Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Tugas Penulis Naskah Film

Proses Kerja Tugas Penulis Naskah Film
Dispro Penulis Naskah Film
Orang yang bekerja menulis cerita atau skenario untuk sebuah tayangan sinetron atau drama film disebut penulis naskah atau script writer. Skenario merupakan awal pembuatan film dengan gaya penyampaian menggunakan bahasa watak tokoh yang diperankan. Sebagai struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat dalam proses produksi.

Penulis naskah film berfungsi bagi sutradara dan kameramen untuk menentukan visualisasi, susunan shoot, adegan, dan sequent. Sebagai tangan kanannya Sutradara, penulis naskah harus bisa membantu memberikan informasi tentang lokasi yang dibutuhkan, berapa banyak perbincangan atau percakapan dialog, serta riset apa saja yang dibutuhkan untuk kepentingan pembuatan drama film.

Disini juga dapat membantu produser dalam mengestimasi biaya produksi yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan cerita dalam drama film berlangsung, sehingga tidak salah mengeluarkan biaya yang besar atau bisa diperbincangkan dahulu sebelum membeli properti untuk digunakan nanti.

Fungsi penulis naskah film harus bisa membuat script yang bisa membantu editor. Script juga merupakan guide bagi editor pada saat proses editing berlangsung. Dalam tugas akhir karya film, penulis naskah membangun skenario dengan drama yang berjudul “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” membuat laporan-laporan hasil pekerjaannya seperti sinopsis, karakteristik tokoh, skenario, dan treatment atau scene plot. Akan dijelaskan proses kerja penulis naskah di desain produksi ini dari pra produksi, produksi sampai pasca produksi.


Pra Produksi

Penulis naskah mendapatkan ide cerita “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” dari sutradara sendiri setelah mengajukan berbagai naskah hingga akhirnya mempunyai ide cerita yang sangat menarik dan akhirnya memilih dalam karya akhir ini. Karena sebagai penulis naskah merasa ide cerita yang disampaikan oleh sutradara ini menarik dan unik, namun tidak mengambil cerita tersebut mentah-mentah.

Mengambil premise dari cerita tersebut dan dikembangkan sesuai dengan imajinasi, karena naskah yang akan dibuat adalah cerita dilema pencarian seorang Istri, maka sebelum memulai menulis naskah “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” membayangkan menjadi seorang yang terjebak dalam suatu dilema yang mengharuskan dia menikah padahal untuk mempunyai seorang pacar saja sangat sulit sekali, akhirnya penulis naskah mulai membangun cerita.

Setelah itu menciptakan tokoh RM. Hartono Suryodiningrat (Tono), seorang pemuda lugu keturunan ningrat yang mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan seorang wanita. Kemudian membuat sinopsis yang akhirnya dikembangkan menjadi sebuah naskah drama film. Setelah naskah “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” selesai, penulis naskah mengajukan script yang sudah selesai dibuat kepada tim produksi.

Tim saling memberikan masukan mengenai naskah yang diajukan untuk lebih menyempurnakan cerita tersebut. Lalu tim produksi pun menyetujui naskah untuk diproduksi. RM. Hartono Suryodiningrat (Tono), seorang pemuda lugu keturunan ningrat yang mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan seorang wanita yang dipaksa menikah dengan ayahnya RM. Suryadinigrat karena surat wasiat mendinag Istrinya.

Hingga kemudian dia menceritakan hal ini pada dua sahabatnya (Asep dan Ucok) agar Tono bisa mendapatkan jodoh dalam waktu satu bulan seperti yang dikatakan ayahnya, hingga akhirnya munculah Karina yang diyakini oleh Tono bahwa dialah jodoh sejatinya namun ternyata ayahnya mengajukan sebuah syarat kepada Tono bahwa dia harus bisa mengalahkannya dalam pertandingan panco agar bisa menikahi Karina, Tono pun tak menyerah di bantu oleh dua sahabatnya Tono berlatih keras hingga akhirnya Tono bisa mengalahkan ayahnya Karina dan mereka pun menikah. Dimulai dari point–point tersebut kemudian terbuatlah sinopsis.

