Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser
Catatansibray.com - Perkembangan kreativitas program televisi saat ini telah melahirkan berbagai bentuk yang sangat beragam. Keunikan program televisi berjalan seiring dengan gaya hidup masyarakat di sekitarnya yang saling mempengaruhi. Sehingga muncullah ide-ide yang menampilkan format baru pada program televisi agar memudahkan produser, sutradara, dan penulis naskah menghasilkan karya spektakuler.

Penulis mencoba memberikan format program dokumenter, karena menyajikan cerita nyata, yang dilakukan penulis pada lokasi sesungguhnya. Gambaran juga shoot yang diberikan, disajikan dengan informasi yang sesungguhnya meskipun terdapat dari sebuah arsip. Dengan sebuah gaya perfilman dengan efek realitas yang diciptakan dengan cara penggunaan kamera, tata suara, dan lokasi.

Pada dasarnya genre dokumenter menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Selain mengandung fakta, juga mengandung subjektivitas penulis. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai macam tujuan.

Intinya jenis film ini berpijak pada realita yang hal-hal senyata mungkin. Perbandingan visual dan teks serta kualitas informasi yang disampaikan, meskipun penampilan gambar lebih ekonomis dibanding komentar atau narasi.

Tujuan penulis memilih judul program “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur”. Arti suara yang dimaksud adalah suara ayam pelung yang melengkung. Arti emas yang dimaksud membuktikan harga ayam pelung sampai jutaan rupiah. Dan yang dimaksud khas Cianjur adalah sebuah kota yang memiliki gambaran (ciri khas) ayam pelung.

Sebagai produser menentukan target audiensi untuk program televisi dokumenter secara umum terbagi menjadi dua yaitu, remaja berumur 13-17 tahun dan dewasa 18-35 tahun. Jenis kelamin adalah laki-laki 50% dan perempuan 50%. Dalam status ekonomi sosial memilih kelas B (menengah keatas) adalah orang-orang yang pendapatan 5 juta ke bawah, dan kelas C (menengah kebawah) adalah orang-orang yang pendapatan 2 juta ke bawah. Dengan durasi program 30 menit.

Jam tayang pada hari minggu pukul 08.00-08.30 WIB, karena pada hari minggu penonton libur dari pekerjaannya dan mencari tontonan yang layak untuk ditonton serta menarik, menghibur dan bermanfaat. Menentukan target audiensi sudah harus dipikirkan sejak awal, karena tidak mungkin dan tidak pernah ada acara televisi yang bisa ditonton oleh semua kalangan, usia, jenis kelamin, serta SES/Status Ekonomi Sosial.

Pemilihan program televisi dokumenter bersifat taping, karena berupa fakta yang berdasarkan bukti-bukti, catatan tertulis, sumber pelengkap, dan sejenisnya. Jadi pada saat proses perekaman di luar studio tidak bisa dapat langsung di edit.

Dalam pengambilan gambar sering terjadi pengulangan rekaman disebabkan oleh adanya alat produksi yang tidak berfungsi secara maksimal, seperti audio yang tidak maksimal menangkap suara narasumber atau kamera yang tidak merekam secara sempurna, serta adanya gangguan dari lokasi pelaksanaan rekaman.

Pengambilan gambar dengan satu kamera (single cam) untuk pengadegan yang sifatnya biasa tapi tidak dapat diulang atau menimbulkan sifat kenormalan peristiwa. Teknik ini merekam adegan-adegan yang telah tersusun dalam deretan skenario dan menjadi pilihan eksekusi perekaman.


Proses Kerja Produser

Pemimpin produksi film untuk mencapai tujuan yang ditetapkan bersama dengan tim adalah produser. Produser sangat bertanggung jawab pada saat pra produksi sampai pasca produksi dari mulai penciptaan ide, mendukung kreativitas visual, dan mengimajinasikan. Hasil produksi haruslah terkesan menjadi menarik serta memiliki ciri khas juga bernilai jual atau bernilai komersil dan bertanggung jawab seputar manajemen keuangan.

