Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Tugas Produser Film

Proses Kerja Tugas Produser Film
Catatansibray.com - Produser adalah orang yang memimpin dan bertanggung jawab terhadap proses berhasil atau tidaknya dalam sebuah produksi, mulai dari awal hingga paska produksi. Seorang produser harus tahu semua aspek dalam memproduksi apapun. Kalau perlu sampai hafal jalan cerita di dalam sebuah karya film dan semua jadwal kegiatan melebihi siapapun dalam produksi itu.

Setelah take pun selesai, seorang produser masih terlibat dalam proses penyuntingan dan sentuhan akhir. Wajib menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya, karena jika produser sakit tidak dapat berfungsi sebagai promotor produksi. Padahal praktisnya hanya dialah yang memiliki wawasan menyeluruh tentang jalannya produksi.

Aspek kenyamanan itu juga penting bagi jalannya produksi demikian pula waktu istirahat, jika produksi tidak selesai hari itu juga, konsumsi dan jadwal penyajiannya disesuaikan dengan jadwal kerja.

Seorang produser juga mengkoordinasikan dan mengontrol semua aspek produksi, dimulai dari pengembangan ide sampai mengawasi pemain yang akan di casting. Meski peranan tersebut tidak menjadi suatu keharusan atau tergantung pada kondisi. Produser akan memimpin dengan sebaik-baiknya. Agar produksi tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

Membuat hal-hal yang berkaitan dengan jalannya produksi drama ini seperti, working schedule, breakdown budgeting, take voice schedule, membuat surat perizinan, membuat kontrak kerja, equipment list, dan lain-lain. Dalam proses pembuatannya, produser akan ikut mengawasi dari awal hingga akhir produksi dan mengatur keperluan lain yang tak kalah penting.


Pra Produksi

Persiapan produksi tim untuk membuat suatu hasil karya drama film sebaiknya dibuat terlebih dahulu konsep produksi yang dipersiapkan dengan matang. Tim produksi mulai melakukan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing. Memikirkan kesulitan yang akan dihadapi selama produksi berlangsung.

Tahapan berikutnya adalah tim mulai menentukan tema cerita yang akan diangkat sebagi sebuah drama film yang akan diproduksi nantinya. Penulis naskah film pun mengutarakan tema dan cerita tersebut. Setelah naskah siap dalam segala hal, tim memulai untuk mencari pemain yang merasa cocok dengan karakter yang telah ditentukan dalam cerita.

Kemudian beralih ke pencarian lokasi yang kiranya juga cocok dengan cerita yang sudah ada. Setelah lokasi shooting sudah didapatkan, tim mulai menentukan jadwal shooting yang tentunya harus dicocokkan dengan jadwal si pemain, yaitu dari tanggal dan jadwal yang telah di tentukan untuk melaksanakan shooting terpaksa tim membagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama tim lakukan pada awal bulan Mei, dan sesi kedua dilakukan pada pertengahan Mei. Hal itu terpaksa tim lakukan mengingat jadwal, keseharian dari para pemain cukup padat dan tidak cocok satu sama lain. Tahapan-tahapan dilakukan sebagai seorang produser sebelum memasuki tahap produksi shooting, yaitu:

Penyusunan Kerabat Kerja

Sebelum merencanakan proses pembuatan drama film ini, produser beserta anggota lainnya bersama-sama menyusun jabatan kerja sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setelah semua tersusun dengan rapih dan jelas. Sebagai produser dengan anggota lainnya baru melanjutkan ke tahap berikutnya.

Riset dan Konsep Ide Cerita

Dalam tahap ini, produser dan anggota lainnya mulai untuk memikirkan ide cerita yang tercetus dari penulis naskah. Namun itu semua tak lepas pula dari campur tangan produser, sutradara film, tim produksi lainnya, juga para sumber ahli lainnya. Setelah menjadi suatu kesatuan ide cerita yang utuh dan atas persetujuan bersama, kami melakukan beberapa riset.

Disaat kami merasa ide cerita kami sudah kuat untuk dijadikan sebuah naskah, kami pun sepakat untuk menjadikannya sebuah naskah yang akan kami angkat menjadi sebuah drama film. Kemudian tim produksi pun sepakat untuk memberikan judul cerita ini menjadi “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA!!!” untuk menjadi cerita yang akan kami jadikan drama film.

Hunting Pemain

Pembuatan Drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” mempunyai langkah selanjutnya yaitu, hunting pemain, Untuk  mendapatkan peran Tono dan Karin yang merupakan tokoh sentral dalam drama ini, produser melakukan diskusi yang cukup panjang. Sebab karakter ini harus mempunyai yang khas dan menarik.

