Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Dispro Radio Non Berita

Panduan Dispro Radio Non Berita
Catatansibray.com - Sebuah radio tidak akan bisa berjalan dengan baik jika tidak ada topik atau tema yang harus diperbincangkan. Program radio hanya menyiarkan musik saja dan sapaan untuk para pendengar, lalu tidak ada topik pembahasaan yang harus dibicarakan. Bisanya ini ada di radio lokal. Radio yang hanya di sekitar wilayahnya atau domisil.

Musik terus berjalan dan terkadang jika ada berita yang penting bagi masyarakat di wilayahnya, penyiar langsung menginformasikannya, ini disebut siaran radio lokal. Berbeda dengan radio nasional yang sudah station FM menjangkau frekuensi sampai di luar kota. Beruntungnya radio nasional ini mendapatkan pemasukkan dari iklan yang disiarkannya, menggunakan jingle iklan sendiri, atau sebuah promosi acara yang ingin diinformasikannya.

Namun radio nasional ini juga harus bertanggung jawab atas pajaknya, karena frekuensinya ini sudah melewati atau masuk ke kota lain. Oleh karena itu radio nasional ini sangat banyak pendengarnya dibandingkan radio lokal karena radio nasional ini lebih fokus kepada penyiarnya, sehingga pendengar tidak akan bosan atau bisa dianggap sebagai teman informasinya. Banyaknya persaingan radio untuk mendapatkan rating yang tinggi, sehingga radio selalu membuat ide kreatifnya dengan membuat program acara radio.

Radio akan terkenal jika penyiarnya ini menarik, karena penyiar yang membuat nama radio tersebut jadi terkenal. Contoh penyiar seperti Danang dan Darto di Prambors Radio. Mereka menarik, unik, dan cerdas membawakan program radionya.

Lebih kuatnya lagi, mereka membuat script atau naskah program untuk dijadikan topik yang harus dibawakannya. Script ini yang menjadi patokan penyiar untuk terus membawakan program radio yang menarik. Disini Bray akan menjelaskan kualitas program, pemilihan musik dan contoh naskah radio non berita.


Kualitas Program

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan sebuah program adalah kualitas, cara memberikan informasi, pengaturan waktu dalam satu hari, dan kelompok sasaran yang tepat. Semua hal itu berhubungan dengan kepribadian penyiar, target program atau bagian khusus. Ada satu aturan umum yang berlaku dan seperti peraturan lain, pasti selalu ada perkecualian, yaitu radio harus menarik pendengar-pendengar yang lebih tua.

Sebaliknya, radio musik dapat menarik semua kelompok umur sebagai kelompok pendengar sasaran. Sebuah stasiun radio dapat mengetahui dengan tepat jenis program mereka dengan melihat sejauh mana kelompok pendengar dapat menerima berbagai jenis musik.

Daya Tarik Musik

Apakah seorang penyiar harus memainkan musik berdasarkan seleranya dan rekaman-rekaman menarik yang dia sukai? Jawabannya adalah ya untuk bagian tertentu. Kalau selera kelompok sasaran sama dengan tertentu. Kalau selera kelompok sasaran sama dengan selera penyiar, penyajiannya harus seoptimal mungkin.

Jika selera tidak sama, bagaimana mengatasinya? Seorang penyiar harus mampu menciptakan proporsi yang seimbang dari antara berbagai selera. Selera musik seorang penyiar sebenarnya merupakan bagian kepribadiannya. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih musik untuk sebuah program adalah:
PANDUAN DISPRO RADIO NON BERITA
Tujuan Program Radio
Ciri umum stasiun radio di seluruh dunia adalah penggunaan jam-jam siaran dengan musik yang sudah direkam. Kemudian sering dilupakan oleh penyiar adalah bahwa ketika menggunakan lagu-lagu yang sudah direkam, mereka lupa untuk menjadikan lagu-lagu tersebut “hidup”.

Dengan item-item musik sepanjang dua sampai dengan empat menit, dibutuhkan delapan atau sembilan track dalam siaran berdurasi 30 menit tanpa selingan iklan, tersedia waktu satu menit untuk pengantar, lagu pengenal, dan sebagainya. Disini juga program director radio memperhatikan musik yang harus diputar pada saat siaran berlangsung.