Ide Pokok

Setelah cerita didapat, sebelum membuat jalan ceritanya lebih lanjut, terlebih dulu melakukan riset tentang karakter yang diciptakan. Mulailah penulis naskah memikirkan ide pokok dari cerita drama ini, karena ide merupakan titik awal keberadaan sebuah cerita, tentang apa yang akan disampaikan kepada penonton. Hal itu menjadi sangatlah penting karena cerita yang akan diangkat dalam drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” ini bercerita tentang RM. Hartono Suryodiningrat (Tono), seorang pemuda lugu keturunan ningrat yang mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan seorang wanita yang dipaksa menikah dengan ayahnya RM. Suryadinigrat karena surat wasiat mendiang Istrinya.

Hingga kemudian dia menceritakan hal ini pada dua sahabatnya (Asep dan Ucok) agar Tono bisa mendapatkan jodoh dalam waktu satu bulan seperti yang dikatakan ayahnya, hingga akhirnya munculah Karina yang diyakini oleh Tono bahwa dialah jodoh sejatinya namun ternyata saat Tono hendak melamar Karina ayahnya mengajukan sebuah syarat kepada Tono bahwa dia harus bisa mengalahkannya dalam pertandingan panco agar bisa menikahi Karina, Tono pun tak menyerah di bantu oleh dua sahabatnya Tono berlatih keras hingga akhirnya Tono bisa mengalahkan ayahnya Karina dan mereka pun menikah.

Tema

Tema berhubungan erat dengan ide pokok, karena tema adalah sebuah dasar bagi penulis naskah untuk membuat skenario. Dalam drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” membuat tema dilema pencarian seorang istri. Namun untuk seorang yang lugu dan tak pernah dekat dengan seorang wanita karena mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan wanita. Terjadi dilema yang sangat berat dalam cerita ini, karena seorang yang lugu dan tak pernah dekat dengan seorang wanita karena mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan wanita harus dihadapkan pada situasi harus segera menikah sebelum umurnya 28 tahun karena surat wasiat mendiang ibunya.

Intisari Cerita atau Premise

Intisari cerita berhubungan erat dengan pesan yang ingin disampaikan. Begitupun drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang telah dibuat. Dalam cerita ini penulis naskah mencoba untuk menggambarkan betapa sebuah ketidakmungkinan menjadi sebuah kenyataan jika kita berusaha dan tidak putus asa.

Cerita ini mengisahkan tentang RM. Hartono Suryodiningrat (Tono), seorang pemuda lugu keturunan ningrat yang mempunyai sindrome bersin ketika dekat dengan seorang wanita yang dipaksa menikah dengan ayahnya RM. Suryadinigrat karena surat wasiat mendiang Istrinya dalam waktu satu bulan. 
Pesan moral dari drama film ini:
  • Jangan pernah putus asa dalam menghadapi setiap cobaan.
  • Sahabat bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapi.
  • Sahabat bisa menjadi tempat mencurahkan setiap permasalahan.
  • Bila memiliki permasalahan yang cukup berat terbukalah kepada orang terdekat.
  • Kejujuran adalah hal yang sangat mulia di mata Tuhan.
  • Jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh hal yang mustahil pun dapat terwujud.
  • Jadilah diri sendiri.

Struktur Cerita

1) Sinopsis
Sebelum naskah skenario dibuat, ada satu tahapan awal yang tidak boleh terlewat yaitu membuat sinopsis, walaupun tidak selengkap naskah skenario yang berisi dialog-dialog, akan tetapi sinopsis dapat dijadikan ringkasan cerita dari naskah skenario tersebut, karena sinopsis memuat isi cerita, tokoh, karakter, lokasi dan waktu. Panjangnya sinopsis tergantung dari panjang atau tidaknya durasi dari drama tersebut. Seperti drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang berdurasi 30 menit, sinopsisnya sepanjang satu setengah halaman.