Proses ini pun dilakukan kepada semua pemain di drama “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA!!!”. Dengan segala bujuk rayu dan kesediaan kami untuk menanggung konsekuensi yang ada, kami pun berhasil untuk mengajaknya bermain di drama film ini. Dari semua calon pemain, kami melakukan pemilihan secara selektif kepada pemeran yang dianggap mampu memainkan karakter yang dibutuhkan pada skenario perannya masing-masing.

Casting dan Reading

Casting adalah proses memilih sebuah peran yang dipandang sesuai dengan ide cerita yang dibutuhkan pada drama film tersebut. Pada tahapan ini produser dibantu oleh sutradara dan penulis naskah. Tipe casting yang dipilih adalah pertama casting by type, disesuaikan dengan fisiognomi pemeran yang dibutuhkan dalam drama film juga tipe casting.

Kemudian kami pun berlanjut ke proses reading. Reading adalah proses membaca naskah secara bersama-sama guna mengarahkan pemeran sesuai dengan skenario dan pencapaian kreatif yang diinginkan seorang sutradara. Saat reading, tim produksi berusaha keras membangun keakraban dengan mereka dan juga antara pemain satu sama lain, yang sebelumnya belum pernah kenal sebelumnya.

Perlu perlakuan khusus untuk semua pemain. Tidak mudah untuk menjadikan mereka bisa memerankan tokoh masing-masing, disinilah tantangan kami untuk dapat mendekatkan diri. Terutama sutradara kami harus lebih pintar mengambil hati agar pada saat proses shooting kendala apapun bisa diminimalisir. Kendala tidak cocoknya jadwal talent, menjadi suatu kesulitan bagi produser. Mereka cukup mempunyai jadwal yang padat.

Hunting Lokasi

Tahap berikutnya tim produksi mulai mencari-cari lokasi yang cocok untuk cerita drama film ini. Setelah berhari-hari hunting lokasi, kami pun mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan lokasi shooting. Setalah diskusikan dengan tim produksi, maka disepakati mengambil lokasi shooting yang sudah ditentukan.

Anggaran Biaya

Setelah membuat shooting schedule, produser dapat merincikan beberapa biaya yang akan dikeluarkan atau dibutuhkan mulai dari pra produksi sampai paska produksi berlangsung. Kemudian atas persetujuan tim, jumlah dari perincian tersebut kami bagi rata sesuai dengan jumlah crew dalam tim.

Melengkapi Perizinan dan Lokasi

Mengenai perijinan, terutama lokasi shooting tidak dapat diabaikan karena akan berakibat fatal dan akan berpengaruh pada berjalannya shooting tersebut. Kelancaran produksi akan terhambat jika tim tidak mendapat perizinan lokasi. Produser melakukan survey lokasi, mempelajari atau mengakseskan perizinan lokasi tersebut.

Melakukan hunting tentang lokasi yang bersangkutan guna mendapat informasi seperti, transportasi yang akan digunakan, waktu untuk mencapai lokasi dan rute jalan serta melihat kondisi  yang sekiranya dapat mempermudah dan meminimalisir kendala disaat produksi berlangsung.

Izin beberapa Lokasi yang digunakan untuk keperluan shooting merupakan hasil dari bantuan dari para tim mengajukan surat permohonan izin diberikan oleh pihak kampus kepada pihak bersangkutan yang akan bertanggung jawab pada lingkungan atau daerah tersebut, bahwa kami memakai daerah tersebut sebagai lokasi shooting.

Produksi

Komitmen dalam menjaga kekompakkan kerja tim sudah kami tekankan dari awal proses produksi drama film ini. Sebagai produser harus tetap menjaga solidaritas di dalam tim. Sudah kami sepakati bahwa hal atau masalah sekecil apapun akan selalu kami bicarakan secara terbuka. Baik masalah intern antar tim, maupun masalah ekstern.

Agar tidak mengganggu jalannya proses produksi ini. Shooting dilakukan 2 tahap, tahap pertama  mulai dari tanggal 12 dan 13 juni 2010 dan tahap ke-2 dari tanggal 19 hingga 20 juni 2010. Mengapa jadwal kami seperti ini, karena kami menyesuaikan dengan apa yang di inginkan oleh talent. Sebagai seorang produser, bertanggung jawab dalam mengatur segala hal. Mulai dari pra produksi, produksi, dan paska produksi. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

Konsumsi

Konsumsi merupakan unsur penting dalam proses produksi. Hal ini tidak bisa dianggap ringan. Dalam menjalankan proses produksi, tim sangat membutuhkan energi yang cukup banyak. Tanpa adanya konsumsi, tim tidak akan mendapatkan energi yang cukup. Dengan makanan yang berkualitas dan porsi yang cukup akan menambah semangat bagi tim juga talent.

