Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Tugas Editor Film

Proses Kerja Tugas Editor Film
Catatansibray.com - Jobdesk terakhir dalam pembuatan film dan menghasilkan karya visual gambar audio menjadi satu adalah seorang Editor. Bertanggung jawab pada saat produksi dengan melakukan editing, menjadikan suatu acara menjadi layak tayang.

Editor merupakan orang paling akhir dari seluruh pekerja produksi dimana pekerjaannya mengkolaborasikan berbagai unsur kreatif sehingga dapat memberi sentuhan seni pada hasil akhir drama film.

Kemampuan dasar seorang editor ini harus bisa membayangkan visual apa yang akan di tampilkan atau efek apa yang bagus untuk menambah warna layar film nanti. Jadi pada saat produksi, editor bekerjasama dengan sutradara bagaimana drama ini bisa terlihat menarik, tidak terlalu terang atau gelap. Penggunaan softwarenya juga harus bisa dikuasai minimal adobe premiere sudah cukup. Atau mau menambahkan efek di bumper, pakai after effect juga boleh.

Untuk lebih mempertajam gambar dan menggabungkan Effect, bisa pakai final cut pro. Tapi untuk pemula lebih bagusnya adobe premiere, ini sudah cukup bagus untuk editing film, bisa mengatur audionya juga.

Proses kerja tugas editor film dalam desain produksi atau disebut dispro, adalah bentuk laporan yang harus diberikan kepada produser sebagai bukti bahwa hasil kerja ini sudah selesai. Drama film ini dengan judul "TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!"


Pra Produksi

Tahap pra produksi merupakan tahapan awal untuk proses pembuatan suatu karya drama maupun non drama. Pada tahap ini, seorang editor diharapkan sudah ambil bagian untuk memberi masukan kepada sutradara dalam suatu gaya pengemasan karya yang akan dibuat.

Sebagai editor beserta rekan lainnya mendiskusikan tema serta ide cerita yang akan diambil guna memudahkan penulis naskah membuat sebuah skenario yang akan dijadikan sebagai karya drama film televisi. Pada akhirnya, tim produksi sepakat untuk memilih skenario yang telah dibuat oleh penulis naskah film yang berjudul “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”

Maka skenario yang telah dibuat, setelah dibaca, dipelajari, dan dipahami, rekan lainnya berkumpul untuk membahas konsep yang diinginkan oleh sutradara. Baik dari struktur cerita, penataan kamera, penataan lampu, penataan artistik, editing, dan pemain.

Pada tahap ini, seorang editor sudah merencanakan sistem kerja seperti apa yang akan diterapkan pada proses pembuatan drama film komedi ini. Seorang editor bertugas memahami skenario dan memberi masukan kepada sutradara dalam suatu gaya pengemasan karya yang akan dibuat.

Produksi

Pada tahap ini sebagai editor belum berperan banyak, hanya membantu rekan lainnya, seperti memberikan saran ide yang bagus kepada sutradara untuk membuat shot tambahan jika alur cerita ada yang dinilai kurang baik. Selain itu juga membantu penata artistik untuk setting lokasi. Lalu editor membuat laporan time code pada proses shooting, laporan time code untuk memudahkan editor pada proses editing.

Paska Produksi

Dalam tahap ini seorang editor menunjukkan skillnya. Menggabungkan video frame per frame, cut to cut, scene per scene, dan penambahan efek warna yang berkualitas. Pengerjaan editing ini juga harus membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan jangan ngantuk, usahakan ada kopi sebagai pendorongnya. Sutradara juga harus menemani editor memilih bagian video yang akan dipakai atau yang akan dihapus.

Penyusunan gambar juga tidak boleh terbali, nanti filmnya jadi aneh atau tidak jelas. Harus tetap mengutamakan konsep awal cerita yang sudah ditetapkan sutradara. Pengaturan bumper in atau out juga harus diperhatikan pada saat editing, apalagi ditambah ucapan thanks to dan behind the scene.

