Program Dokumenter Televisi Tugas Penulis Naskah

Program Dokumenter Televisi Tugas Penulis Naskah
Dispro Dokumenter Televisi.
Penulis sebagai penulis naskah harus mempunyai gagasan atau ide yang akan di bentuk dalam sebuah konsep naskah cerita, selain itu penulis naskah juga harus mengumpulkan data-data, materi, dan informasi sebagai bahan referensi yang akan menjadi informasi pendukung dalam pembuatan karya.

Dalam film atau dunia pertelevisian, penulis naskah disebut juga scriptwriter, orang yang mengandalkan penulisan dari pikiran dan perasaan. Jobdesk yang sangat penting ini memberikan garis besar dan menentukan struktur ide cerita yang dimana membuat rundown program, dialog naskah, dan sebuah treatment, lalu dijadikan skenario.

Sebuah film dokumenter riset sangat dibutuhkan sebelum melakukan produksi, agar produksi dapat berjalan sesuai rencana, pengertian riset sendiri adalah mengumpulkan data, informasi mengenai subjek, peristiwa, dan lokasi sesuai dengan tema yang telah dibuat. Tetap bekerjasama dengan sutradara untuk meningkatkan ide cerita yang harus berbeda dengan program acara lain, namun tetap pada tema dokumenter televisi.


Pra Produksi

Pada saat pra produksi penulis naskah memulai mencari ide-ide atau gagasan dan melakukan riset untuk mencari informasi seputar tema yang akan di produksi. Langkah awal penulis membuat TOR (Term Of Reference) yang didalamnya berisi penjelasan cerita dokumenter yang akan kami produksi untuk karya visual.

Penulis naskah juga tidak lupa dengan nilai bobot sebuah ide pada film cerita dokumenter. Pengumpulan naskah dialog lebih ke pertanyaan kepada narasumber yang dituju. Melalui pencarian riset di internet, harus medalami dari kata sebab dan akibat, mengulas dan menggali informasi sampai pada ujungnya.

Riset ilmiah diperlukan untuk mengembangkan naskah sehigga akan mempunyai kredibilitas yang tinggi bila penonton mendapatkan isi pesan dari cerita dokumenter ini. Pembuatan naskan seperti seorang wartawan yang harus lebih banyak bertanya kepada narasumber untuk memperoleh fakta yang benar-benar terjadi.

Produksi

Pada tahap produksi penulis naskah setidaknya melakukan beberapa kali wawancara terhadap narasumber, wawancara yang pertama di lakukan pada saat melakukan riset ataupun pendekatan terhadap narasumber, yang kedua di lakukan pada saat merekam gambar atau pada saat produksi berlangsung, penulis juga harus memperhatikan tempat atau lokasi yang tepat untuk melakukan wawancara, hal ini dikarenakan agar narasumber merasa nyaman ketika di wawancara tanpa adanya orang yang lalu lalang disekitarnya dan menggangu pemikiran narasumber.

Pendekatan pada narasumber sangatlah diperlukan uagar lebih akrab dan nyaman pada saat proses shooting berlangsung. Pada saat memberikan pertanyaan kepada narasumber sesuai  alur cerita, penulis naskah juga mempersiapkan alat tulis jika ada cerita yang menyimpang atau perubahan dari dialog narasumber tersebut.

Jika ada perubahan dari jawaban narasumber, penulis naskah harus berkordinasi kepada sutradara untuk berdiskusi lagi, apakah harus ada perubahan skenario atau script tambahan agar cerita dokumenter ini lebih jelas alurnya.

Pasca Produksi

Setelah melewati tahap pra produksi dan produksi, penulis diharuskan memilih jawaban-jawaban yang di dapat pada saat produksi sesuai dengan pertanyaan yang di perlukan dalam bentuk transkip wawancara. Bersama sutradara berdiskusi memilih scene-scene yang akan dipakai sesuai topik tema "Asli Indonesia". Dialog pertanyaan dijadikan sebuah rundown dan disusun dalam video agar tidak salah memilih gambar. Bersama dengan editor, penulis naskah hanya memberikan script naskah yang ditentukan sutradara.