Namun dalam desain produksi ini penulis meringkas sinopsisnya menjadi lebih sederhana, dengan tujuan agar cerita ini lebih mudah dipahami namun tanpa menghilangkan bagian-bagian penting dari cerita ini. Drama film bercerita tentang RM. Hartono Suryodiningrat atau biasa dipanggil oleh keluarga dan temannya dengan panggilan Tono, merupakan pemuda sopan, ramah, lugu dan cenderung polos. Umurnya kini telah menginjak 27 tahun. Ia tinggal di Kota Jakarta ini bersama Ayahnya yang bernama RM. Suryodiningrat.

Mereka hanya tinggal berdua dirumah karena Ibunda dari Tono telah meninngal sejak ia berusia 10 tahun. Tono merupakan Pemuda yang tertutup kepada wanita, hal itu mengakibatkan hingga usianya kini ia belum juga merasakan yang namanya berpacaran. Tono sangat canggung apabila berbincang dengan wanita, sehingga apabila ia sedang berbicara dengan wanita apalagi wanita itu adalah wanita yang ia kagumi atau suka ia pasti akan bersin-bersin.

Namun ternyata RM. Suryodinigrat (Ayah Tono) memberitahukan bahwa Tono harus segera menikah sebelum umurnya 28 tahun karena surat wasiat dari alm.Istrinya yang mengharuskan Tono menikah sebelum umurnya 28 tahun jika tidak semua harta warisan akan disumbangkan ke panti asuhan. Mengetahui hal itu akhirnya Tono dan ke 2 sahabatnya mencari cara agar Tono mendapatkan calon istri, namun dalam pencarian itu tiba-tiba muncul lah Karina (Gadis pujaan Tono yang selama ini dalam mimpinya hingga akhirnya Tono dapat berkenalan dengan Karina namun ketika Tono hendak melamar Karina tiba-tiba Ayahnya Karina memberikan syarat agar  Tono harus bisa mengalahkannya dalam pertandingan panco baru Tono dapat menikah dengan Karina.

Akhirnya Tono berlatih keras agar bisa memenangkan pertandingan itu dan pada tiba saatnya hari pertandingan akhirnya Tono bisa memenangkan pertandingan dan menikah dengan Karina sang pujaan hatinya yang selama ini dalam mimpinya.

2) Plot
Plot adalah jalan cerita dari awal hingga akhir. Ada dua jenis plot, yaitu plot lurus dan plot bercabang. Pada drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” memakai plot lurus, karena jalan ceritanya terfokus seputar konflik yang terjadi pada tokoh utama. Semua konflik yang terjadi dalam drama ini berkaitan dengan benang merah cerita yaitu bagaimana RM. Hartono Suryodiningrat (Tono) menghadapi sebuah dilema, bagaimana ia mendapatkan calon Istri dalam waktu satu bulan karena surat wasiat mendiang Ibunya.

Dengan membuat plot terlebih dahulu, penulis naskah sudah tahu kemana arah tujuan cerita, apa pokok permasalahannya, dan bagaimana solusinya, dan itu merupakan suatu keuntungan. Dengan begitu penulis tidak akan kehilangan ide untuk menyambung cerita satu sama lain. Struktur Plot line yang baik umumnya diawali dengan konflik, komplikasi, dan resolusi, atau yang biasa disebut struktur drama tiga babak. Dalam pembuatan skenario “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA!!!” penulis menggunakan struktur plotline tiga babak, yaitu:

Babak 1 – Awal : pengenalan konflik.
RM. Hartono Suryodiningrat atau biasa dipanggil oleh keluarga dan temannya dengan panggilan Tono, merupakan pemuda sopan, ramah, lugu dan cenderung polos. Tono merupakan Pemuda yang tertutup kepada wanita, hal itu mengakibatkan hingga usianya kini ia belum juga merasakan yang namanya berpacaran.

Tono sangat canggung apabila berbincang dengan wanita, sehingga apabila ia sedang berbicara dengan wanita apalagi wanita itu adalah wanita yang ia kagumi atau suka ia pasti akan bersin-bersin. Oleh karena itu RM.Suryodiningrat (Ayah Tono) memberikan waktu 1 bulan pada Tono bahwa ia harus menikah, dan apabila dalam kurun waktu 1 bulan ini ia tidak menikah, maka seluruh hartanya akan disumbangkan dan Tono tak mendapat harta 1 sen pun.