Saat render video dengan format AVI atau MP4 lalu ukuran tetap dari settingan kamera, yaitu 1080:1920 dan resolusi 16:9. Untuk mengetahui ini, harus di cek videonya pilih properties, lalu lihat bagian details.

Peran dan Tanggung Jawab Editor

Editor berusaha memberikan kuantitas dan kualitas visual pada drama film. melalui pemilihan shot, audio effect, dan menggabungkan menjadi video film yang layak untuk di tampilkan. Seorang editor bertanggung jawab dalam menentukan sistem kerja yang akan diterapkan selama proses paska produksi berlangsung. Bertanggung jawab penuh atas penyelesaian hasil akhir suatu karya audio visual.

Proses Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Konsep editing yang digunakan adalah continuity editing. Continuity editing adalah pengaturan scene per scene juga cut to cut secara berurutan. Tujuannya yaitu untuk menciptakan aliran yang halus antara shot yang satu dengan shot berikutnya, sehingga meyakinkan penonton bahwa gambar yang mereka lihat memang berkesinambungan.

Dalam metode editing, editor menggunakan transisi dan metode cut to untuk penyambungan antar shot dibeberapa adegan. Selain itu ada juga dibeberapa shot yang menggunakan teknik slow motion dan effect linear wipe.

Konsep Teknis

Pengerjaan kegiatan paska produksi ini dikerjakan dengan menggunakan media editing non linear yaitu menggunakan perangkat software Adobe Master Colections CS3, yang berisi software Adobe Premiere CS3, Adobe Photoshop CS3, Adobe Soundbooth CS3, dan untuk mastering menggunakan Nero Startsmart. Secara teknis, non linear editing memungkinkan pengeditan gambar dapat dilakukan secara acak.

Maksudnya, pengeditan tidak harus dikerjakan dari awal hingga akhir secara urut.
Berikut Spesifikasi alat editing yang digunakan:
  1. Prosesor Intel Pentium 4 3.66GHz
  2. Motherboard Advance G-Series
  3. Memori RAM DDR2 2GB (PC667)
  4. VGA NVIDIA GeForce 7200 GS - 512 MB
  5. DVD-R/ RW Lite-On
  6. VIA Capture Card PCI 1394 ( Fire Wire )
  7. Sound Card Realtek on Board
  8. LCD Monitor LG Wide 19”
  9. Satu unit camcorder Pannasonic NV-GS  untuk proses capture

Konsep Produksi

Sebagai editor menerima tugas ini dikarenakan memang tertarik pada bidang ini. Walaupun pengalaman di bidang editing dram film belum cukup banyak, tetapi yakin bahwa semua hal bisa dipelajari jika kita tertarik pada bidang tersebut. Maka atas dasar rasa ketertarikanlah terus mencoba belajar memahami tentang teknik pembuatan karya audio visual.

Tahapan-tahapan editing yang dilakukan adalah:

1) Off Line

Proses ini adalah tahapan awal editor untuk memilih, menyusun, atau merapihkan gambar video yang masih kasar hasil langsung dari shot kamera. Jadi pada saat editing nanti tidak perlu memilih video lagi, karena sudah disusun dan mengurangi waktu pengerjaannya.

Preview Screening
Pada tahap ini editor telah menerima keseluruhan bahan mentah atau materi shooting berupa kaset mini DV yang kemudian ditonton bersama dengan rekan satu tim. Hal ini juga dimaksudkan agar seorang editor mengenali semua bahan baku yang didapat dari hasil kerja satu tim di dalam proses produksi.

Capture
Di tahap ini editor melakukan pemindahan gambar atau transfer video hasil rekaman yang masih berbentuk pita kaset (mini DV) ke dalam komputer sehingga menjadi bentuk digital dengan format video AVI.

Logging
Dalam tahap ini seorang editor melihat catatan atau menyesuaikan shot-shot berdasarkan laporan time code agar nantinya juga dapat memudahkan seorang editor untuk memilah video yang sesuai dengan laporan time code, dan sesuai dengan kebutuhan skenario.

