Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film

Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film
Dispro Penata Artistik Film
Sebelum membahas tugas penata artistik, kita harus tahu arti dari kata tata artistik. Tata berarti menata, berurutan, atau penyusunan. Artistik dari katanya saja seperti sebuah seni media 2 dimensi dan 3 dimensi. Artistik bisa dibilang seorang ahli visual art, membuat kreativitas seni murni atau Fine Art, dan seni pakai/terapan atau Applied Art.

Dari kedua unsur seni tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu dengan menciptakan sebuah karya visual, seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni ilustrasi, seni arsitektur, seni kriya, dan lain-lain. Bentuk visual juga harus mempunyai susunan atau komposisi dari satu kesatuan seperti sebuah garis, warna, teksture, cahaya, ruang, ritme/nada/irama, dan komposisi. Kembali lagi dengan kata tata artistik film, yang berarti suatu divisi unit project bertugas untuk menciptakan atau melengkapi keindahan didalam kegiatan produksi acara film.

Tugas dan tanggung jawab seorang penata artistik film ini membutuhkan sebuah tim dan ide untuk merencanakan seni visual apa yang akan diperlihatkan oleh penonton. Dalam tim ini harus ada salah satu kreator yang kreatif dan imajinatif dalam tim, lalu bisa menggambarkan desain sketsa dalam bahasa tulis. Tim tata artistik ini juga saling bekerjasama dan berkolaborasi satu sama lain agar dapat memenuhi kebutuhan divisi lain sesuai skenario yang akan ditayangkan.

Mungkin sangat sederhana namun harus terlaksana. Tim telah mempersiapkan berbagai macam art yang dapat menunjang drama film ini seperti set lokasi, rumah, property, wardrobe, dan make up, sehingga masih kental dengan nuansa-nuansa pedesaan. Untuk itu penata artistik harus melakukan beberapa hal dan sesuatu yang harus dipahami.


Pra Produksi

Penata artistik mengikuti proses briefing sebelum produksi dimulai. Berawal dari perencanaan ide film cerita, telah ditentukan secara bersama-sama. Pembuatan naskah drama yang pada setiap scenenya diperlukan artistik sebagai pelengkap cerita.

Gambaran cerita dalam pengambilan gambar, untuk membantu kameramen mengambil gambar yang menarik. Setelah berdiskusi dengan tim, penata artistik melakukan kerjanya, seperti:

Melakukan bedah skenario

Ini untuk mengetahui semua set yang diperlukan untuk semua adegan yang termasuk dalam sebuah drama film, Jadi setiap adegan, percakapan yang mengaitkan pada sebuah keadaan. Miisalnya dalam acara ijab kabul, maka art director harus mulai membuat list set apa saja yang diperlukan.

Contoh kostum pengantin baik lelakinya maupun perempuannya, ada penghulu dan saksi yang memakai pakaian resmi dan juga diberi backdrop kain besar yang menutupi tembok agar tampak indah.

Merinci apa saja yang dibutuhkan

Jika sudah tahu set apa saja yang dibutuhkan,maka sudah dapat memulai membuat checklist benda-benda apa saja yang dibutuhkan. Misalnya topi, kalender, sepeda, kandang burung dan masih banyak lagi yang masih dibutuhkan dalam drama televisi ini. Tak hanya properti yang kecil sebagai pemanis dari sebuah ruangan, make up sampai wardrobe bisa menjadi salah satu tanggung jawab seorang art director untuk menyiapkannya.

Merencanakan budget

Penata artistik ini juga harus bisa menentukan barang apa saja yang akan dibeli tau perlengkapan apa saja yang dibutuhkan pada setip secene. membuat pelaporannya secara terperinci untuk diberikan ke produser. Dalam produksi film ini tetap melihat budget yang terkumpul dan pastinya membeikan barang yang murah namun di desain kembali dengan menarik.

Analisa skenario

Sebelum produksi dimulai, penata artistik berdiskusi dengan sutradara untuk memastikan perlengkapan mana yang harusnya dipakai. Tetap dalam perintah sutradara karena yang menciptakan ide cerita pasti sudah tahu artistik yang akan dijadikan pelengkap dalam cerita drama film ini. Jika ada artistik yang mempunyai harga tinggi, akan digantikan dengan harga yang murah, namun harus sesuai dengan desain artistik yang diminta oleh sutradara.

Membuat rancangan set desain

Arti set desain ini berarti menggambarkan lokasi syuting baik indoor maupun outdoor. Set desain property, menggambarkan barang pelengkap untuk menunjang proses produksi nanti. Ditambah set desain kostum atau disebut wardrobe, berfungsi memperindah tampilan peran pemain film setiap scene.