Hal itu dilakukan RM. Suryodiningrat karena 2 hal, pertama karena surat wasiat dari istrinya yang mengharuskan tono menikah sebelum umurnya 25 tahun, dan yang kedua ia khawatir dengan masa depan Tono, apabila tidak diancam seperi itu ia tidak akan menikah-menikah alias menjadi bujangan tua dan ayahnya belum sempat menikahkannya.

Babak 2 – Tengah : komplikasi masalah, resolusi sementara konflik utama.
Tono memiliki 2 sahabat yang bernama Asep dan Ucok, dilihat dari namanya mereka berasal dari 2 suku yang berbeda. Asep berdarah Sunda, sedangkan Ucok berdarah Batak, hal demikian yang memperindah persahabatan 3 pemuda itu, ada yang berasal dari Jawa, Sunda dan Batak.

Asep dan Ucok selalu memberikan masukan, semangat dan ilmu agar Tono menjadi Pemuda yang tidak tertutup dengan Wanita, berbagai cara dilakukan keduanya agar menjadikan tono seorang lelaki. Tono pun berkeluh kesah kepada 2 sahabatnya Asep dan Ucok, mereka berfikir keras bagaimana caranya bisa mendapatkan wanita yang pas untuk Tono.

Dan pada akhirnya berbagai ide gila pun muncul dan dijalani Tono, ini semua paling tidak sampai surat warisan ditandatangani oleh Ayah Tono dan Tono mendapatkan harta warisan tersebut. Suatu ketika munculah Karina, dia adalah wanita pujaan Tono yang selama ini muncul dalam mimpinya lalu akhirnya timbullah suatu ide agar Tono dapat berkenalan dengan Karina.

Babak 3 – Akhir : resolusi masalah atau klimaks.
Tono berniat melamar Karina namun ternyata ayah Karina memberikan tantangan kepada Tono bahwa ia harus bisa mengalahkan Ayah Karina Sendiri dalam pertandingan panco, lalu ke dua sahabatnya melatih Tono agar bisa menjadi pemenang hingga akhirnya Tono bisa mengalahkan ayah Karina namun di saat itu pula ayahnya Tono telah menyiapkan acara pernikahan dengan Sri (calon dari ayahnya Tono) namun karena ayahnya Karina yang sangat sangar menggertaknya akhirnya Sri dan ayahnya kabur dan Tono pun bisa menikah dengan Karina.

3) Karakter
Karakter dapat dikatakan sebagai sifat, watak dan atau perilaku yang menjadi ciri khas yang dapat membedakan antara tokoh yang satu dengan yang lain. Karakter harus sesuai dengan peran yang dimainkan, misalnya seorang hansip atau penjaga keaman lingkungan tentu saja berbeda dengan petugas kepolisian.

Baik itu dari tata bahasa, gaya bicara, gaya pakaian, bahasa tubuh, dan lain sebagainya, itupun demi menghidupkan karakter tokoh yang ada di dalam cerita tersebut.
Beberapa jenis karakter yang biasanya ada dalam sebuah cerita, yaitu:
a) Karakter Protagonis : Disebut juga karakter utama yang mewakili sisi kebaikan dari sebuah cerita. Dalam drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA!!!” RM. Hartono Suryodiningrat berkarakter protagonis atau tokoh utamanya.

b) Karakter Sidekick : Karakter yang berpasangan dengan karakter protagonis, tugasnya membantu tugas protagonis dalam mencapai tujuan.

c) Karakter Antagonis : Karakter yang berlawanan dengan protagonis, biasanya tokoh ini sebagai musuh atau lawan protagonis. Dalam drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang berkarakter antagonis adalah RM. Suryadinigrat.

d) Karakter Kontagonis : Karakter yang membantu setiap aktivitas antagonis untuk menjadi lawan atau musuh protagonis dan sidekick.

e) Karakter Tritagonis : Karakter pendamping protagonis ataupun pendamping antagonis.

4) Latar atau Setting
Latar atau setting adalah lokasi dimana kejadian dalam cerita itu berlangsung. Pentingnya sebuah lokasi maka diusahakan sangat mirip dengan kenyataan bagi cerita nyata dan sesuai dengan imajinasi penulis naskah bagi cerita fiksi.