Format Pencatatan Waktu

Perancang sebuah program musik dengan durasi satu jam memberi keuntungan sebagai berikut:
  • Produser atau penyiar dapat melihat keseimbangan antara musik dengan kata-kata, jenis-jenis musik, dan pemasangan iklan.
  • Membantu menjaga konsistensi kalau program ini diambil alih oleh penyiar lain.
  • Formatnya dapat diubah tanpa terlalu banyak gangguan.

Metode ini sesuai untuk digunakan dengan durasi yang berbeda-beda. Pencatat waktu memberikan suatu kerangka kerja yang solid sehingga seorang penyiar radio dapat mengabaikan atau menggunakannya lagi dengan mudah, ini menuntut kedisiplinan tetapi memberi kebebasan.
Jadi, dua pertanyaan kuncinya:
1. Apa rencana yang kita buat sudah memasukkan semua unsur dalam satu periode acara normal?
2. Apakah ada variasi yang diperlukan untuk rentang waktu lebih panjang?

Berdasarkan praktek-praktek dalam stasiun radio, aturan dasar yang ditetapkan adalah:
  • Bacalah buletin berita dengan suara tidak terlalu keras dengan tempo tinggi. Kamu sebaiknya menjaga kecepatan musik dan menghindari kesamaan antara lirik dan cerita berita.
  • Dalam memprogram musik yang baru atau belum populer, tempatkan lagu-lagu yang populer atau yang sudah dikenal sehingga saling bercampur.
  • Berbagai jenis item-item diputar secara bergantian.
  • Sebaiknya item-item  dicampur dengan durasi yang berbeda-beda; hindari dua atau lebih item yang punya durasi sama.
  • Aturlah agar tersusun urutan kata-kata, musik, lalu kata-kata dengan memainkan disc dari awal sampai akhir dengan menggunakan sequent atau sequent dengan pembicaraan.
  • Aturlah item-item yang sudah pasti dalam program yang sudah ditentukan.

Pemilihan Musik

1. Pemilihan Musik dengan Komputer
Komputer secara otomatis dapat menghubungkan dua potongan musik dengan nada yang tepat, selingan iklan atau jingle pada saat yang tepat. Sementara itu, berita pasti selalu datang setiap jam dari meja redaksi.

2. Permintaan dan Persembahan
Dalam memenuhi permintaan pendengar, penyiar sering kali melupakan bahwa permintaan ini berhubungan dengan penyiaran. Penyiaran sering kali hanya berpikir tentang pendengar yang meminta, bukannya pendengar secara keseluruhan.

Walaupun dasar program ini jelas bergantung pada inisiatif pendengar yang meminta lagu, adalah tugas penyiar untuk bertanggung jawab atas semua pendengar.
Tujuan program ini adalah:
  • Menghibur pendengar pada umumnya. 
  • Memberikan kesenangan khusus kepada pendengar yang sudah bersusah payah mengirim permintaan.
  • Mengembangkan tindakan berbuat baik dengan melibatkan diri pada kepentingan publik.

Urutan Item

Setelah memilih musik, tentukan bentuk rangkaian antara lagu dengan kata “diawali dengan suasana riang, dan diakhiri dengan kesan kuat” adalah sebuah pepatah lama dalam pertunjukkan musik dan masih dapat diterapkan disini. Urutan ini sudah tersusun rapih didalam rundown radio.

Fading Sebelum Musik

Musik yang terakhir dipilih untuk menghasilkan “akhir yang mengesankan” dan penutup yang cocok yang sering digunakan adalah lagu tanpa vokal. Jenis musik ini dapat digunakan menjadi musik fade in, yang mengiringi pengantar dari penyiar.

Jingle atau Tune

Jingle mengungkapkan berbagai perasaan atau emosi.
1. Jingle “riang” digunakan untuk mengingatkan pendengar akan kegembiraan yang akan mereka peroleh kalau mereka mendengarkan siaran radio tersebut.
2. Jingle “penting” menandakan hasil siaran yang hidup dan berorientasi pada berita.
3. Jingle “halus dan lembut” menekankan gaya stasiun musik atau program “ringan”.