Mengatur administrasi produksi juga memimpin dalam mengambil keputusan yang merupakan proses pengembangan dan penyelesaian kegiatan untuk memecahkan masalah tertentu harus dimuat dalam berbagai proses perencanaan, dimana pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya.

Pra Produksi

Tahap awal dalam perencanaan dan persiapan proses produksi haruslah disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan program, dan khalayak sasaran yang dituju. Sebelum memilih program acara, riset sangat diperlukan untuk menarik peminat penonton. Merencanakan ide cerita yang sudah dirundingkan dengan tim crew agar saling memahami tujuan produksi program acara televisi.

Menuyusun Tim Produksi

Penyusunan tim atau yang biasa disebut kru harus benar-benar tepat. Karena sebuah program akan berjalan dengan lancar dan terbukti pembuatan programnya. Dan penulis sebagai produser, memutuskan dalam produksi program dokumenter televisi yang berjudul “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” ini hanya 5 orang kru, terdiri dari produser, sutradara dokumenter, penulis naskah, kameramen, dan editor.

Sebagai produser sebaiknya memahami setiap fungsi yang ada dalam produksi film dokumenter, agar dapat menetapkan komposisi kru yang paling tepat. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan program dokumenter disebut sebagai tim inti.

Segala diskusi dimatangkan dengan sempurna dan nantinya akan di koordinasikan berdasarkan hasil kerja tim. Melalui diskusi dengan para kru tentang beban-beban pekerjaan masing-masing dan dengan melakukan penyesuaian anggaran.

Mencari Ide Cerita

Sebagai produser harus sangat selektif memilih ide cerita yang tepat, yang memiliki keunikan, menarik dan memiliki banyak nilai positifnya. Ide cerita ini harus di diskusikan dengan semua kru untuk tetap menjaga ke kompakkan tim. Semua kru dapat memberikan ide cerita masing-masing yang memiliki nilai tinggi dalam program dokumenter televisi.

Riset/Research/Program Dokumenter

Setelah menentukan ide dan tema yang kami akan jadikan program televisi dokumenter, produser juga harus melakukan riset beberapa kali untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran-gambaran yang menarik. Riset dilaksanakan oleh semua kru untuk dapat diskusikan dengan matang sempurna agar ide yang kita pilih benar-benar menarik.

Budget

Memang dalam sebuah produksi perlu adanya anggaran belanja dan membuat laporannya secara detail. Pastinya setiap kru yang terlibat memerlukan peralatan atau bahan yang harus dibeli. Jadi, mengatur budgeting juga salah satu tugas produser, apa saja yang dibutuhkan selama pra produksi, produksi, sampai pasca produksi. Semua produser yang mengatur kebutuhan kru dan menghitung anggaran biaya.

Mengelola Narasumber

Dari sekian riset yang dilakukan, harus menemukan calon narasumber yang dapat dipercaya. Bisa itu pemimpinnya, kepalanya, atau sesepuh. Menggali informasi secara terus menerus dengan pertanyaan topik dokumenter yang sudah ditentukan, agar tidak menyimpang dari cerita programnya. Untuk kegiatan mengelola narasumber sebenarnya produser hanya berperan sebagai pemenuh fasilitas semua kebutuhan narasumber atau kru, dan proses pencarian narasumber yang sesuai dengan cerita.

Produksi

Pada saat produksi produser bertugas membuat jadwal kapan mulainya produksi, memantau jalannya produksi,  dan berakhirnya produksi. Sebagai produser pun harus peka akan semua hal sehingga bisa mengingat apa saja kebutuhkan semua kru agar tidak ada yang terlewat dan terlupakan. Semua kru juga harus diperhatikan dan bertugas mengingatkan istirahat agar tetap sehat dan semangat selama melaksanakan tugasnya.

