis

Tujuan secara akademis adalah selain sebagai bukti nyata pembelajaran yang telah saya dapatkan selama ini, juga sebagai tugas saya di Akademi Bina Sarana Informatika, jurusan penyiaran. Dalam tugas ini, saya memilih untuk membuat suatu program acara drama televisi.

Selain itu sebagai pembuktian atas kemampuan diri sendiri dalam membuat suatu karya. Saya  juga dapat menambah wawasan tentang bagaimana membuat suatu karya dengan manajemen yang baik dan benar.

Refrensi Pustaka dan Audio Visual

Studi Pustaka
Dalam tahap proses pra produksi  pada pembuatan Drama “MEDIUM” saya melakukan studi dalam pengumpulan data untuk memperkuat  konsep dan isi cerita, berdasarkan referensi buku yaitu:
Suddenly Supernatural. Elizabeth Cody Kimmel:2011
Audio Visual
Saya membuat program Drama dengan judul "MEDIUM" sedikit banyak terinspirasi dari berbagai film-film drama horror Indonesia dan luar negeri.

Deskripsi Program

Kategori Program : Horor
Media : Televisi
Format Program : Drama
Judul Program : Medium
Durasi Program : 60 menit
Target Audience : Remaja (13 – 17) dan dewasa
- Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan
- Status Ekonomi Sosial : Semua kalangan
Karakteristik Produksi : Live record / Taping
Jam tayang + Alasan  : 21.00 – 22.00 WIB
Alasan : Pada jam tersebut adalah waktu yang paling pas untuk genre film horror.

Sinopsis

Khansa bisa melihat hantu dan dia tidak senang dengan fakta itu. Kemudian, yang membuat hal itu lebih parah, arwah-arwah itu juga dapat melihatnya. Bahkan mereka malah mengantri agar dapat dilihat oleh Khansa.

Sebuah tulisan di jendela rumah kosong di sebelah rumahnya telah membuat Khansa menjadi seorang penyusup. Dengan rasa penasaran, dia menjelajahi rumah itu dan bertemu arwah lelaki tua yang beringas serta arwah seorang bocah lelaki yang terperangkap di dunia ambang dan membutuhkan pertolongannya.

Arwah lelaki itu membuat Khansa ketakutan dan walaupun Aurel sahabatnya sangat bersemangat dengan kemungkinan berhadapan dengan pengalaman supranatural. Khansa tidak yakin apakah dia ingin menolong bocah itu, walaupun dia berniat melakukannya.

Treatment

Production Company : BSI
Produser : Raisa R H
Project Title : MEDIUM
Director : Raisa R H
Durasi : 60 Menit
Technical Director : Bray

1. INT. Di Dalam Rumah - Pagi Hari
Suatu hari di saat libur sekolah, Aku hanya menghabiskan waktu dirumah. Sedangkan sahabatku Aurel pergi berlibur dengan keluarganya.

2. EXT. Rumah Kosong - Siang Hari
Aku pun memutuskan untuk pergi ke rumah itu dan melihat apa yang terjadi. Ketika aku tiba diambang gerbang rumah tersebut, aku melihat rumput yang tingginya sepinggang ku. lalu aku melangkah memasuki teras rumah itu.

3. EXT. Di Halaman Rumah - Sore Hari
Ibuku pun mengajakku masuk ke dalam rumah. dan aku pun mengiyakan. Kebetulan matahari mulai sembunyi.

4. EXT. Halaman Rumah - Sore Hari
Keesokan harinya. Tepat setelah para pekerja kontruksi pulang dari rumah kosong itu. Aku berjalan perlahan. Kulihat dari halaman rumahku ada seorang pria paruh baya berumur sekitar 40 tahunan. Memakai kemeja dan celana jeans serta sepatu converse.

5. INT. Di Dalam Rumah Kosong - Sore Hari
Ketiba di rumah itu, pintu nya sudah terkunci dan aku tidak dapat masuk melalui pintu itu. Namun aku tidak kehabisan akal, aku mencoba melalui jendela. 3 jendela terkunci namun jendela ke 4 terbuka. Aku pun menerobos masuk ke dalam rumah itu. Aku seperti maling yang masuk ke rumah orang tanpa permisi.

6. INT. Di Dalam Rumah Kosong - Sore Hari
Aku berada di ruang tamu rumah itu. Aku memfoto ruangan itu dari berbagai sudut. Kemudian Aku berpindah keruangan keluarga.

7. INT. Di Dalam Rumah Kosong - Sore Hari
Kemudian aku turun dan berjalan ke arah dapur. Awalnya tidak ada yang aneh dengan dapur itu. Aku pun melakukan hal yang sama pada dapur itu seperti kulakukan pada ruangan lain di rumah itu.

8. INT Di Dalam Kamar - Malam Hari
Ketika terbangun, aku melihat sekelilingku. Aku merasa familiar dengan ruangan ini. Oh, ternyata aku berada di kamarku.