Peran dan Tanggung Jawab Penulis Naskah

Penulis naskah berperan sebagai penyusun konsep naskah film dan harus mengembangkan ide atau gagasan, juga mengumpulkan data-data yang didapat dari dokumentasi, searching buku, majalah dan lain sebagainya.

Penulis bekerjasama dengan produser dan sutradara dalam mengemas konsep dasar ide kreatif agar menjadi suatu program dokumenter yang beda dari yang lain, selain itu penulis naskah mempunyai peran untuk membantu sutradara di lapangan saat produksi dan mendampingi editor pada saat pasca produksi.

Adapun tanggung jawab yang dilakukan oleh penulis naskah adalah menyusun TOR (Term Of Refrence) yang berisi permasalahan, focus, angle dan membuat pertanyaan yang akan di berikan kepada narasumber, mencatat hasil wawancara lalu berdiskusi dengan sutradara mengenai naskah yang akan dibuat.

Proses Penciptaan Karya

Konsep Kreatif

Konsep kreatif yang digunakan penulis dalam pembuatan karya film dokumenter televisi ini menggunakan pendekatan secara naratif agar penonton bisa merasakan jalan cerita program dokumenter ini. Dalam program dokumenter ini kami mengambil tema dari Kabupaten Cianjur dengan judul “Asli Indonesia episode Suara Emas Khas Cianjur” yang merupakan hewan unggas yang menjadi plasma nutfah di Indonesia khususnya Jawa Barat. Program dokumenter televisi ini cukup bagus dengan hasil wawancara dan audio yang jelas.

Konsep Produksi

Setelah konsep naskah sudah dibuat TOR disusun pada tahap pra produksi, penulis naskah mulai menyusun atau membuat pertanyaan yang akan diberikan kepada narasumber. Disaat tahap produksi penulis dan sutradara memilih kembali pertanyaan yang cocok untuk ditanyakan kepada narasumber dan membantu camera person dalam pelaksanaan teknis penata kamera dan tripod.

Konsep Teknis

Sebelum melakukan wawancara kepada narasumber penulis terlebih dahulu mempersiapkan pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber, hal ini dilakukan agar pada saat produksi penulis tidak memikirkan kembali masalah pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber.

Penulis bekerjasama dengan camera person untuk mencari pengambilan gambar yang baik atau cocok pada saat wawancara dan penempatannya narasumber, sebab hal tersebut berpengaruh besar terhadap apa yang ditampilkan pada saat wawancara tidak hanya mendapatkan informasinya saja melainkan juga mendapatkan gambar yang bagus, jelas dan menarik. Penulis disini bekerja sama dengan editor dan sutradara sehingga nantinya pada saat proses editing hasil visual dapat sesuai dengan naskah.

Kendala Produksi Dan Solusinya

1. Kendala sebagai penulis naskah adalah mendapatkan informasi yang baru sehingga penulis harus lebis bisa berfikir cepat untuk mengumpulkan data yang ada, solusinya memberi tambahan yang baru dengan data-data sebelumnya.

2. Kendala pada saat shooting dengan narasumber terjadinya suara yang mengakibatkan kurangnya penjelasan, di karenakan alat recorder tidak berfungsi secara tiba-tiba, solusinya adalah penulis meminta narasumber mengeraskan suaranya agar jelas terdengar.

3. Kendala disaat pra wawancara terkadang pertanyaan tidak dipahami oleh narasumber, solusinya adalah penulis naskah harus menggunakan bahasa-bahasa yang mudah di mengerti oleh narasumber sehingga pertanyaan dan jawaban tersusun dalam TOR (Term Of Reference).

Lembar Kerja Penulis Naskah

Konsep Penulis Naskah

Konsep pembuatan karya dokumenter ini didapat dari informasi berbagai sumber yang kemudian kita pertimbangkan untuk dibuat menjadi sebuah film dokumenter. Dalam film dokumenter yang berjudul program “Asli Indonesia episode Suara Emas khas Cianjur” disini penulis naskah menggunakan metode wawancara kepada narasumber, seperti sesepuh sabagai tokoh utama yang mengetahui banyak tentang Cianjur dan ayam pelung sesuai tema yang di tentukan. Untuk mengumpulkan data penulis mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.