Produksi

Tahap proses produksi film dengan judul “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang dilakukan penata artistik adalah berkolaborasi dengan sutradara dan juga kameramen. Dimana jika ada property yang kurang atau penambahan alat, penata artistik harus siap memperbaikinya dan membuat kembali bagaimana caranya property tersebut harus sesuai dengan permintaan sutradara.

Bekerjasama dengan kameramen, artinya penata artistik juga melihat layar yang ditangkap oleh kameramen apakah dilayar tersebut terlihat menarik atau apa ada tambahan property lagi. Jika ada penambahan atau pengurangan property, tetap berdiskusi dengan sutradara.

Tugas penata artistik ini memerlukan stamina yang energik karena jika ada perubahan secara mendadak, pastinya harus bergegas dengan cepat dengan merubah desain kembali sesuai permintaan suradara. Jadi pada saat produksi berlangsung, penata artistik siap merubah set desain dari penampilan lokasi, peralatan pelengkap, dan wardrobe yang dipakai pemain film ini.

Paska Produksi

Apabila drama film telah selesai tentu saja rekan tim yang pertama harus mengevaluasi drama televisi ini dari berbagai sudut, terutama penata artistik dalam set desain yaitu kekurangan- kekurangan dalam penataan artnya dan jika telah di evaluasi maka tim akan melakukan hal sebagai berikut:

1. Mengembalikan macam-macam property baik itu barang-barang kita sendiri maupun barang pinjaman atau sewaan. Terutama property rumah dan wardrobe karena disitu banyak sekali barang pinjaman semua.

2. Melihat kembali hasil perekaman video yang ditangkap kameramen, dan meminta capture untuk membuat list breakdown apakah ada perubahan atau pengurangan property pada setiap scenenya. Melakukan review kembali dari video tersebut sekaligus membantu editor film dalam proses editing, berikan alasan kenapa ada properti atau wardrobe yang kurang, dan jika ada tampilan property yang tidak sesuai, meminta editor untuk crop layar atau bagaimana caranya menutupi gambar yang tidak terlihat menarik.

Peran dan Tanggung Jawab

Menjadi seorang pengarah Artistik akan didukung oleh:
  1. Penggambar sketsa
  2. Koordinator Konstruksi
  3. Set Dresser
  4. Costume Designer
  5. Property Master 
  6. Penata Rias
  7. Penata Rambut 

Berikut peran dan tanggung jawab penulis sebagai penata artistik:
  1. Membuat Konsep tata artistik (set, property, make up, wardrobe)
  2. Membuat Breakdown penata artistik
  3. Membuat Floor plan
  4. Membuat foto lokasi dan foto sampling kostum
  5. Menyusun peralatan atau equipment
  6. Menyusun anggaran artistik
  7. Penyedia dan penata property
  8. Penyedia dan penata kostum
  9. Penata rias atau make up
  10. Penata rambut 
  11. Mencari referensi tata artistik
  12. Mengamankan property (baik sebelum ataupun sesudah produksi)
  13. Kroscek ulang semua property 

Konsep Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Dalam drama televisi yang kami buat “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” mencari lokasi yang cocok untuk mendukung suatu ide cerita. Walaupun lokasi ditengah perkotaan namun tidak menghilangkan nuansa adat, kebiasan dan kebudayaan jawa. maka itu kami telah menentukan lokasi yang cocok yaitu daerah bogor karena disana masih banyak nuansa pedesaannya.

Dari pencahayaannya di lokasi tersebut juga mendukung kontras, yang artinya tidak terlalu terang atau gelap, dengan didukung warna alam seperti awan, pohon, sawah dan lain-lain. Karena set lokasi pedesaan, peralatan untuk property melengkapi ruangan memudahkan penata artistik membuat konsep jaman dahulu, seperti adanya sepeda ontel, lukisan jawa, topi caping, dan lain-lain.

Dari segi make up juga berkonsep nuansa di pedesaan, artinya tidak perlu banyak bahan untuk merias wajah pemeran tokoh. yang penting tetap pada konsep pedesaan dan menarik untuk dilihat penonton. Perlengkapan wardrobe juga harus disesuailan dari setiap scene, jadi jika tidak ada kostum yang sesuai, kita harus siap menyewa baju untuk kepentingan film ini.