Menurut Elizabeth Lutters dalam bukunya Kunci Sukses Menulis Skenario, setting dibagi menjadi 2 yaitu media atau tempat dibedakan lagi menjadi in door (dalam ruangan) dan out door (luar ruangan). Dalam drama film ini, penulis naskah lebih banyak menggunakan setting in door. Karena dalam cerita ini banyak aktivitas di dalam rumah.

5) Judul
Terjadi diskusi serta perdebatan yang cukup panjang saat kami ingin memberi judul pada drama ini. Maka akhirnya berinisiatif untuk meminta bantuan dari teman-teman di jejaring sosial facebook untuk memberi nama yang cocok bagi cerita ini dengan bantuan sinopsis yang kami muat di account facebook penulis.

Kami mendapatkan respon yang positif dari teman-teman dan mereka memberikan masukan judul cukup banyak. Akan tetapi sepertinya dari sekian banyak nama yang disarankan, tidak ada satupun yang cocok dengan intisari dari cerita. Hingga suatu hari, Galuh yang menjadi sutradara pada drama film ini memberi masukan judul “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” dengan tujuan mempermudah orang untuk mengingat drama film ini.

Selain itu juga karena drama film ini rencananya akan dibuat subtitle berbahasa Inggris, maka kami mencari judul yang sekiranya jika dituliskan dan diucapkan dalam bahasa Inggris mempunyai makna yang sama dengan bahasa Indonesia. Namun tetap tidak mengesampingkan intisari dari cerita ini, karena judul merupakan gambaran cerita keseluruhan.

6) Treatment
Treatment dibuat setelah penulis naskah merampungkan sinopsis, karena tujuan dari pembuatan treatment itu sendiri adalah untuk memudahkan sutradara maupun penulis naskah untuk membuat urutan-urutan peristiwa agar mendapatkan dramatis cerita yang tepat.

7) Skenario dan Struktur Dramatik
Dibutuhkan konsistensi dan konsentrasi untuk mengerjakan sebuah skenario yang kelak diproduksi bersama, karena skenario ini akan menjadi acuan sebuah produksi drama. Begitu pentingnya skenario sehingga tidak jarang mengalami beberapa kali perubahan, dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan menyesuaikan kemampuan tim serta alat yang tersedia.

Unsur dramatik sendiri dibuat untuk menimbulkan gerak dramatik pada cerita atau pada pikiran dan perasaan bagi penonton drama tersebut. Konflik merupakan salah satu unsur dramatik, karena konflik adalah masalah yang dibuat dengan maksud menghambat tujuan akhir cerita sehingga menambah dramatis sebuah cerita. Unsur dramatik cerita “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” terjadi saat RM.Hartono Suryadinigrat dapat mengalahkan ayahnya Karina berkat ciuman dari Karina yang membuat Tono kembali bersemangat dan seperti mendapat kekuatan yang luar biasa.

Produksi

Saat memasuki tahapan produksi, tidak menutup kemungkinan seorang penulis skenario ikut membantu mendampingi sutradara, produser, dan kameramen dalam memvisualisasikan sebuah naskah menjadi bentuk gambar dan suara.

Mengingat keterbatasan tim produksi, setiap tim inti seperti produser, penulis naskah, sutradara, kamerawan dan editor memegang posisi yang sama pentingnya. Akan tetapi kami sangat bersyukur sekali, karena pada saat proses produksi berlangsung banyak sekali teman yang membantu, baik dalam segi teknis maupun non teknis. 

Sehingga mempermudah kerja kami pada saat produksi. Sebagai seorang penulis skenario, haruslah berlapang dada serta harus siap menerima hasil akhir setelah naskah skenario diproduksi dan divisualisasikan menjadi sebuah drama film.

Paska Produksi

Sebagai penulis skenario, berusaha untuk menjaga alur cerita dan kesepakatan bersama antara tim produksi. Penulis naskah juga tetap berkomunikasi dengan sutradara apabila terdapat perubahan alur cerita.