Transportasi dan Akomodasi

Transportasi adalah sesuatu yang menunjang demi lancarnya produksi ini. Untuk memperlancar jalannya produksi, talent selalu antar jemput, agar selalu tepat waktu. Tidak terlalu mernbuang waktu dan biaya, tim menyiasatinya untuk bermalam di lokasi. Apabila talent ada yang pulang, maka crew kami akan menjemputnya agar shoting berjalan sesuai dengan rencana.

Paska Produksi

Memasuki tahap paska produksi dapat dikatakan sebagai proses penyelesaian. Sebagai seorang produser, diharuskan turut ambil dalam tahapan ini. Seperti yang sudah disinggung, bahwa produser terlibat dalam semua proses mulai dari pra produksi, produksi, juga pasca produksi.

Pada masa paska produksi, produser akan menjadi lebih berperan sebagai pengayom semua anggota kelompok. Karena penyuntingan adalah proses kerja yang panjang antara sutadara dan editor.

Produser bisa menjadi penengah yang baik bila terjadi ketegangan diantara mereka. Selain itu, seorang produser juga harus menyiapkan prasarana pengeditan, menyiapkan segala bentuk laporan yang dilakukan untuk penyusunan karya tulis. Sebagai produser harus memantau berjalannya proses editing. Sudah sejauh manakah proses editing tersebut.

Selain itu sebagai produser juga memberikan dateline kepada editor film pada minggu pertama, agar semua bisa berjalan dengan semestinya. Selain memantau, produser juga dapat memberikan masukan yang kreatif kepada editor atau sutradara jika ditengah proses editing terjadi beberapa kendala. Setelah proses editing selesai, tim produksi dapat melanjutkan laporan terlulis masing-masing jabatan.

Peran dan Tanggung Jawab Produser

Menjadi seorang produser sangat memegang tanggung jawab yang besar. Segala sesuatunya harus diperhitungkan dengan matang. Dari mulai segi waktu, keuangan, juga kekompakkan dalam tim. Sebagai produser juga berusaha agar semua ketentuan dan kriteria yang harus dimiliki seorang produser. Semaksimal mungkin sebagaimana mestinya seorang produser bertindak. Dalam produksi ini, sebagai produser bertanggung jawab seperti berikut:
  • Ikut membantu menemukan ide cerita.
  • Menyusun perancangan design produksi.
  • Mencari calon pemain dan ikut ambil dalam proses casting.
  • Membantu dan mengatur proses reading.
  • Mencari lokasi shooting dan mengurus perizinan lokasi.
  • Menyediakan sarana dan prasarana penunjang shooting.
  • Mengumpulkan dana untuk proses produksi dari setiap personil tim.
  • Mencatat setiap pengeluaran dan pemasukkan yang terjadi selama masa pra produksi, produksi, dan paska produksi berlangsung.
  • Membuat jadwal shooting untuk tim juga talent.
  • Mengatur tim dan mengawasi jalannya produksi sesuai dengan jadwal dan design produksi yang telah ditentukan.
  • Bertanggung jawab atas seluruh hasil produksi baik dari segi dana maupun hasil akhir produksi.

Proses penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Seperti yang kita tahu, bahwa kenyataannya sekarang ini makin banyak masyarakat Indonesia yang semakin pintar untuk memilih acara tontonan yang baik. Namun hal itu tidak menghapuskan juga bahwa masih banyak juga masyarakat yang terpedaya oleh pembuat-pembuat Drama film yang hanya mengutamakan keuntungan pribadi dan naiknya rating acara.

Untuk itu kami mencoba menjadi salah satu pembuat karya yang tidak hanya memperhatikan kepentingan etika dan pribadi saja, namun juga untuk kepentingan para penonton dengan menyisipkan pesan moral.

Pada drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA!!!”, berbagai teknik dipadukan untuk dapat mempengaruhi penonton. Mulai dari isi cerita, akting pemain, komposisi gambar hingga tahap editing.

Semua dipadukan menjadi satu bagian yang tak terpisahkan agar drama televisi ini menjadi tontonan yang menarik dan berkualitas. Tahap awal konsep kreatif ini dengan adanya ide cerita dari seorang penulis naskah, kemudian dikembangkan kembali oleh sutradara.

Tentunya dengan persetujuan bersama tim kami, akhimya kerangka cerita tersebut dirubah menjadi sebuah naskah matang oleh penulis naskah. Dalam konsep kreatif kami lebih menonjolkan kekuatan pesan dalam drama film ini.

