Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor
Dispro Dokumenter Televisi.
Program dokomenter televisi bertujuan untuk memberikan fakta yang ada, yaitu suatu program acara yang berkualitas bagi penonton televisi. Berdasarkan bukti-bukti, catatan tertulis, dan sumber pelengkap yang penulis dapatkan. Membuat suatu program dokumenter yang sesuai dengan teori selama mempelajari ilmu broadcasting, terutama sebagai editor merupakan pekerjaan yang terakhir dalam produksi film.

Editing film genre dokumenter untuk penayangan di televisi harus bisa memberikan visual desain yang mengandung informatif, edukatif dan persuasif, agar program yang disajikan tidak membuat penonton merasa bosan serta bisa bermanfaat di kalangan khalayak.

Tayangan siaran televisi mempunyai dampak yang sangat luas bagi audiensi, berarti mempunyai karakteristik tertentu yang dapat mempengaruhi, memprovokasi dalam hal positif maupun negatif, dan mampu mengubah sikap dan perilaku seseorang.

Jadi sebelum produksi film dokumenter harus mempelajari format siaran berita. Editor memperhatikan gambar video dari acara berita yang menampilkan kejadian nyata, cut to cut dan berganti ke gambar selanjutnya, sesuai urutan topik yang disampaikan.

Sebagai referensi pastinya harus bisa mengamati film dokumenter lainnya untuk dipelajari saat editing, bisa dari visualisasi pada setiap scene, pengambilan gambar selanjutnya, dan kualitas warna video yang jernih. Program dokumenter televisi ini mengangkat tema "ASLI INDONESIA", sebagai editor pastinya bisa memberikan gambar yang halus, soft, dan juga natural. Mengedit film dokumenter juga harus punya perasaan yang bisa mengikuti suasana dari ide cerita yang dibuat.


Pra Produksi

Sebagai editor, ikut membantu dalam pengembangan ide cerita, sehingga dapat membayangkan cara editing apa yang akan diambil nantinya. Dengan instruktur dari sutradara, menjelaskan alur cerita dan gambar apa saja yang akan diambil, editor membantu berikan saran.

Saat riset lokasi produksi, editor melihat suasana dan pemandangan yang bisa diambil oleh kamera lalu berkolaborasi dengan kameramen cara pengambilan gambarnya. Setelah briefing mengenai ide cerita dokumenter dan riset lokasi produksi, editor berkonsultasi dengan sutradara mengenai software editing dan tempat keperluan untuk mengedit.

Produksi

Dalam proses produksi ini penulis sebagai editor membantu mengingatkan penata kamera apabila ada shoot yang kurang jelas atau terlewat. Jadi pada saat kameramen selesai mengambil gambar, editor melihat hasilnya dan bisa memprediksi kualitas video dari pengaturan kameranya.

Setelah proses pengambilan gambar, tugas penulis adalah memback up hasil shoot, hal ini dilakukan agar kapasitas memory di kamera tidak penuh sekaligus menjaga untuk kejadian yang tidak di inginkan. Langsung diimport ke laptop dimasukkan ke file dan memberikan nama sesuai nomor scene.

Saat berada di lapangan, editor mengabadikan proses produksi untuk keperluan behind the scene, dikarenakan jobdesk kameramen hanya 1 orang saja. Behind the scene ini juga bagian dari editing film, bagaimana proses produksinya ini dibuat. dan cara kerja tim melakukan jobdesknya.

Pasca Produksi

Setelah proses produksi selesai maka tahap berikutnya adalah pasca produksi. Pada tahap ini penulis melakukan proses pengeditan yang dimana tahapan terakhir dalam pembuatan film dokumenter. Editor harus bisa menyatukan gambar dan audio agar memiliki alur cerita yang dapat dinikmati serta bermanfaat sekaligus memberikan pesan kepada audiensi sampai tepat sasaran.

Penulis tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh sutradara dan penulis naskah dalam alur cerita yang akan diedit, karena disini tugas sutradara adalah memberikan arahan kepada editor. Proses editing ini dilakukan cut to cut, pemilihan warna video, susunan setiap scene, dan eksport ke format file.