Peran dan Tanggung Jawab Penulis Naskah

Sesuai dengan pengertian penulis naskah yaitu orang yang menciptakan dasar bagi pembuatan drama dalam bentuk script, maka peran penulis skenario yaitu menulis naskah cerita yang akan diproduksi menjadi bentuk audio visual.

Adapun tanggung jawab seorang penulis skenario yaitu:
  • Menciptakan dan menulis cerita dalam bentuk naskah atas dasar ide cerita sendiri atau ide dari orang lain yang telah disepakati.
  • Membuat ide cerita, sinopsis, treatment dan skenario, atau langsung berupa skenario.
  • Menjadi narasumber bagi pelaksanaan proses produksi dan paska produksi.

Sedangkan hak-hak penulis skenario diantaranya:
  • Mendapat bahan acuan atau referensi yang memadai untuk menunjang penulisan skenario.
  • Mendapatkan kelengkapan bahan penulisan skenario dalam bentuk riset ataupun contoh karya drama lain yang serupa yang pernah diproduksi.
  • Mendapatkan waktu yang memadai untuk melaksanakan proses riset dan proses penulisan skenario.
  • Memberikan pertimbangan dan persetujuan apabila ada perubahan, pengurangan dan penambahan materi dasar dalam skenario (ide dasar, plot, dialog, karakter, tokoh-tokoh).
  • Dicantumkan namanya pada credit tittle dan bahan publikasi lainnya.

Proses Penciptaan Karya

Layaknya sutradara disebuah panggung sandiwara, Tuhan menciptakan berbagai karakter manusia yang beragam di dunia ini. Berangkat dari itu penulis tergerak untuk menciptakan beragam karakter manusia dalam sebuah cerita drama yang sesuai dengan imajinasi penulis, tentunya melalui penulisan skenario ini hal itu bisa terwujud.

Dalam pembuatan skenario “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!" mengembangkannya dalam struktur drama tiga babak. Struktur ini merupakan struktur dasar dalam membangun sebuah cerita yang perlu diketahui. Walaupun struktur ini bukan merupakan suatu formula yang dapat menjamin kesuksesan cerita, namun struktur tiga babak ini merupakan sebuah fondasi dalam membentuk skenario yang solid untuk sebuah drama film, baik yang berdurasi panjang maupun pendek.

Konsep Kreatif

Dalam persiapan produksi atau pra produksi, ada tiga orang “Juru kunci” yang sangat berpengaruh dalam penentuan pelaksanaan produksi. Mereka adalah produser, sutradara, dan penulis naskah itu sendiri. Untuk itu, penulis naskah harus bekerja sama dengan produser dan sutradara dalam mengemas konsep ide dasar kreatif menjadi suatu cerita yang di kemas dalam karya audio visual berupa drama film.

Hal yang paling utama dalam produksi sebuah drama film adalah ide. Dan seorang penulis naskah di tuntut untuk kreatif dalam mengembangkan ide dasar tersebut menjadi sebuah jalan cerita yang nantinya akan dituangkan ke dalam sebuat skenario yang nantinya akan di eksekusi oleh sutradara menjadi sebuah karya audio visual.

Konsep Produksi

Dalam menulis sebuah skenario, hal awal adalah menentukan ide dan tema. Setelah ide dan tema tersebut ditentukan, penulis merumuskannya ke dalam sebuah sinopsis yang merupakan tahap awal penulisan naskah, Skenario dapat dikatakan sebagai patokan dalam sebuah produksi ide cerita ditemukan dan disepakati bersama.

Konsep Teknis

Dalam pembuatan skenario “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” penulis mengembangkannya dalam struktur drama tiga babak. Struktur ini merupakan struktur dasar dalam membangun sebuah cerita yang perlu diketahui. Walaupun struktur ini bukan merupakan suatu formula yang dapat menjamin kesuksesan cerita, namun struktur tiga babak ini merupakan sebuah fondasi dalam membentuk skenario yang solid untuk sebuah film drama, baik yang berdurasi panjang maupun pendek.