9. INT. Di Ruang Makan - Malam Hari
Akhirnya kami pun makan malam bertiga di rumahku dengan obrolan-obrolan ringan dan melupakan sejenak masalah yang baru saja menimpaku di rumah kosong itu.

10. INT. Di Dalam Rumah - Pagi Hari
Matahari pun kembali muncul. Aku bangun pukul 7 pagi. Aku sudah merasa diriku lebih sehat dari sebelumnya. Aku mencium aroma kue coklat panggang yang seperti sedang dimasak ibuku di dapur.

11. INT. Di Dalam Rumah Kosong - Sore Hari
Ketika petang datang. Kami pun begegas pergi ke rumah tua itu. Setibanya di rumah tua itu, semuma pintu dan jendela dikunci rapat.

12. INT. Rumah Kosong - Sore Hari
Kami pun berpencar. Kamu kekamar A dan Aurel ke kamar B. Ketika di kamar A, aku mencium aroma yang aku tidak tahu harus menyebutnya aroma apa. dan pada dasarnya aku pun belum begitu ahli dengan aroma-aroma arwah jika memang aroma yg kucium adalah aroma arwah yang mendekat padaku. Lalu aku melihat sekeliling

13. INT. Di Dalam Kamar - Sore Hari
Kami pun mendatangi kamar bocah laki-laki yang terabadikan oleh kameraku. Dan, aku melihanya duduk.

14. INT. Di Rumah - Sore Hari
Ketika aku dan Aurel tiba di istanaku maksudku rumahku. Kami mendiskusikan tentang kata Tolong Aku” yang ada di jendela Ricky. Aurelpun dapat melihat dengan jelas coretan di debu jendela itu.

15. EXT. Di Cafe - Siang Hari
Keesokan siangnya, aku dan aurel pergi kesebuah cafe. Yah kami memang sudah merencanakannya. Cafe tersebut terletak 5 blok dari rumahku. cafe favoritku dan Aurel. Karena Cafe ini menyediakan banyak sekali makanan dan minuman berbhan coklat.

16. EXT. Di Cafe - Sore Hari
Setelah cukup lama kami berda di Cafe itu, kami pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

17. INT. Di Dalam Rumah Kosong - Siang Hari
Setelah dari rumah itu, Aku dan Aurel kembali pergi ke Cafe favorit kami. Sembari menunggu kabar tentang Ricky dari Om Odie yang sedang berada di rumah sakit melihat keadaannya.

Konsep Tata Artistik

Konsep penata artistik sendiri disini adalah tidak terlalu banyak merubah tempat, property. Lokasi atau set yang digunakan juga banyak yang in door, jadi tinggal menambahkan apa saja yang memang pas untuk ditambahkan. Make-up yang digunakan pun lebih natural, wadrobe yang digunakan hanya pakaian-pakaian kasual sehari-hari tanpa ada wadrobe tambahan.

Breakdown Tata Artistik

No. Kostum : 1
Cast : Khansa
Scene : 1, 2, 3, 4
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Contoh Kostum Khansa Scene 1

No. Kostum : 1
Cast : Ibu
Scene : 3, 4
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Contoh Kostum Baju Ibu Scene 1
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Contoh Kostum Celana Ibu Scene 1

No. Kostum : 2
Cast : Khansa
Scene : 5, 6, 7, 8, 9, 10
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Contoh Kostum Khansa scene 2

Set Design

Production Company : BSI
Produser : Raisa R H
Project Title : MEDIUM
Director : Raisa R H
Durasi : 60 Menit
Technical Director : Bray

1. Rumah Khansa
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Lokasi 1

2. Rumah Kosong
CONTOH TUGAS DESAIN PRODUKSI TATA ARTISTIK
Lokasi 2

Penutup

Berdasarkan hasil perencanaan yang saya lakukan dalam program televisi ini, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap drama televisi bergenre horror ini di dominasi oleh pengambilan angle dan shot yang tidak terlalu banyak. Dominasi Medium Shot dan Close Up, dapat mejadi pilihan dalam drama televisi ber-genre horror ini. Pemilihan durasi juga sangat penting, saya membuat durasi selama 60 menit agar audience mendapatkan cerita yang akan selalu di ingat sebelum menonton acara lain yang audience tunggu.

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro tata artistik. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan.

Penjelasan tata artistik dari deskripsi program, sinopsis, treatment, konsep, breakdown dan set design, untuk kamu yang sedang membuat program drama tv atau tugas televisi kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis yang pernah kuliah komunikasi dan berkarya pembuatan film. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Naskah Program Talk Show Desain Tata Artistik
Contoh Tugas Naskah Drama Radio
Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Post a comment for "Contoh Tugas Desain Produksi Tata Artistik"

Berlangganan via Email