Signature Tune

Sebagai suatu sarana yang biasanya digunakan untuk memperkenalkan sebuah studio atau tema sebuah program atau penyiar, lagu pengenal program ini Bagaimana cara yang biasanya dipakai dalam membuat jingle atau tune?
1. Ketahuilah terlebih dahulu mengapa pokok bahasan tersebut disajikan.
2. Berapa lama durasinya.
3. Apakah memerlukan bagian awal dan akhir.
4. Diskusikan kebutuhan-kebutuhan kamu dengan produser, sebaiknya ia tahu apa yang kamu inginkan.
5. Pilihlah studio yang tepat.

Fading

Fade dalam program radio adalah suara yang selalu muncul dan menghilang, dan jarang dipasang pada sebuah program. Langkah-langkah fade tergantung pada sebuah program dan jenis siarannya. Bisa kunjungi artikel format dasar suara program radio. Untuk mendapatkan fading keras atau perlahan kita harus memperhitungkan titik-titik yang sesuai.

Tugas seperti ini adalah tanggung jawab sebagai editor radio.
Fade biasanya digunakan dalam beberapa cara dan untuk berbagai alasan pula. Adapun langkah-langkah fade tergantung pada tipe item atau program.
1. Fade Silang
2. Prefade
3. Sequent (kantong, tas)
4. Pot Cut
5. Turun dan Naik
6. Naik dan Turun
7. Edge in

Contoh Naskah

Spesifikasi Program
Judul Program : Freak Radio
Waktu Tayang : Sabtu/23.00 – 23.30
Format Program : Musik
Target Audience : Remaja
Karakterisasi Pendengar : Spirit, Energy, and Creative

Ide Pokok
Berbagi pengalaman tentang dunia musik dan sejenisnya disini.

Tema
Informasi mengenai pengalaman dan perjalanan musisi terkenal dari seluruh dunia.

Sinopsis
Acara musik yang di kemas khusus buat para remaja, disini kita akan membahas tentang sebuah band dan mendengarkan lagu – lagu dari band dalam dan luar negeri.

Station Call
Panduan Dispro Radio Non Berita
Contoh Station Call
Jingle Program
Nama Radio : Rush Radio
Nama Acara : Freak Radio
Waktu Siaran : Sabtu/23.00-23.30
Penyiar : Che “CUPUMANIK”
Panduan Dispro Radio Non Berita
Contoh Jingle Program
Expose/Promo Program
Panduan Dispro Radio Non Berita
Contoh Promo Program

Script Radio
1. Station Call
2. Jingle Program
3. Opening Tune
Panduan Dispro Radio Non Berita
Script 1
4. Lagu 1 : Pearl Jam – Alive
5. Iklan (3 spot)
6. Expose/Promo Program
7. Station Call
8. Session 2
Panduan Dispro Radio Non Berita
Script 2
9. Lagu 2 : Tample of the Dog – Hungerstrike
10. Closing
Panduan Dispro Radio Non Berita
Script 3
11. Lagu 3 : Nirvana – Negative Creep
12. Jingle Program

Rundown
Panduan Dispro Radio Non Berita
Contoh Rundown

Kesimpulan

Memproduksi sebuah program yang baik adalah sebuah prestasi, tetapi mempertahankan acara radio atau TV demi nama baik studio hari demi hari, atau minggu demi minggu, atau mungkin selama bertahun-tahun adalah sesuatu yang lain. Bagaimana seorang produser dengan dibantu oleh staf yang jumlahnya terbatas, memulai tugasnya untuk mendapatkan hal-hal yang penting supaya program dapat terus berlangsung.

Pertama, dia tidak pernah berhenti bekerja, tetapi dia selalu mencoba mencari dan terus mencari jika apa yang dia lihat atau dengar dapat dijadikan sebuah pokok bahasan.

Kedua, melalui catatan harian dan sumber-sumber lain, dia mendapatkan informasi awal tentang perayaan atau peristiwa-peristiwa lain pada masa yang akan datang.

Ketiga, dia akan mempererat relasinya dengan orang lain. Ini berarti bahwa dia membaca atau setidaknya membaca dengan cepat sebanyak yang dia bisa, seperti surat kabar, komik anak-anak, majalah-majalah, poster, surat kabar, dan lain-lain.

Jika kamu seorang otoriter atau menganut sikap “tahu segalanya”, orang-orang  akan meninggalkan kamu. Namun, dengan sikap terbuka dan hangat, orang akan datang kepada kamu dengan ide-ide mereka. Semoga panduan dispro radio non berita ini bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Panduan Dispro Radio Non Berita"

Berlangganan Gratis !