Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Kerja Tugas Sutradara Film

Proses Kerja Tugas Sutradara Film
Dispro Sutradara Film
Sutradara adalah orang yang bertanggung jawab mengatur bagaimana aktor ataupun artis harus tampil optimal dalam sebuah drama film. Sutradara memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Di lapangan seorang sutradara berperan sebagai manajer, kreator, dan sekaligus inspirator bagi anggota tim produksi dan para pemeran.

Peran yang sedemikian besar mengharuskan sutradara memahami benar konsep cerita, memahami situasi lingkungan maupun psikologis para pelibat produksi, dan juga harus memahami bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan semua tim produksi. Ibarat tubuh manusia, sutradara adalah otaknya, dan yang lain adalah seluruh anggota badan. Otak memerlukan anggota badan untuk mewujudkan gagasan, badan memerlukan otak untuk mengendalikan.

Sutradara juga merupakan seorang yang bertanggung jawab terhadap kualitas gambar film sebagaimana tampak di layar dalamnya bertugas sebagai pengontrol teknik sinematik, penampilan pemeran, kredibilitas dan kontinuitas cerita yang di sertai elemen–elemen dramatis pada produksinya. Seorang sutradara berperan melakukan karya seni audio visual, sedangkan pengarah acara televisi berperan malakukan liputan audio visual atas momentum sebuah acara.


Pra Produksi

Tahap ini mutlak diperlukan untuk mempersiapkan konsep produksi dengan matang serta memperhitungkan kendala yang akan dihadapi dan sekaligus mencari solusi yang cepat dan tepat untuk mengatasinya. Pada saat pra produksi yang sutradar lakukan adalah menganalisa skenario, hunting lokasi, casting talent, dan membuat director treatment.

Banyak praktisi drama baik drama panggung, televisi, ataupun layar lebar berpendapat bahwa tahap ini adalah awal yang sangat penting dalam proses produksi sebuah karya drama. Karena berhasilnya tahap produksi dan paska produksi, tergantung dari kerjasama yang baik dalam sebuah tim produksi dengan mempersiapkan segala hal yang akan diperlukan selama proses produksi dan paska produksi berlangsung.

Namun, proses produksi dan paska produksi pun tidak kalah penting.
Beberapa tahapan yang dilakukan saat pra produksi drama film:
  • Penentuan ide cerita
  • Pembuatan sinopsis dan naskah
  • Analisa skenario
  • Observasi dan penelitian
  • Hunting lokasi
  • Perumusan hasil hunting
  • Pembuatan director treatment
  • Pembuatan story board
  • Casting pemain
  • Reading naskah dan rehearsal.
  • Merancang teknis produksi dan paska produksi
  • Mengatur jadwal produksi
Langkah diatas tentunya tergantung dari tim yang menjalankan produksi tersebut. Dalam hal ini produser adalah orang yang bertanggung jawab penuh dalam proses pra, produksi, dan paska produksi. Sedangkan sutradara yang mengontrol jalannya sebuah produksi secara keseluruhan.
Pada drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang merupakan sebuah karya drama untuk menempuh jenjang kuliah jurusan broadcasting, mencoba untuk mempraktekkan ilmu yang telah di dapat selama masa perkuliahan.

Dalam mengangkat drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” menjadikan beberapa drama televisi seperti “Bajaj Bajuri” yang ditayangkan stasiun televisi Trans TV dan drama televisi komedi “Get Merried“, memiliki genre yang sama yaitu komedi sebagai referensi.

Menyusun Tim Produksi

Tim produksi drama film “TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!“ Sebenarnya baru terbentuk  beberapa minggu sebelum pendaftaran tugas akhir pada gelombang pertama. Tim ini merupakan gabungan dari 2 tim produksi pernah berkarya film di kampus yang sama. Sutradara, produser, kameramen, dan penata artistik merupakan tim produksi yang pernah membuat film berjudul "KORBAN KAMBING".

Sedangkan editor, penulis naskah, dan penata cahaya adalah tim produksi dengan karya film "THE GAME's". Penggabungan 2 kelompok ini diharapkan dapat menjadi sebuah kesolidan dalam pembuatan produksi ini, sehingga apa pun kendala yang dialami tim produksi dapat diselesaikan dengan baik.