Konsep Produksi

Sebagai art director menyediakan semua kebutuhan shooting sesuai dengan alur cerita drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” diantaranya seperti kostum yang sesuai dengan tokoh yang akan diperankan, contohnya Tono yang mengenakan baju lurik, celana bahan dan blangkon saat bermain dan bergaul dengan teman-temannya. juga Asep dan Ucok sesuai dengan karakter masing-masing.

Seperti Asep adat sundanya dengan berpakaian santai namun berlogatkan bahasa sunda. Tak lupa juga Ucok sedikit beringas dengan suara yang lantang namun mereka berdua yang selalu perhatian kepada Tono dalam setiap masalah Tono. Penulis juga menyediakan peralatan make up seperti bedak, lipstik, lipsglos, foundation, eye shadow, blas on, pensil alis lalu menyerahkan pada crew yang sudah ditunjuk untuk membantu penata artistik dalam membuat karakter tokoh dalam cerita drama film ini lalu menyiapkan property dan setting yang sesuai dengan scene atau adegan yang akan diambil.

Konsep Teknis

Dalam konsep teknis sebagai art director menggunakan konsep make up yang natural seperti hanya menggunakan foundation, bedak dan lipglos pada setiap tokoh yang diperankan dalam drama film ini namun tetap membentuk karakter tokoh sesuai dengan cerita drama televisi “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” karena dalam cerita drama televisi ini lebih menonjolkan kehidupan seorang anak muda yang bernama Tono keturunan Raden Mas atau darah biru yang mempunyai masalah yaitu ia harus segera menikah sebelum umurnya menginjak 28 tahun dikarenakan wasiat dari almarhumah ibunya.

Jadi disini Tono tidak memerlukan make up yang berlebihan atau tidak ingin menimbulkan efek lain contohnya efek mempesona dan terlihat tampan. Sedangkan dalam segi kostum atau Wardrobe lebih memilih untuk tidak terlalu formal hanya sebagian saja mungkin pada saat acara ijab kabul, dikarenakan sifat Tono yang lugu dan tetap biasa saja.

Lalu untuk setting yang digunakan sesuai dengan scene yang akan diambil misalnya dalam lokasi rumah Tono yang sebenarnya tidak ada nuansa rumah dengan adat jawa namun penata artistik akan merubahnya dengan pemakaian property rumah adat jawa yang mungkin sederhana namun berkesan rumah adat jawa. Scene yang lain juga misalnya dikamar tono diubah menjadi kamar pengantin yang nyaman. Tidak lupa juga untuk scene yang diluar rumah lokasinya misalnya di pos atau rumah Karina, akan menambahkan propertinya yang mendukung sesuai lokasinya berada.

Kendala Produksi

  1. Waktu shooting yang tidak sesuai rencana dan tidak dilakukan selama 3 hari berturut-turut dikarenakan pemainnya sangat kurang untuk melakukan shooting dan kita harus mengikuti jadwal dari pemain–pemain.
  2. Persiapan yang lama dan memakan waktu cukup lama hingga shooting berlangsung tidak sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan, dan karena cuaca yang kurang mendukung.
  3. Lokasi yang tidak jadi digunakan dan lokasi baru yang sudah pasti, namun tidak digunakan dengan alasan mengejar waktu agar tidak mengundur waktu shooting, dan lokasi baru seperti jembatan, dan kali.
Namun penulis sebagai art director mencoba untuk mencari solusi dengan coba desain kostum pada setiap pergantian scene misalnya seperti pada saat shooting yang dilakukan, harus jumping scene sebagai art director harus mengingat, menyiapkan dan merapikan terlebih dahulu kostum properti seperti kumis karena kostum dan kumis yang digunakan pada scene tersebut tidak rusak dan kostum yang rapih atau sebaliknya bila kostum yang akan digunakan harus kotor.

Art director harus membuat kotor kostumnya namun kotor tersebut harus tetap sama (continuity) dengan adegan selanjutnya yang harus memakai kostum yang kotor karena hanya menyediakan satu kostum saja pada tokoh utama dalam drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” demi menjaga kontinuitas pada scene selanjutnya.

Lembar Kerja Penata Artistik

Breakdown Tata Artistik

Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film
Contoh Breakdown Tata Artistik

Set Design

Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film
Contoh Set Design

Floorplan

Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film
Contoh Floorplan

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus disain produksi atau dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai penata artistik.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai penata artistik, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Contoh Tugas Desain Produksi Tata Artistik
Naskah Program Talk Show Desain Tata Artistik
Proses Kerja Tugas Editor Film

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Tugas Penata Artistik Film"

Ikutin Artikelnya Bray, Gratis!