Assembling
Pada tahap ini, editor mulai menyusun dan menyambung setiap shot  berdasarkan urutan scene pada skenario. Tapi penyambungan yang dilakukan masih sangat kasar dan masih menggunakan durasi yang sebenarnya harus disesuaikan laporan time code.

Rough Cut
Pada tahap ini, editor memotong dan membuang adegan-adegan yang tidak dipakai dan merangkumnya menjadi satu alur cerita. Lalu memilih shot-shot yang dianggap sudah mewakili apa yang diinginkan atau dibutuhkan skenario.

Sebagai editor melakukan penyusunan pertama berdasarkan inti cerita yang ingin dicapai. Setelah alur cerita terbentuk, editor memperlihatkannya pada rekan lain, karena membutuhkan masukan-masukan dan saran ide.

Fine Cut dan Triming
Pada tahap ini editor mulai melakukan pemotongan dan penghalusan gambar yang sudah tersusun rapih. Kemudian periksa kembali setiap potongan antar shot yang masih kurang baik. Dalam tahap ini editor juga memberikan efek atau transisi sebagai penyambungan atau perpindahan shot dan scene. Tujuan dari tahap ini adalah agar alur cerita tersusun baik dengan insert shot yang tepat.

2) On Line

Pada tahap ini seorang editor mulai melakukan penggabungan dari hasil offline dengan memperbaiki kualitas gambar ditambah transisi serta effect-effect yang diperlukan. Kerangka dan alur cerita juga sudah terbentuk dari potongan gambar yang sudah disusun di tahap sebelumnya. Kemudian seorang editor menyempurnakan dan memperindah dari sisi penyajian audio dan visual, seperti:

Colour Grading
Adalah proses pengkoreksian warna dari setiap gambar yang telah selesai diedit guna mendapatkan persamaan warna antara gambar yang satu dengan yang lainnya.

Titling
Ini tahap untuk memberikan title, editor menggunakan software pendukung, dalam hal ini editor menggunakan Adobe Photoshop CS3, Adobe After Effect CS Serta  Adobe Premiere Pro CS3.

Audio Mixing
Setelah melalui proses penyuntingan gambar, maka proses yang harus dilalui selanjutnya adalah Audio Mixing, yaitu menyatukan dan menyelaraskan suara sekaligus memberikan tambahan seperti musik instrument atau sound effect yang dapat mendukung penceritaan.

Release Master
Setelah proses editing selesai dan editor telah melakukan berbagai perbaikan, sebelumnya rekan satu tim mengadakan pertemuan untuk menonton hasil karya sebelum diserahkan. Setelah melakukan perbaikan, maka hasil akhir drama komedi “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” dicetak atau ditransfer ke dalam bentuk VCD, DVD, dan Mini DV untuk proses output. Total durasi dari drama film komedi ini adalah 30 menit.

Kendala Produksi

Masalah yang editor alami pada saat melakukan proses pembuatan drama film komedi ini adalah:
  • Kendala pertama adalah ketika dipertengahan proses editing terjadi kerusakan file project premiere yang mengharuskan kembali melakukan editing ulang.
  • Karena over durasi rekan–rekan tim mencoba menghapus shot bahkan scene yang sekiranya tidak terlalu berpengaruh terhadap kesinambungan film ini.
  • Proses pembuatan opening yang di buat di Adobe Flash CS3 yang ternyata format videonya tidak support di adobe premiere CS3 membuat editor harus mengakali dengan berbagai cara, dan akhirnya dengan cara merekam menggunakan program capturing screen.

Lembar Kerja Editor

Opening

Proses Kerja Tugas Editor Film
Contoh Opening

Logging Picture

Proses Kerja Tugas Editor Film
Contoh Logging Picture

Laporan Editing

Proses Kerja Tugas Editor Film
Contoh Laporan Editing

Time Code

Proses Kerja Tugas Editor Film
Contoh Time Code

Spesifikasi Alat Editing

Proses Kerja Tugas Editor Film
Contoh Spesifikasi Alat Editing

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus disain produksi atau dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai editor film.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai editor, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Tugas Editor Film"

Berlangganan Gratis !