Penulisan Skenario Drama Film

Berawal dari pencarian ide yang dilakukan sutradara selama sikitar 2 bulan, akhirnya mendapatkan sebuah ide cerita bertemakan komedi secara tidak sengaja. Terinspirasi dari kutipan seorang dosen di laboratorium bahasa, sehingga ide tersebut dibuat sebagai sinopsis drama film.

Dosen tersebut yang bernama Bapak Iman menceritakan seorang Bapak yang akan mewariskan seluruh harta kekayaannya apabila anaknya tersebut dapat memenuhi suatu permintaan yang diberikan oleh sang Bapak, maka dari itu sutradara mendesain suatu cerita yang garis besarnya berasal dari cerita tersebut.

Transformasi yang dilakukan sutradara menjadikan sosok Tono yang dituntut untuk menikah oleh Ayahnya yang bernama RM. Suryodiningrat, tetapi dikarenakan kelemahan Tono dalam memikat wanita sangat kesulitan dalam mencari jodoh. Maka dia meminta dua rekannya yang bernama Asep dan Ucok dalam memecahkan masalah tersebut.

Berbagai cara dilakukan oleh mereka untuk memecahkan masalah yang dialami Tono. Pada saat perjalanan menacari jodoh akhirnya Tono menemukan sosok wanita yaitu Karina, dan pada saat melamar, diberikan sebuah syarat oleh calon mertuanya untuk bisa mengalahkan Ayah Karina dalam permainan adu panco. Mendapat syarat demikian Tono berusaha keras untuk dapat jodohnya tersebut. Pada akhirnya Tono berhasil mengalahkan sang calon mertuanya dan mendapatkan jodoh yang diinginkannya.

Hunting Lokasi Shooting

Dalam tahap pra produksi drama film "TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”, langkah selanjutnya adalah hunting lokasi (mencari lokasi). Setelah didiskusikan dengan tim produksi yang lainnya, maka disepakati beberapa tempat akan yang dijadikan sebagai lokasi shooting, yaitu rumah biasa dalam komplek, pos ronda sekitarnya, dan rumah untuk dijadikan kedua.

Mengelola Peran

Untuk mendapatkan peran Tono dan Karina  yang merupakan tokoh sentral dalam drama ini, sutradara melakukan diskusi yang cukup panjang dengan penulis naskah. Sebab kedua tokoh ini mempunyai karakteristik yang sangat menarik.

Setelah sutradara bersama penulis naskah mendapatkan pemain yang menurut kami cocok dengan karakter yang dibutuhkan dalam skenario maka dilakukanlah proses casting, reading, dan rehearsal pemeran. Proses ini pun diikuti pula oleh hampir semua pemain yang akan terlibat dalam drama film ini.

Casting Pemain

Dari sejumlah calon pemain, sebagai sutradara melakukan pemilihan secara selektif kepada pemeran yang dianggap mampu memainkan karakter Tono, Karina, RM. Suryodiningrat, Asep, Ucok dan Sri dengan tepat, juga pemeran pendukung lainnya. Untuk itu bersama produser, dan penulis naskah melakukan proses pemilihan pemeran (casting).

Adapun fungsi casting adalah menyeleksi atau mencari calon pemain agar mendapatkan sosok pemeran yang sesuai dengan kebutuhan skenario. Setelah calon pemeran terkumpul, sutradara meminta agar calon pemeran untuk membaca dan memerankan penggalan cerita dari skenario. Kemudian melalui proses casting tadi, terbentuklah para pemain dengan karakter masing-masing menurut kebutuhan skenario.

Reading (Membaca Skenario)

Setelah mendapatkan calon pemain yang akan berperan sebagai Tono, Karina, RM. Suryadingrat dan tokoh-tokoh lainnya, sutradara mengumpulkan para pemain untuk memberikan pengarahan agar sesuai dengan skenario dan harapan yang diinginkan tim produksi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah membaca skenario (reading) sesuai dengan karakter yang dibutuhkan dengan arahan dari sutradara, penulis naskah, produser dan tim produksi lainnya. Fungsi ini untuk para pemeran tokoh dapat menghafal, memahami serta menjiwai karakter yang diperankan nanti pada saat shooting berlangsung.

