Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Kameramen Film

Proses Kerja Kameramen Film
Catatansibray.com - Dalam menciptakan drama film dengan hasil yang maksimal, harus bisa memadukan banyak unsur seperti suara, gambar, gerak, dan sebagainya. Berdasarkan ilmu sinematografi, karya seni budaya yang merupakan media massa dijadikan tayangan berwarna dalam proyek dunia pertelevisian. Drama film termasuk ke dalam golongan karya seni dan dilihat dari ide ceritanya.

Drama film merupakan seni yang ketujuh di dalam jajaran seni-seni yang lain, karena lahir dari gabungan unsur-unsur seni yang lain yaitu seni sastra, teater, rupa, suara, musik, dan arsitektur, selain unsur seni tersebut di dalam drama film juga terkandung unsur teknologi.

Dalam bentuk visual layar kaca, menghasilkan gambar berkualitas dan menarik dengan cara pengambilan gambarnya, yaitu kamera. Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan drama film, fungsi kamera yaitu mengambil atau merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.

Kamera dioperasikan oleh kru drama film yang biasa disebut kameramen atau bahasa inggrisnya cameraman, Juru kamera mengoperasikan gambar sesuai dengan arahan sutradara film. Untuk menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dan lain-lain.


Pra Produksi

Pada saat pra produksi hal pertama yang tim lakukan adalah menentukan jobdesk masing-masing, dan saat itulah terpilih menjadi seorang kameramen atau juru kamera. Kemudian observasi dan riset bersama kru, pada tahap pra produksi  sebagai juru kamera melakukan pembagian jobdesk dan menentukan ide awal. Setelah ditentukan jobdesknya, juru kamera bersama kru melakukan observasi dan riset.

Disini juru kamera turut serta dalam menyiapkan peralatan yang digunakan pada saat riset kamera digital dan handycam yang digunakan sebagai dokumentasi atau disebut Behind The Scene.
Pada saat hunting kameramen dan tim banyak mengalami kendala mulai dari kendaraan, lokasi, hingga menentukan para pemain. Kendala yan tim alami yaitu sebelum naskah “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” menjadi sebuah skenario yang matang, kameramen dan tim banyak melakukan revisi.

Banyak scene yang dipotong, dan banyak dialog yang dipangkas, hingga mendapat persetujuan dari para ahli. Setelah melakukan beberapa pengamatan, kameramen dan tim memasuki proses produksi. Tim lainnya mengadakan beberapa tahapan yaitu observasi dan riset terlebih dahulu.

Adapun yang observasi dan riset dilakukan. Sebagai kameramen meriset dari sudut mana kamera akan mengambil gambar. pada saat riset mengambil gambar dengan menggunakan kamera handycam dengan maksud melihat angle-angle kamera, shot size sampai ke audio level, yang akan diterapkan pada saat produksi.

Lalu bimbingan dengan para ahli film, bersama tim melakukan bimbingan mengenai ide atau tema yang disepakati. Khususnya pada kamera, mengenai kamera yang nantinya akan digunakan pada saat produksi nanti, mulai dari pengoperasian kamera, white balance, angle-angle kamera, shot size, sampai ke audio level.

Setelah itu persiapan produksi, quipment dan cek alat. Dalam program drama komedi film, sebagai kameramen bertugas untuk mempersiapkan equipment yang akan digunakan pada saat produksi.

Bahan baku yang tim gunakan pada produksi drama komedi ini menggunakan kaset mini DV yang yang berdurasi 60 menit sebanyak 4 untuk produksi 1 untuk cadangan dan behind the scene. Format 30 menit ini dipilih karena format yang menjadi standard dalam penyiaran.

Setelah mempersiapkan segala equipment barulah kameramen mengecek peralatan atau mencatat alat-alat yang ada, agar tidak ada kekurangan nantinya. Mengecek kamera yang akan digunakan yaitu kamera Panasonic MD10000 sebagai pengenalan dan apakah baik digunakan untuk produksi atau tidak.

Produksi

Setelah proses pra produksi selesai, barulah kameramen menjalankan tugas merekam semua kejadian dilapangan dan mengambil gambar sesuai shot list yang diberikan sutradara. Dengan tanggung jawab warna, komposisi, suara rendah sesuai untuk mendapatkan shot yang baik.
Adapun tugas kameramen selama proses kerja pada tahapan produksi ini adalah:
  • Mengambil gambar stock shot. penulis dan sutradara melakukan pengambilan gambar stock shot untuk mempermudah jika ada gambar yang diinginkan.
  • Pengambilan gambar per scene. Pada pengambilan ini menggunakan tripod agar gambar tidak goyang.
  • Mengambil gambar sesuai list.
  • Diskusi setelah tahap produksi.

Pasca produksi

Di dalam tahap pasca produksi, kameramen memberikan masukan kepada editor film, gambar yang mana akan dipilih dan diedit sesuai gambaran dari sutradara.

1. Mencatat Timecode
kameramen bertugas mencatat time code guna mempermudah editor dalam pemilihan gambar, yang bisa di lihat didaftar agar mempercepat proses editing.

2. Mendampingi Dalam Proses Editing
Setelah proses pra produksi dan produksi, kameramen mendampingi editor dalam tahap pasca produksi guna memberikan masukan mengenai gambar.