Bersama sutradara menyatukan beberapa video sesuai naskah skenario, lalu menentukan sound efek yang diberikan, juga musik natural sesuai apa yang terlihat di gambar, sehingga membentuk kesatuan gambar dan suara didalam film dokumenter.

Peran dan Tanggung Jawab Editor

Karena ini film dokumenter dengan narasi maka tanggung jawab editor sangat besar dan harus bisa menyampaikan semua informasi kepada penonton, mengusahakan agar tidak ada jumping atau janggal pada film dokumenter ini.

Penulis sebagian besar hanya menggunakan teknik cut to cut pada proses editing serta memasukan stock shot yang sesuai dengan narasi dan mengikuti perintah dari sutradara, supaya audiensi tahu dan mengerti apa yang narasumber sampaikan.

Proses Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Penulis menyadarai bahwa pengalaman sebagai editor masih belum cukup, maka dari itu penulis banyak membaca buku dan menonton tayangan-tayangan dokumenter guna memberikan inspirasi bagi penulis. Dalam dokumenter “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” penulis ingin memberikan pengertian tentang cianjur dan ayam pelung, maka lebih menonjolkan wawancara dari para narasumber dalam bidang tersebut dan diselingi dengan stock shot agar audio visual yang ditampilkan menjadi lebih menarik dan nyata.

Konsep Produksi

Editor adalah orang yang bekerja saat pasca produksi, tetapi penulis tidak hanya diam saat pra produksi dan produksi. Penulis juga bisa membantu sutradara dalam mencari ide serta ikut riset dalam pra produksi. Dalam produksi juga bisa mengawasi juru kamera untuk memastikan saat pengambilan shoot tidak ada yang terlewati dan penulis juga mengambil moment gambar saat shooting untuk keperluan behind the scene.

Konsep Teknis

Memasuki tahap editing, penulis dan sutradara mencoba untuk mengaplikasikan konsep editing yang memang sudah dirancang sebelumnya. Pertama penulis bekerja bersama sutradara untuk proses off line editing.

Sampai pada rough cut memperlihatkan hasil editan kasar kepada produser dan tim, editan kasar tersebut durasinya pun masih berlebihan, penulis meminta saran dari produser dan tim, bagian-bagian mana yang harus di buang. Setelah itu penulis mulai ke on line editing, mengaplikasikan beberapa efek yang sudah terkonsep. Memasukkan efek transisi pada perpindahan gambar agar terlihat lebih menarik. Disini penulis menggunakan Adobe Premier CS 5 dalam proses mengedit.

Kendala Produksi Dan Solusinya

1. Laptop yang digunakan untuk mengedit kadang-kadang freeze atau hang, dan cara mengatasinya adalah membersihkan laptop atau menghapus file-file yang tidak berguna untuk mengoptimalkan fungsi kerja pada laptop.

2. Beberapa gambar shaking (gambar goyang) dan cara menyiasatinya dengan meng-cut pada bagian tertentu supaya gambar tidak terlalu terlihat.

3. Perbedaan warna pada narasumber saat pengambilan gambar dan cara menyiasatinya adalah dengan cara menutup gambar tersebut dengan stock shot yang telah ada.

Lembar Kerja Editor

Laporan Editing

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor
Contoh Laporan Editing

Logging Picture

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor
Contoh Logging Picture

Proses Pembuatan Program ID

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor
Contoh Proses Pembuatan Program ID

Spesifikasi Editing

Program Dokumenter Televisi Tugas Editor
Contoh Spesifikasi Editing

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro atau desain produksi dokumenter televisi. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai editor dokumenter televisi.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai editor dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program dokumenter televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi televisi. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Proses Kerja Tugas Editor Film
Editor Radio Non Berita
Program Dokumenter Televisi Tugas Penata Kamera

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Posting Komentar untuk "Program Dokumenter Televisi Tugas Editor"

Ikutin Artikelnya Bray, Gratis!