Struktur drama tiga babak ini terbagi menjadi:
Babak 1 : Awal permulaan konflik
Babak 2 : Tengah atau komplikasi masalah
Babak 3 : Akhir resolusi masalah

Kendala Produksi

Dalam produksi drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”, sebagai penulis naskah  menjalankan tugas tentulah tidak terlepas dari kendala yang dihadapi. Berikut ini adalah beberapa kendala pada saat proses produksi, dari pra sampai paska produksi, serta solusi yang dilakukan untuk mengatasinya:
1. Ketika tahap penulisan naskah skenario waktu yang ada hanya sedikit untuk menyelesaikannya.

2. Karena waktu penulisan skenario berbenturan dengan kegiatan lain yang dijalani penulis terbatas, solusinya penulisan naskah dikerjakan dari malam hingga menjelang pagi hari. Karena pada waktu tersebut merupakan saat-saat yang tepat untuk mendapatkan ketenangan dan konsentrasi untuk menulis naskah.

3. Terjadi beberapa kali perubahan naskah dan pengembangan cerita dari hasil imajinasi dan riset yang penulis lakukan bersama sutradara. Namun hal itu harus disesuaikan dengan budget dan kemampuan crew, solusinya tetap konsisten dan stabil menulis naskah sesuai dengan imaginasi penulis naskah dan kesepakatan dari tim produksi.

Lembar Kerja Penulis Naskah

Sinopsis

Judul : “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”
Tema : DRAMA KOMEDI
Production Company : BSI
Project Tittle : “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”
Produser : Ahmad Fauzi
Sutradara : Achmad Noer Galuh
Penulis Naskah : Aris Mustofa

Sinopsis Cerita :
RM. Hartono Suryodiningrat atau biasa dipanggil oleh keluarga dan temannya dengan panggilan Tono, merupakan pemuda sopan, ramah, lugu dan cenderung polos. Umurnya kini telah menginjak 25 tahun. Ia tinggal di Kota Jakarta ini bersama Ayahnya yang bernama RM. Suryodiningrat. Mereka hanya tinggal berdua dirumah karena Ibunda dari Tono telah meninngal sejak ia berusia 10 tahun. Tono merupakan Pemuda yang tertutup kepada wanita, hal itu mengakibatkan hingga usianya kini ia belum juga merasakan yang namanya berpacaran. Tono sangat canggung apabila berbincang dengan wanita, sehingga apabila ia sedang berbicara dengan wanita apalagi wanita itu adalah wanita yang ia kagumi atau suka ia pasti akan bersin-bersin.

Namun ternyata RM. Suryodinigrat (Ayah Tono) memberitahukan bahwa Tono harus segeramenikah sebelum umurnya 28 tahun karena surat wasiat dari alm.Istrinya yang mengharuskan Tono menikah sebelum umurnya 28 tahun jika tidak semua harta warisan akan disumbangkan ke panti asuhan.

Mengetahui hal itu akhirnya Tono dan ke 2 sahabatnya mencari cara agar Tono mendapatkan calon istri, namun dalam pencarian itu tiba-tiba muncul lah Karina (Gadis pujaan Tono yang selama ini dalam mimpinya hingga akhirnya Tono dapat berkenalan dengan Karina namun ketika Tono hendak melamar Karina tiba-tiba Ayahnya Karina memberikan syarat agar Tono harus bisa mengalahkannya dalam pertandingan panco baru Tono dapat menikah dengan Karina.

Akhirnya Tono berlatih keras agar bisa memenangkan pertandingan itu dan pada tiba saatnya hari pertandingan akhirnya Tono bisa memenangkan pertandingan dan menikah dengan Karina sang pujaan hatinya yang selama ini dalam mimpinya.

Karakteristik Tokoh

PROSES KERJA TUGAS PENULIS NASKAH FILM
Contoh Karakteristik Tokoh

Skenario

PROSES KERJA TUGAS PENULIS NASKAH FILM
Contoh Skenario

Treatment atau Scene Plot

PROSES KERJA TUGAS PENULIS NASKAH FILM
Contoh Treatment

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai penulis naskah film.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai penulis naskah, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Penulis Naskah Radio Non Berita
Program Dokumenter Televisi Tugas Penulis Naskah
Proses Kerja Tugas Sutradara Film

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Tugas Penulis Naskah Film"

Ikutin Artikelnya Bray, Gratis!