Penulis disini bekerja sama dengan camera person untuk menentukan pengambilan gambar yang akan diambil, hal ini jelas sangat penting untuk nantinya mendapatkan hasil gambar yang menarik sesuai dengan konsep, penulis juga bekerja sama dengan editor dan sutradara sehingga nantinya pada saat proses editing hasil visual dapat sesuai dengan naskah.

Term Of Reference (TOR)

Masalah

Masalah dalam program dokumenter ini mengenai Kabupaten Cianjur yang dikenal dan lekat dengan Ngaos yang artinya tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan, Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos atau tembang sunda cianjuran berasal dari tatar Cianjur dan Maenpo yaitu seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat.

Ciri khas dari Kabupaten Cianjur ini yaitu ada beras pandanwangi, tauco dan ayam pelung yang merupakan hewan peliharaan khas Kabupaten Cianjur sekaligus menjadi plasma nutfah aset Jawa Barat, ayam pelung memiliki perbedaan dengan ayam pada umunnya seperti berat bobot yang besar, penampilan menarik, suara yang khas serta memiliki nilai jual tinggi.

Fokus

Melestarikan dan mempertahankan ayam pelung sebagai kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional (Plasma Nutfah), sehingga menjadi ikon atau gambaran di Kabupaten Cianjur.

Angle

Asal mula sejarah ayam pelung, perkembangbiakan, pemeliharaan, komunitas penggemar, kontes lomba, sampai pasar yang terorganisasi di Cianjur.

Sumber dan Pertanyaan

1. Dinas Kebudayaan & Pariwisata
  • Kabupaten Cianjur dibentuk?
  • Perkembangan Kabupaten Cianjur?
  • Ciri khas di Kabupaten Cianjur?
  • Apa yang menandakan ayam pelung sabagi ciri khas Kabupaten Cianjur?
  • Kenapa ayam pelung dan ciri khas budaya lainnya perlu dilestarikan?
2. Sesepuh Ayam Pelung
  • Asal mula sejarah ayam pelung?
  • Perkembangan ayam pelung di Kabupaten Cianjur?
  • Kenapa ayam pelung perlu dilestarikan?
  • Cara untuk melestarikan dan mengembangkan ayam pelung?
  • Keuntungan kontes ayam pelung?
  • Penilaian kontes ayam pelung?
  • Kendala juri dalam penilaian?
  • Harapan untuk pelestarian ayam pelung?
3. Peternak Ayam Pelung
  • Cara membudidayakan ayam pelung?
  • Berat bobot ayam pelung?
  • Penyakit yang sering dialami ayam pelung?
  • Pemeliharaan ayam pelung?
  • Pakan untuk ayam pelung?
  • Harga ayam pelung?
  • Perbandingan ayam pelung dengan ayam lain?
  • Jenis ayam pelung unggulan?
  • Suara ayam pelung unggulan?
  • Konsumen yang datang?
4. Penghobi Ayam Pelung
  • Kenapa memelihara ayam pelung?
  • Sejak kapan memelihara ayam pelung?
  • Apa persiapan untuk mengikuti kontes? 
  • Prestasi yang didapat dalam kontes?
  • Kendala mengikuti kontes?

Transkip Wawancara

Program Dokumenter Televisi Tugas Penulis Naskah
Contoh Transkrip Wawancara

Penutup

Artikel ini dibuat untuk kalangan mahasiswa komunikasi jurusan broadcasting, khusus yang sedang mengerjakan tugas kampus dispro atau desain produksi dokumenter televisi. Setiap tugas pembentukan kelompok pastinya akan ada bagian-bagian yang harus ditentukan, seperti sebagai penulis naskah dokumenter televisi.

Penjelasan tugas dan tanggung jawab sebagai penulis naskah dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, untuk kamu yang sedang membuat program dokumenter televisi atau film kampus. Postingan ini dari pengalaman penulis jurusan broadcasting dan berkarya desain produksi televisi. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Proses Kerja Tugas Penulis Naskah Film
Penulis Naskah Radio Non Berita
Program Dokumenter Televisi Tugas Penata Kamera

Bray
Bray Catatansibray.com adalah sebuah situs web berbasis blog sharing dari pengalaman penulis membahas ilmu komunikasi.

No comments for "Program Dokumenter Televisi Tugas Penulis Naskah"

Berlangganan via Email