Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Naskah Drama Film Super Boys

Naskah Drama Film Super Boys
Storytelling Genre Action


SUPER BOYS

Sinopsis

Catatansibray.com - Super Boys memiliki penampilan polos dan lugu, bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa. Hal inilah yang dialami oleh Erik, seorang anak SMA berusia 17 tahun. Ketika dia akan berangkat menuju sekolahnya, tiba-tiba di tengah perjalanan dia melihat seorang wanita setengah tua, ingin dirampas hartanya oleh keempat preman. Erik yang menyaksikan hal itu berniat untuk menolong wanita itu.

Namun salah seorang penjahat menendangnya hingga jatuh. Seketika itu pula dia teringat dengan pesan ibunya yang mengatakan bahwa di kota besar seperti Jakarta, kita harus pandai melindungi diri jika tidak ingin ditindas. Erik pun bangkit untuk melawan keempat preman itu, perkelahian pun terjadi dan akhirnya keempat preman itu dapat ditaklukan dan harta milik wanita itu pun selamat.

Karakteristik

Erik : Seorang anak SMA berusia 17 tahun, rambut klimis, kulit sawo matang, tinggi 168 cm berpenampilan culun. Pribadi yang sangat santun kepada Ibunya, namun dia sangat tidak suka dengan orang-orang yang selalu membuat keonaran.

Ibu Erik (Mona) : Seorang wanita berusia 40 tahun, rambut sebahu sedikit agak berombak, tinggi 150 cm, kulit sawo matang. Pribadi yang sangat menyayangi anaknya itu.

Wanita setengah tua : wanita yang berumur 45 tahun, bermuka kalem, berkerudung, tinggi 150 cm. berpenampilan mewah.

Perampok : Berumur 25 tahun, berwajah dingin, sangar, berambut gondrong, berkulit sawo matang.

Treatment

Scene 1 
Int. Kamar Tidur - Pagi Hari
Terlihat seorang pria muda bernama Erik yang sedang bercermin dan merapikan dirinya untuk bersiap-siap ke sekolah. Dia memakai seragam SMA dan mengancingnya, dilanjutkan dengan celana panjang sekolahnya. Dia pun tak lupa mengenakan dasinya yang diikat ketat dilehernya, ketika sudah rapi dia pun mengambil tasnya dan sebelum keluar dari kamar, dia memotivasi dirinya sendiri.

Scene 2 
Int. Ruang Tamu - Pagi Hari
Erik yang bergegas menuju keluar, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika Ibunya yang bernama Mona memanggil dirinya. Sambil meletakkan majalah yang sedang dibacanya, Ibu Erik menghampiri anak kesayangannya itu.

Scene 3
Int. Teras Rumah - Pagi Hari
Erik duduk disebuah kursi lalu memakai sepatunya, setelah sepatunya telah terpakai dia lalu berdiri dan berpamitan kepada Ibunya. Dia menjulurkan tangannya kepada Ibunya, Ibunya pun meraih tangan Erik dengan penuh kasih sayang. Sambil mengelus kepala anaknya itu, Ibunya tersenyum

Scene 4
Ext. Jalanan - Pagi Hari
Terlihat seorang wanita yang sedang dikepung dua pria dan ingin merampok hartanya. Satu orang Pria menodongkan sebuah pisau, satu pria lagi menarik-narik tas yang masih digenggam erat oleh wanita itu. Dua orang lagi bersiap-siap di atas motor.

Skenario

Scene 1 
Int. Kamar Tidur - Pagi Hari
Terlihat seorang pria muda bernama Erik yang sedang bercermin dan merapikan dirinya untuk bersiap-siap ke sekolah. Dia memakai seragam SMA dan mengancingnya, dilanjutkan dengan celana panjang sekolahnya. Dia pun tak lupa mengenakan dasinya yang diikat ketat dilehernya, ketika sudah rapi dia pun mengambil tasnya dan sebelum keluar dari kamar, dia memotivasi dirinya sendiri.

Erik
(Nada Semangat)
"Gue siap menjalani hari-hari seperti biasa dengan penuh semangat"
*Tidak lama Erik yang berpenampilan culun, pergi meninggalkan kamarnya.

Scene 2 
Int. Ruang Tamu - Pagi Hari
Erik yang bergegas menuju keluar, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika Ibunya yang bernama Mona memanggil dirinya. Sambil meletakkan majalah yang sedang dibacanya, Ibu Erik menghampiri anak kesayangannya itu.

Ibu Erik
(Nada Lembut)
"Erik.."

Erik
(Nada Santun)
"Ya Mah..?"

Ibu Erik
"Kamu tumben pagi-pagi sekali sudah mau berangkat sekolah?"

Erik
"Iya..Mah..kan aku hari ini ada ujian"

Ibu Erik
(Nada Kaget)
"Oh ya..Ibu lupa..
Yaudah jangan lupa bekal kamu dibawa…sebentar Ibu ambilkan"
*Ibu Erik pun pergi menuju dapur dan kembali lagi dengan membawa tempat makan dan minum lalu menyerahkannya ke Erik. 

Erik
"Terima kasih ya Mah.."
*Tak lama Erik pun menuju teras rumahnya untuk memakai sepatu sekolahnya, dan Ibunya mengikuti dibelakangnya.