Peran dan Tanggung Jawab Kameramen

Dalam pelaksanaan produksi ini, juru kamera bukan menciptakan peristiwa, tapi merekam peristiwa. Kendala dalam hal ini adalah merekam peristiwa yang ada apa adanya membutuhkan keisagaan untuk mampu mengatasi perubahan yang mungkin terjadi secara spontanitas. Secara teknis dalam pengambilan gambar seperti mata sutradara untuk bercerita dan penonton juga menikmati ceritanya.

Secara ringkas, peran dan tanggung jawab selaku kameramen pada produksi drama komedi film dengan judul “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” adalah sebagai berikut:
  • Riset bersama kru lainnya.
  • Ikut serta merancang konsep, tema, dan judul.
  • Melengkapi equipment untuk produksi.
  • Memvisualisasikan gambar sesuai konsep yang ada.
  • Mengambil gambar insert, dan gambar tambahan lainnya.
  • Bertanggung jawab atas gambar dan memberikan hasil kerja yang terbaik.
  • Mengambil gambar sesuai list.
  • Tanggap terhadap sesuatu di lapangan baik dari segi visual atau audio.

Proses Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Sebagai kameramen mengambil gambar setiap moment dan kejadian dari beberapa sudut pandang kamera dan menggunakan variasi shot yang telah dipelajari saat melakukan pembelajaran jurusan broadcasting.

Dengan menggunakan beberapa shot dan sudut pandang kamera, merekam semua kejadian dan moment yang terjadi pada tahap produksi drama komedi “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”.

Namun pada saat pengambilan gambar ada gambar pada moment tertentu yang keluar dari konsep jadi pengambilan gambar dilakukan dengan angle dan size sesuai dengan insting kameramen.

Dalam konsep kreatif selaku kameramen bersama sutradara mendiskusikan masalah konsep gambar yang akan diambil sesuai dengan treatment yang telah dibuat.

Konsep Produksi

Dalam melakukan produksi, sebagai kameramen melakukan tugasnya merekam gambar sesuai dengan konsep dan list. Dengan dibantu oleh sutradara, mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan perekaman, dimulai dari kamera sampai melengkapi alat pendukungnya, baru dapat merekam setiap moment dan kejadian yang terjadi dilokasi pengambilan gambar.

Menggunakan teknik shot kamera yaitu pengambilan gambar saat video ON sampai OFF dibantu dengan pengambilan secara manual oleh lensa, iris, shutter, dan filter kamera agar mendapatkan gambar yang sesuai dan bagus.

Konsep Teknis

Dalam pengambilan gambar saat produksi selaku kameramen menggunakan kamera MD10000. Sebelum mengambil gambar, mensetting white ballance sesuai prosedur dan kamera MD10000 secara manual, sehingga dapat mengoperasikan shutter speed dan iris secara manual dan dapat menyesuaikannya dengan keadaan dilokasi pengambilan gambar.

Dalam pengambilan gambar pada saat produksi, ada beberapa gambar yang diambil tidak dengan menggunakan tripod dikarenakan beberapa moment yang harus menggunakan handhelt. Konsep yang dihasilkan cukup baik. Cara pengambilan gambar shot-shot seperti change fokus bisa didapat.

Kendala Kameramen

Juru kamera menyadari dalam pembuatan program drama film adalah sesuatu yang harus objektif, namun kenyataannya hal ini dilapangan tidak semuanya benar. Ada hal-hal yang merupakan objektifitas dari kameramen dan sutradara, karena dari kameralah yang menetukan dari sudut mana yang akan yang diambil gambarnya.

Dalam proses produksi sering menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan kamera dalam pengambilan gambar. Hal ini cukup membuat tim kesulitan untuk mendapat gambar, terutama dalam mengejar moment.
  • Pada hari pertama, juru kamera masih beradaptasi dengan kamera yang digunakan yaitu PANASONIC MD10000.
  • Pada hari itu juga, tim melakukan penambilan gambar pertama. namun berjalan cukup sulit dikarenakan perlu beradaptasi dengan para pemain lainnya. Tetapi, dengan seiring berjalannya waktu semua kru dan pemain jadi lebih akrab dan kompak.
  • Kemeramen cukup dibuat pusing dengan cuaca yang tidak bersahabat. Oleh sebab itu karena cuaca terlihat gelap, juru kamera dan lightingman berinisiatif untuk menambahkan pencahayaan dan membuka iris menjadi open serta mengubah speed menjadi lebih lambat.
  • Pada hari berikutnya, kameramen mengambil gambar dengan tidak menggunakan tripod pada saat itu. Awalnya mengalami kesulitan, namun pada akhirnya cukup bisa karena terbiasa.
  • Dalam sebuah produksi diturunkan kerjasama tim, guna lancarnya sebuah produksi. Produksi drama film ini, mendapat banyak ilmu dan pelajaran. Dari bagaimana harus menguasai kamera, lebih tanggap terhadap moment-moment yang terjadi dan banyak hal lainnya yang menjadi pengalaman selama produksi drama film ini.

Lembar Kerja Kameramen

Camera Report

PROSES KERJA KAMERAMEN FILM
Contoh Camera Report

Blocking Camera

PROSES KERJA KAMERAMEN FILM
Contoh Blocking Camera

Spesifikasi Kamera

PROSES KERJA KAMERAMEN FILM
Contoh Spesifikasi Kamera

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai kameramen film.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai juru kamera, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Kameramen Film"

Berlangganan Gratis !