Rehearsal (Latihan)

Kemudian sutradara mengadakan rehearsal atau latihan, disini para pemeran dilatih tata gerak (blocking, mimik, dan bahasa tubuh) sesuai dengan posisinya. Rehearsal berguna untuk membangun kepercayaan diri dan mood pemeran.

Memalui tahap ini, suutradara dapat melihat kepekaan, pendalaman dan kemampuan akting pemain dalam menguasai karakter tokoh yang diperankan. Dengan begitu, pada saat shooting nanti semua dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Konsep Penyutradaraan

Seorang sutradara harus menguasai teknik penyutradaraan secara keseluruhan. Mulai dari pengarahan blocking pemain hingga pembuatan director treatment. Hal ini mutlak diperlukan sebelum skenario diubah ke dalam bentuk audio visual. Hal ini sangatlah penting karena penokahan pada drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” memiliki berbagai macam karakter.

Seperti Tono yang memiliki sikap lugu dan kaku. RM suryodingrat yang memiliki sikap kharismatik dan Karina yang memiliki sikap kalem dan kemayu. Pengambilan gambar pada kamera moving lebih banyak mengunakan still karena dari berbagai macam referensi yang didapatkan, drama fil bergenre komedi banyak mengambil contoh shot tersebut.

Selain itu untuk menaikkan daya humor, menyisipkan beberapa backsound untuk menunjang apa yang diharapkan. Keberagaman shot pun mulai dari yang terkecil (extrem close up) sampai yang terjauh (long shot) digunakan sebagai bahan implementasi yang telah digunakan dalam masa pembelajaran kuliah.

Konsep Kreatif

Pada drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”, berbagai teknik dipadukan untuk dapat mempengaruhi penonton. Mulai dari isi cerita, akting pemain, komposisi gambar hingga tahap editing. Semua dipadukan menjadi satu bagian yang tak terpisahkan agar drama film ini menjadi tontonan yang menarik dan berkualitas.

Untuk dapat mendapatkan apa yang sutradara mau yaitu membuat penonton tertawa, maka mengarahkan langsung gaya atau mimik agar talent dapat mengikutinya. Pengarahan dalam pengunaan shot pun dilakukan langsung kepada penata kamera agar apa yang diinginkan dapat di implematasikan langsung dalam drama film ini. Ditambahkan lagi agar ada keselarasan ide cerita maka menyisipkan beberapa backsound agar apa yang dikehendaki dapat terwujud.

Konsep Produksi

Produksi drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” melakukan beberapa hal pada saat masa pra produksi. Seperti halnya drama film yang lain, proses penemuan ide, pembuatan skenario, casting, reading hingga rehersal tetap dilakukan, hal itu agar menunjang drama film yang kami garap mendapat hasil yang maksimal.

Drama film ini akan mengalami 4 hari proses pengambilan gambar, hal yang berat apabila kita menggarapnya secara terus menerus. Maka dari itu tim produksi telah bersepakat untuk mengatur jadwal sedemikian rupa hingga dalam proses produksi diluangkan waktu yang cukup untuk beristirahat. Proses penjadwalan dilakukan secara sistematis mungkin agar talent yang tidak ada jadwalnya dapat beristirahat, maka sutradara mengatur pengambilan gambar secara shot per shot.

Konsep Teknis

Film ini akan menggunakan perlatan produksi yang biasa kami pakai pada produksi sebelumnya. Untuk kamera kami menggunakan Panasonic MD 10000, Lighting redhead 2 unit, 2 lampu kinoflo dan boom mic condensor. Untuk proses penyuntingan gambar, kami akan menggunakan program Adobe Premiere.

Peralatan teknis itu kami gunakan dipakai karena beberapa alasan, yang pertama adalah peralatan yang kami gunakan telah kami cukup pahami sehingga dapat memperlancar produksi kali ini.  Selain daripada itu perlatan yang kami gumakan menunjakan dalam hal dana, sehingga biaya yang kami keluarkan sesuai dengan yang kami anggarkan.

Produksi

Proses pengambilan gambar drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” dilakukan dalam 4 hari, adapun pembagiannya sebagai berikut:
1. SHOOTING HARI PERTAMA, SABTU 12 JUNI 2010.
LOKASI POS RONDA
Scene 4 : EXT, Pos Ronda, Siang Hari
Tono menceritakan masalahnya pada Asep dan Ucok, ia meminta bantuan untuk mencarikan jodoh agar dapat mengelabui RM. Suryodiningrat. Dan akhirnya mereka mempunyai ide untuk menyamarkan Asep sebagai calon istri Tono.
Keterangan : Pos ronda di desain sedemikian rupa sehingga set dapat sesuai dengan apa yang diharapkan sutradara.