Konsep Produksi

Dari pematangan ide yang sudah ada, kemudian tim produksi melakukan riset, mencari pemain, melakukan casting dan reading, hunting lokasi bersama tim produksi dan mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk produksi nanti.

Produser sebisa mungkin mempersiapkan semuanya secara matang, walaupun kami masih banyak kekurangan tapi, kami mau berusaha membuat drama film ini menjadi yang terbaik.

Karena banyak yang harus dipertimbangkan agar disaat hari produksi dimulai akan berjalan dengan lancar. Dengan segala sesuatu hal yang sudah terkonsep secara matang, kendala yang mungkin akan terjadi bisa dengan mudah teratasi.

Produser mengatur jadwal shooting tetapi seringkali kami merasa kesulitan ketika jadwal pemain berselisih satu sama lain. Untuk lokasi tim produksi cukup direpotkan dengan jarak tempuh yang biasa dikatakan jauh.

Namun, lokasi tersebut sangat mewakili gambaran yang ada di dalam cerita kami. Saat produksi sebagai produser selalu tekankan untuk selalu menjaga kekompakkan, walaupun terkadang sedikit pasti ada perbedaan pendapat. Tetapi tim kami mampu mengatasinya dengan cara melakukan koordinasi produksi yang baik dengan semua kerabat kerja.

Dengan adanya 7 orang yang tergabung dalam tim produksi ini, semua harus sadar akan tugas dan tanggung jawab masing-masing, agar pada saat produksi semua berjalan lancar.

Produser membuat prosedur yang berisi semua kegiatan shooting, siapa saja pemain yang terlibat, peralatan, konsumsi, evaluasi dan perencanaan untuk shooting hari berikutnya. Kemudian diperbaharui tiap harinya, apabila ada perubahan saat di lapangan.

Karena ada salah seorang crew yang merangkap dua profesi, yaitu lightingman dan audioman. Tim produksi menyiasati sebelum pengambilan gambar, tata cahaya terlebih dahulu di setting, agar pada saat pengambilan gambar crew yang merangkap dua profesi bisa lebih berkonsentrasi pada penataan suara.

Konsep Teknis 

Produksi drama film menggunakan single kamera camera MD 10000. Mengapa kami memakai kamera jenis ini, karena karena kami terkendala oleh biaya. Yang terpenting bagaimana kami menyajikan gambar dengan sebaik-baiknya dan juga dengan angel-angel yang sangat menarik. Untuk masalah listrik, itu bisa di atasi dengan baik.

Jenis lampu yang kami pakai di produksi ini adalah red head 4 buah, dedo 1 buah dan kino yang kami buat sendiri. Setelah tahap produksi, masuk ke paska produksi. Dimulai dari meng-capture, memilih gambar yang diperlukan lalu meyunting gambar dan memasukkan ilustrasi musik.

Untuk konsepnya, produser sudah mempercayakan kepada sutradara dan kameramen film. Namun seorang produser terus memantau proses jalannya penyuntingan gambar sampai finishing bersama-sama dengan sutradara dan penulis naskah agar editor lebih mudah untuk mendapatkan masukan-masukan jika terjadi kesulitan nantinya.

Kendala dan Solusi

Kendala yang tim produksi hadapi adalah sebagai berikut:
1. Dalam proses casting kami cukup direpotkan saat harus mengatur jadwal telent. Terkadang talent yang satunya bisa, tapi talent yang satunya berhalangan datang. Tetapi masalah terselesaikan karena tim tetap berusaha bersama mencari solusinya, dan akhirnya masalah itu terpecahkan.

2. Ketika pertama kali take, berjalan lumayan sulit dikarenakan perlu beradaptasi dengan para pemain lainnya. Tetapi, dengan berjalannya waktu semua jadi lebih akrab dan kompak.

3. Produser cukup dibuat pusing dengan cuaca yang tidak bersahabat. Solusinya, karena cuaca terlihat gelap, lightingman kami berinisiatif untuk menambahkan pencahayaan yang telah tim persiapkan.
4. Pada saat H–1 ternyata lighting yang kami sudah sewa itu tidak ada. Malam itu juga kami sewa lampu ke teman kami, dan akhirnya lighting itu ada.

5. Pada saat syuting terakhir, ternyata uang produksi kami habis. Lalu kami akhirnya patungan untuk menutupi keperluan di hari itu.

Lembar Kerja Produser

Working Schedule

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Working Schedule

Breakdown Budget

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Breakdown Budget

Equipment List

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Equipment List

Shooting Schedule

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Shooting Schedule

Call Sheet

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Call Sheet

Daily Production Report

PROSES KERJA TUGAS PRODUSER FILM
Contoh Daily Production Report

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai produser film.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai produser, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Tugas Produser Film"

Berlangganan Gratis !