Semua kebutuhan produksi telah tertulis rinci di Breakdown Budgeting, dalam data tersebut antara lain tercantum informasi semua kebutuhan perangkat produksi dan pendukungnya. Dengan demikian tugas penulis sebagai produser adalah untuk mengatur semua kebutuhan apa saja yang dibutuhkan pada saat shooting di lokasi. Bukan hanya barang-barang atau perangkat-perangkat yang harus disiapkan, produser tidak boleh lupa kebutuhan utama kru yaitu konsumsi.

Dan produser harus benar-benar teliti memilih jenis konsumsi karena semua itu sangat berpengaruh menjaga kesehatan dari setiap kru. Dalam mengeluarkan dana untuk konsumsi produser pun tidak boleh berlebihan atau dimewah-mewahkan. Sesuai dengan kebutuhan karena makanan yang berkualitas dengan jumlah yang cukup dan pada waktu yang tepat sesudah mencakup semuanya.

Transportasi berpengaruh penting pada saat produksi termasuk lingkup kerja untuk sarana menuju lokasi pengambilan gambar yang harus menempuh perjalanan jauh. Serta keperluan lain yang perlu dilakukan cepat dan jarak yang dapat dijangkau. Sarana ini harus benar-benar harus disiapkan oleh produser karena ini adalah salah satu kebutuhan penting yang dibutuhkan pada saat produksi.

Pasca Produksi

Pada saat proses pasca produksi atau editing, penulis sebagai produser hanya memonitoring proses editing agar tidak keluar dari desain atau konsep produksi yang telah ditetapkan. Pasca produksi adalah tahap akhir dari suatu proses penciptaan karya tim, sebagai seorang produser selain memonitoring kerja editor dokumenter tapi juga menyiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan pada saat proses editing. Selama proses kerja pengeditan, produser juga menyelesaikan proposal dalam bentuk laporan atau dispro.

Peran dan Tanggung Jawab Produser

Produser adalah seseorang yang membuat film dan bertanggung jawab atas program acaranya secara langsung dan melaksanakannya secara kesepakatan. Adapun tugas dan tanggung jawab seorang produser adalah:
  1. Mencari dan mendapatkan ide cerita untuk produksi.
  2. Membuat proposal produksi berdasarkan ide atau skenario film/program televisi.
  3. Menyusun rancangan produksi.
  4. Menyusun rancangan pemasaran.
  5. Mengupayakan anggaran dana untuk produksi.
  6. Mengawasi pelaksanaan produksi melalui laporan yang diterima dari semua departemen.
  7. Produser bertanggung jawab atas kontrak kerja secara hukum dengan berbagai pihak dalam produksi yang dikelola.
  8. Bertanggungjawab atas seluruh produksi.

Proses Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Penulis membuat ide dari sebuah program dokumenter dan mencari ide tentang apa yang harus digambarkan disaat produksi. Dan tema program dokumenter televisi yang kami buat terinspirasi dari Kabupaten Cianjur yang memiliki banyak ciri khas tersendiri, lalu penulis memilih Ayam Pelung. Keunggulan utama ayam ini adalah kokoknya yang panjang mengalun merdu, dan berirama. Selain itu pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan dengan ayam buras (bukan ras) lainnya.

Konsep Produksi

Dari semua ide dan konsep yang kita tentukan serta mengumpulkan data-data dari riset yang kami lakukan, kami sepakati untuk mengangkat program dokumenter televisi dengan judul “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” dapat di visualkan dalam format dokumenter televisi. Konsep yang kami pilih dalam tema dokumenter ini adalah suatu kesadaran masyarakat akan adanya binatang yang menjadi plasma nutfah asli di Indonesia.

Binatang yang menjadi ciri khas tersendiri adalah salah satu sumber daya alam hayati Indonesia, maka keberadaannya patut dikembangkan, dilestarikan, dan dijaga keasliannya. Hambatan sering terjadi dalam proses produksi, tetapi kami tetap melaksanakannya dengan baik, karena semua itu berkat kerja sama yang baik oleh semua kru.