2. SHOOTING HARI KEDUA, MINGGU 13 JUNI 2010.
LOKASI RUMAH 
Scene 13 : EXT, Rumah Tono, Pagi Hari
Asep dan Ucok menjemput Tono, lalu mereka berjalan menuju tempat pertandingan.
Scene 15 : INT, Rumah Tono, Pagi Hari
RM. Suryodiningrat beserta keluarga Sri tengah menunggu Tono, dan setelah ditunggu ternyata baru diketahui Tono tidak ada dirumah, mengetahui hal itu RM. Suryodingrat menyuruh Mardi untuk mencari Tono.
Scene 17 : INT, Rumah Tono, Pagi Hari
Setelah memenangkan pertandingan Tono beserta Karina, Ayah Karina Asep dan Ucok pulang kerumah untuk meminta dinikahkan, sesampainya diryumah terjadi protes oleh Ayah Sri, tetapi setelah digretak oleh Ayah Karina, mereka pulang dan ijab kabul antara Tono dan Karina dapat dilaksanakan.
Scene 18 : INT, Kamar Pengantin, Malam Hari
Tono membawa Karina ke ranjang pengantin dan mereka bersiap untuk melakukan ritual malam pertama.
Keterangan : Lokasi di set sebagai lokasi resepsi pernikahan dan seluruh talent di rias sebagaimana karakter masing-masing, dan pengambilan shot close up beberapa talent dipercepat karena beberapa talent harus meninggalkan lokasi.
Scene 14 : EXT, lapangan, Siang Hari
Tono, Asep dan Ucok datang ke lapangan. Disana sudah bersiap Ayah Karina dan Karina. Sesampainya disana Tono dipersilahkan duduk dan pertandingan segera dimulai.
Scene 16 : Ext, Lapangan, Siang Hari
Pertandingan dimulai, setelah 2 babak Ayah Karina menang, Tono diberi semangat oleh Karina dengan memberikan ciuman. Setelah pemberian semangat itu Tono langsung dapat membalikan keadaan.

3. SHOOTING HARI KETIGA, SABTU 19 Juni 2010.
LOKASI RUMAH
Scene 10 : EXT, Teras Rumah Karina, Pagi Hari
Tono datang ke rumah Karina untuk melamar, dan pada sesat itu Auah karina bertanya pada Karina apakah mau menikah dengan Tono, Karina menjawab mau dan mendengar jawaban itu Ayah Karina memberikan syarat yaitu harus mengalahkannya dalam adu panco, Tono pun langsung menyetujuinya.
Scene 5 : INT, Rumah Tono, Siang Hari
Asep yang menyamar  menjadi perempuan datang ke rumah Tono, ia berbincang bersama Tono dengan RM. Suryodingrat. Pada saat perbincangan Asep tiba-tiba ingin buang air kecil dan ia diantar RM. Suryodiningrat ke kamar mandi.
Keterangan : Tokoh Asep di rias sebagai wanita untuk menunjang cerita.
Scene 6 : INT, Kamar mandi, Siang hari 
RM. Suryodingrat mengetahui penyamaran Asep, setelah ia melihat sep buang air kecil berdiri. Mengetahui hal tersebut RM. Suyodingrat langsung mengarahkan golok kepada Asep dan membuat Asep lari terbirit-birit.
Scene 2 : EXT, Rumah Tono, Pagi hari
RM. Suryodingrat menanyakan jodoh kepada Tono dan Tono menjawab belum memiliki calon, mendapati jawaban Tono demikian RM. Suryodingrat memberikan foto seorang wanita sebagai calon istrinya dan Tono pun setuju.