Scene 3
Int. Teras Rumah - Pagi Hari
Erik duduk disebuah kursi lalu memakai sepatunya, setelah sepatunya telah terpakai dia lalu berdiri dan berpamitan kepada Ibunya. Dia menjulurkan tangannya kepada Ibunya, Ibunya pun meraih tangan Erik dengan penuh kasih sayang. Sambil mengelus kepala anaknya itu, Ibunya tersenyum.

Erik
"Mamah..mohon doanya..agar Erik diberi kemudahan saat ujian"

Ibu Erik
(Nada Lembut)
"Ya Naak..kamu hati-hati ya. Kamu harus ingat, Di Kota besar seperti Jakarta ini kita harus bisa melindungi diri jika tidak ingin ditindas oleh orang lain."

Erik
(Nada Lembut)
"Ya Mamah..aku akan ingat selalu pesan mamah.."
*Setelah berpamitan dengan Ibunya, Erik pun pergi menuju sekolahnya, Ibunya melambaikan tangan ke Erik. Dan Erik pun juga membalas lambaian tangan Ibunya itu.

Scene 4
Ext. Jalanan - Pagi Hari
Terlihat seorang wanita yang sedang dikepung dua pria dan ingin merampok hartanya. Satu orang Pria menodongkan sebuah pisau, satu pria lagi menarik-narik tas yang masih digenggam erat oleh wanita itu. Dua orang lagi bersiap-siap di atas motor.

Wanita
(Nada Panik dan Takut)
"Apa-apaan sih ini?! Tolong..Tolong.."

Perampok
(Nada Kasar)
"Cepat serahkan tas lo..kalo enggak gue tusuk lo!!!"

Erik yang sedang asik berjalan santai menuju sekolahnya, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat kejadian itu. Erik tang polos dan culun itu, mendekat ke arah kejadian itu dan bertanya kepada dua orang pria itu. Tiba-tiba salah seorang perampok menghampirinya

Erik
(Nada Polos)
"Ada apa ini ya?"

Perampok
(Nada Marah)
"Woy..lo ga usah ikut campur.."
*Perampok yang marah itu, langsung menendang Erik hingga jatuh ke tanah, dua pria perampok yang di atas motor menghampiri Erik lalu menendanginya. Erik yang terpojok tiba-tiba teringat akan pesan ibunya.

Ibu Erik
(V.O)
"Kamu harus ingat, Di Kota besar seperti Jakarta ini kita harus bisa melindungi diri jika tidak ingin ditindas oleh orang lain."

Ketika salah seorang perampok ingin menendangnya lagi, Erik menangkap kaki perampok itu lalu mengangkat kaki hingga jatuh, perampok berikutnya ingin melakukan hal yang sama, namun Erik menangkisnya. Erik pun bangkit dan berhasil memukul wajah perampok itu.

Erik pun menghampiri perampok yang menarik tas wanita itu, perampok itu pun bersiap-siap memukulnya, ketika tangannya meluncur kearah wajah Erik, Erik pun berhasil menghindar. Erik pun menggunakan dengkulnya untuk menghantam perut perampok itu, lalu menggunakan sikunya untuk menghajar punggung.

Perampok yang membawa pisau itu mengampiri Erik, Tiba-tiba Erik melepaskan tasnya dan melempar ke arah perampok itu, ketika wajah perampok itu tertutup tas, Erik pun menendangnya hingga jatuh dan pisaunya terlepas. Perampok yang tadi kakinya diangkat oleh Erik, kembali bangkit dan ingin menghajar Erik dari belakang, namun Erik yang tahu membalikan badannya dan meninju perampok itu hingga jatuh lemas ke tanah.

Akhirnya keempat perampok itu kabur menggunakan motor, wanita dan hartanya pun selamat dari perampokan. Erik yang penampilannya telah berantakan, dia merapikan dirinya lagi sambil berlalu pergi. Wanita itu pun hanya terdiam melihat Erik pergi menjauh untuk melanjutkan perjalanan ke sekolahnya.

Kesimpulan

Di dalam cerita ini menyajikan sebuah cerita action melalui film “SUPER BOYS” yang menceritakan seorang anak muda yang culun yang selalu mengingat pesan sang ibu dan membantu orang yang lemah menggunakan ilmu bela diri disaat tertindas.

Film pendek bergenre action ini adalah bagaimana seorang jago karate melakukan aksinya dengan didukung oleh talent nya yang begitu jelas memerankan karakternya sebagai seorang yang mempunyai ilmu bela diri, serta pertarungan yang akan membawa fantasi penonton seolah-olah bisa merasakan adegan demi adegan yang menegangkan.

Pesan akhir dari cerita ini  bahwa tidak selamanya penampilan yang culun, tidak bisa menolong orang yang lemah, tapi bagaimana kita bisa melihat orang yang mempunyai karakter yang culun mampu membantu kesulitan orang lain.

Saya membuat artikel ini sebagai ide cerita untuk mahasiswa jurusan broadcasting yang baru pertama membuat film. Bisa juga untuk anda yang hanya sekedar iseng membuat film, boleh menjadi referensi. Karangan cerita ini hanya sebentar saja, berdurasi 5 menit.

Postingan ini juga saya buat sebagai contoh untuk jobdesk penulis naskah, biasanya ada di tugas desain produksi lembar kerja. Selamat berkarya, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Naskah Drama Film Super Boys"

Berlangganan Gratis !