Konsep Teknis

Dalam konsep teknis sebagai seorang produser, penulis hanya membantu dan menjaga barang-barang baik melalui penyewaan, peminjaman, maupun milik pribadi, agar semua barang baik-baik saja seperti semula dan tetap terkendali dengan equipment list selama shooting. Karena dana yang kami miliki sangat terbatas, dalam program dokumenter televisi “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” kamera yang digunakan adalah Sony HXR MC 1500.

Selain penyewaannya tidak terlalu mahal dan kualitas gambar yang dihasilkan cukup bagus. Dan kami juga membawa tripod untuk mempermudah dalam pengambilan gambar dan agar tidak terjadi shaking (gambar goyang) atau gambar yang kurang diinginkan.

Pada saat pasca produksi tim kami melakukan penyuntingan gambar atau pemilihan gambar yang bagus atau tidak untuk masuk ke bagian editing. Saat penyuntingan gambar, editor mengemas secara keseluruhan karya. Karena ini bersifat dokumenter, maka pada proses editing, editor banyak menggunakan efek-efek dan transisi agar telihat lebih menarik dalam software Adobe Premier.

Kendala Produksi Dan Solusinya

1. Kendala saat meminta masyarakat untuk diwawancarai. Solusinya adalah membujuknya. Terkadang saat membujuk orang-orang untuk diwawancarai tidak semua bersedia. Solusi selanjutnya mencari masyarakat lain yang masih ada hubungannya dengan Ayam Pelung dan bersedia untuk diwawancarai.

2. Pada saat ingin mewawancarai narasumber sulit menentukan jadwal yang tepat untuk diwawancarai. Jadwal shooting yang harus mengikuti jadwal narasumber membuat kita tidak yakin bisa selesai tepat waktu. Solusinya adalah janjian dari jauh-jauh hari atau mencari narasumber yang lain.    

Lembar Kerja Produser

Konsep Program

Film sebagai karya seni budaya dan sinematografi yang dapat dipertunjukkan dengan suara atau tanpa suara. Ini bermakna bahwa film merupakan media komunikasi massa yang membawa pesan dan berisi gagasan-gagasan penting lalu disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk tontonan. Meski berupa tontonan, namun film memiliki pengaruh yang besar.

Itulah sebabnya film mempunyai fungsi pendidikan, hiburan, informasi dan pendorong tumbuhnya industri kreatif lainnya. Film dokumenter sering menyajikan realita melalui beberapa cara yang dibuat untuk berbagai macam tujuan. Dalam program dokumenter televisi di Indonesia sangat banyak sekali yang mengambil tema tentang sejarah kota, padahal banyak hal lainnya yang bisa diangkat dalam program dokumenter.

Maka dari itu penulis sebagai produser, ingin membuat program dokumenter televisi tentang sejarah Kota/Kabupaten yang di dalamnya memiliki banyak ciri khas tersendiri. Dalam pengerjaan program dokumenter televisi “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” bertema sejarah Kabupaten Cianjur ini, penulis sebagai produser mencoba melakukan riset mengenai hewan unggas yang memiliki ke istimewaannya sendiri. Banyak ayam yang tersebar di Indonesia ini namun penulis mendapatkan data-data yang unik tentang ayam pelung di Kabupaten Cianjur.

Working Schedule

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser
Contoh Working Schedule

Breakdown Budgeting

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser
Contoh Breakdown Budgeting

Shooting Schedule

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser
Contoh Shooting Schedule

Equipment List Harian

Program Dokumenter Televisi Tugas Produser
Contoh Equipment List Harian

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro atau desain produksi dokumenter televisi. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai produser dokumenter televisi.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai produser dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program dokumenter televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi televisi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "Program Dokumenter Televisi Tugas Produser"

Berlangganan Gratis !