4. SHOOTING HARI KEEMPAT 20 JUNI 2010.
POS RONDA
Scene 7 : EXT, Pos ronda, Pagi hari
Ucok menertawakan kegagalan Tono dan Asep dan pada saat mereka berbincang, melintas Karina yang membuat Tono terpesona. Mereka bertiga merencanakan suatu cara agar Tono dapat berkenalan dengan Karina.
Scene 11 : EXT, Pos Ronda, Siang Hari
Tono menceritakan syarat panco yang diajukan Ayah Karina pada Asep dan Ucok, dan mereka berdua sepakat untuk membantu Tono untuk berlatih mengasah kekuatan tubuhnya.
JALANAN DEKAT POS RONDA
Scene 8 : EXT, Jalanan Sepi, Siang Hari
Karina yang sedang berjalan sendiri tiba-tiba disergap oleh Asep dan Ucok, mereka menyamar sebagai jambret dan tiba-tiba Tono datang untunk menolong. Terjadilah sandiwara perkelahian yang diakhiri kemenangan Tono. Setelah berhasil mengusir Asep dan Ucok Tono pun berkenalan dengan Karina dan meminta nomor handphone Karina.
Keterangan : Karena tokoh Asep berhalangan maka Tokoh Asep diganti oleh stuntman dan digunakan sarung sebagai kedoknya.
Scene 12 : EXT, Lapangan, Siang Hari
Tono Berlatih kekuatan bersama Asep dan Ucok, berbagai macam porsi latihan dilakukan demi memenangkan adu panco dengan Ayah Karina.
LOKASI RUMAH RUMAH
Scene 3 : INT, Rumah Tono, Malam hari
Sri datang ke rumah Tono, lalu ia dikenalkan kepada Tono. Mendapati wajah Sri yang tidak sesuai difoto Tono marah dan ia meminta kepada Ayahnya agar mencari jodoh sendiri.

Paska Produksi

Setelah tahapan pra produksi dan produksi selesai dilaksanakan, maka tahap berikutnya adalah paska produksi. Pada tahap ini, sutradara terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses editing. Sutradara memberikan arahan kepada editor terhadap stock shot yang ada, agar kerja editor tidak keluar dari skenario.

Namun proses editing sepenuhnya berada di tangan editor. Dalam hal ini juga diperlukan kerjasama antara sutradara, penulis naskah, produser dan editor dengan tujuan mendapatkan visi yang sama dalam menciptakan rangkaian cerita yang diinginkan dari skenario yang ada. Melalui proses editing ini kita dapat melakukan pemotongan gambar, penambahan efek, backsound, penaikkan atau penurunan atau penajaman warna gambar dan audio, hingga pembuatan credit title.

Setelah tahap editing ini selesai, maka sutradara dan tim produksi lainnya mengkonsultasikan hasil drama kepada para pembimbing dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui letak kekurangan dan mendapatkan pengarahan yang diberikan guna memperbaiki segala kekurangan yang ada.

Peran dan Tanggung Jawab Sutradara

Sutradara adalah seseorang yang menyutradarai program acara televisi yang terlibat dalam proses kreatif dari pra hingga paska produksi, baik drama maupun non drama dengan lokasi di studio (indoor) maupun alam (outdoor) dengan menggunakan sistem produksi single atau multi kamera. Tertulis dalam buku Naratama tahun 2000.
Peran dan Tanggung jawab sutradara secara keseluruhan, antara lain:
  • Membantu penulis naskah mengembangkan ide cerita serta karakteristik tokoh pada saat pra produksi.
  • Menyusun desain produksi bersama dengan tim produksi lainnya sesuai dengan jobdesk masing-masing.
  • Melakukan bedah naskah bersama penulis naskah.
  • Hunting lokasi.
  • Mencari dan melakukan casting pemain.
  • Bedah naskah bersama pemain.
  • Mengarahkan pemain pada saat rehearsal.
  • Membuat director treatment.
  • Bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan proses produksi (pra, produksi, dan paska) sesuai desain produksi yang telah dibuat.
  • Menjaga mood pemain.
  • Menjaga ritme kerja tim prtoduksi supaya target yang telah dibuat bisa tercapai maksimal.
  • Memberikan arahan kepada editor dalam proses editing agar tidak keluar dari skenario.

Proses Penciptaan Karya

Dalam drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!” yang dibuat untuk memenuhi persyaratan menempuh ujian tugas akhir jurusan Broadcasting ini, berperan sebagai sutradara. Menjadi sutradara adalah salah satu impian sejak di bangku sekolah. Bidang penyutradaraan juga bukanlah hal yang baru, karena sebelum kuliah pun sudah bergelut di dunia teater cukup lama dan sudah banyak drama panggung hasil karya yang sudah dipentaskan, baik itu sebagai penulis naskah, sutradara, maupun sebagai pemain.

Saat duduk di bangku kuliah pun tidak jauh berbeda, hampir di setiap produksi tugas karya kelompok sejak semester-semester awal perkuliahan, selalu ditempatkan menjadi sutradara untuk program drama dan dokumenter, ataupun sebagai floor director dan program director untuk program non drama. Menurut pandangan penulis, sutradara adalah seorang yang terlibat dalam proses pembuatan drama ataupun non drama mulai dari pra produksi, produksi, dan paska produksi.

Dalam arti sebelum memulai sebuah produksi, sutradara hendaknya terlebih dahulu menentukan ide cerita, melakukan analisis dan membentuk talent sesuai dengan karakter penokohan yang dibutuhkan, hunting lokasi dan membuat director treatment.

Berdasarkan pemikiran diatas, maka sutradara bersama kelompok kerja produksi lainnya akan berusaha semaksimal mungkin dalam memproduksi drama film ”TOLONG MENIKAH DENGAN SAYA !!!”. Dan dengan segala kerendahan hati, berharap mendapatkan hasil yang terbaik dari segala upaya, kerja keras, dan kesungguhan kami menuntut ilmu broadcasting selama ini.

Kendala Produksi

Talent

Pada saat masa produksi hampir sebagian talent mendapat halangan untuk proses pengambilan gambar, ada yang tiba-tiba sakit, ada kerjaan lainya dan masalah-masalah diluar dugaan. Maka dari itu waktu shooting banyak mundur untuk menunggu para talent.

Keterbatasan Dana

Hal ini tentulah sangat berpengaruh terhadap peralatan–peralatan produksi yang akan dipergunakan. Terutama mengenai tipe kamera yang ingin kami gunakan untuk produksi, yaitu kamera SONY PD170. Namun karena anggaran biaya sewa kamera tidak mencukupi untuk menyewa kamera tersebut, akhirnya kami mengurungkan niat dan menggantinya dengan tipe kamera PANASONIC MD10000.

Walaupun tipe kamera tersebut kurang memadai untuk produksi yang akan kami jalankan. Namun hal itu tidak menghambat pekerjaan kami dan kami tetap berusaha mendapatkan hasil yang terbaik walau peralatan yang kami gunakan cukup sederhana.

Peralatan

Pada saat produksi berlangsung sering sekali terjadi kendala pada lighting yang digunakan. Beberapa kali lampu yang kami gunakan untuk lighting putus, sehingga sebagai penata cahaya harus beberapa kali mengganti lampu yang rusak dengan yang baru.

Tercatat sampai tiga kali penata cahaya harus mengganti lampu yang digunakan untuk lighting, dan hal ini pun mengakibatkan jadwal produksi yang molor. Karena talent yang tadinya sudah siap untuk take, harus menunggu lighting-nya selesai diperbaiki. Dan berpengaruh juga pada anggaran belanja produksi yang membengkak untuk membeli lampu.

Cuaca

Pada saat proses produksi berlangsung memang sedang awal musim penghujan, dan hampir setiap hari turun hujan. Hal ini pun berpengaruh pada kelancaran proses shooting, yang harus menunggu hujan reda. Sebab tidak mungkin kami tetap melanjutkan jalannya shooting, karena suara tetesan air hujan pasti akan mengganggu kejernihan audio yang tertangkap mikrofon kamera yang sangat sensitif.

Lembar Kerja Sutradara

Casting List

PROSES KERJA TUGAS SUTRADARA FILM
Contoh Casting List

Director Treatment

PROSES KERJA TUGAS SUTRADARA FILM
Contoh Director Treatment

Script Breakdown Sheet

PROSES KERJA TUGAS SUTRADARA FILM
Contoh Script Breakdown Sheet

Story Board

PROSES KERJA TUGAS SUTRADARA FILM
Contoh Story Board

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro drama film. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai sutradara film.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai sutradara, dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program drama televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi film. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Program Dokumenter Televisi Tugas Sutradara
Program Director Radio Non Berita
Proses Kerja Tugas Produser Film

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Posting Komentar untuk "Proses Kerja Tugas Sutradara Film"

Ikutin Artikelnya Bray, Gratis!