Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Faktor Kegagalan Bisnis Bagi Pemula Sudah Biasa

7 Faktor Kegagalan Bisnis Bagi Pemula Sudah Biasa
Catatansibray.com - Siapa yang tidak mau sukses dan menjadi orang kaya dari usaha bisnisnya sendiri. Membangun bisnisnya dari awal sampai membangun sebuah perusahaan besar dan mempunyai banyak karyawan. Pengusaha yang sukses pastinya pernah merasakan jatuh bangun dari usahanya, belajar lagi dari kesalahan, dan memperbaiki semuanya. Gagal? ya bangkit lagi.

Kegagalan dalam berbisnis adalah hal yang wajar bagi wirausaha. Memang membangun usaha bisnis ini tidaklah mudah pastinya ada faktor yang mengakibatkan kegagalan, baik faktor dari dalam atau luar.

Memang roda kehidupan selalu berputar, sudah diposisi atas lalu turun kebawah sehingga banyak wirausaha yang sudah frustasi dengan usaha bisnisnya. Faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan berbisnis?


Terlalu cepat ingin kaya

Memang tidak ada salah jika kamu ingin cepat mendapatkan uang, tapi harus diingat bahwa proses kesuksesan itu memerlukan waktu yang panjang. Melihat rekening yang sudah terisi banyak uang, rasanya ingin dihabiskan karena tidak bisa menahannya. Menghabiskan uangnya untuk keperluan bisnisnya lagi, sehingga tidak ada tabungan yang disimpan.

Produk kamu sudah habis terjual, lalu menghabiskan uangnya dengan berbisnis lagi, kemudian kamu tidak ada simpanan uang. Coba pikirkan kembali apakah strategi bisnis kamu sudah lebih baik? Seiring berjalannya waktu, akan ada pesaing yang akan kamu hadapi. Oleh karena itu kamu harus menahan emosi dengan sabar dan tekun dalam mengelola keuangan.

Kalau bisa buat 2 rekening agar dapat dipisahkan, rekening pribadi dan rekening usaha kamu. Cara ini mempermudah kamu untuk berhemat dan sewaktu-waktu bisa kamu gunakan bila memerlukannya.

Tidak memikirkan riset persaingan

Terkadang ada wirausaha yang tidak memikirkan adanya persaingan, dijalankan saja tanpa mengetahui riset pasar. Namanya juga berbisnis, siapa yang tidak mau jadi wirausaha sehingga banyak yang mendirikan usahanya dimana-mana. Kita ambil contoh usaha bisnis baju distro.

Kamu beli bajunya di Bandung, lalu dijualkan kembali di Jakarta. Tanpa pikir panjang, langsung kamu berikan harga yang mahal. Untung kamu 50% dari modal membeli bajunya. Tapi apakah kamu sudah riset bahwa di kota tersebut sudah banyak yang menjual baju distro? Sudah melihat harga pasarannya?

Sudah bandingkan kualitasnya dengan yang lain? Seiring berkembangnya jaman, pesaing akan selalu bermunculan dan mereka ada dimana saja. Sehingga produk kamu tidak laku terjual dan bisa jadi gulung tikar.

Kurangnya cara promosi

Promosi hanya melalui sosial media? Share produknya lalu berikan nomor kontak jika ada yang berminat. Strategi promosi ini memang sangat mudah namun yang menjual produk seperti kamu sudah banyak. Kunjungi artikel terkait mengenai pemasaran promosi produk di media sosial. Bagi semua orang, sosial media itu untuk hiburan dan informasi, jadi sangat kecil peluangnya jika orang mencari kebutuhan produknya.

Sudah ada toko online berbasis website dan aplikasi, ditambah lagi website dropshipper dan reseller lainnya. Apakah kamu akan menyerah melihat cara iklan mereka lebih keren daripada punya kamu?

Sosial media kini semakin canggih fiturnya, di facebook kamu bisa membuat halaman sendiri seperti fans page. Twitter menyediakan akun bisnis yang bernama iklan twitter. Instagram bisa kamu gunakan tanpa berbayar dengan memilih fitur bisnis IG. Whatsapp Business lebih keren lagi bisa langsung berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Tidak punya website? sudah tersedia blogger dan wordpress tanpa berbayar. Sekarang yang kamu lakukan adalah pembuatan konten. Jangan lebih mengandalkan penjualan, tapi coba untuk share informasi yang bermanfaat.

Contoh bisnis kamu produk sepatu, buat konten mengenai cara memilih sepatu atau tips merawat sepatu. Jadi akun kamu bukan hanya untuk penjualan saja, namun bermanfaat bagi pengikut kamu. Jangan lupa selalu berikan program giveaway atau endors seorang model jika kamu mampu membayarnya.

Tidak ada waktu feedback dengan pelanggan

Produk kamu sudah terjual, lalu meninggalkan pelanggan tersebut atau tidak mempedulikan pelanggan lama. Banyak yang menanyakan produk kamu di sosial media, namun kamu tidak ada waktu untuk membalasnya. Memang butuh usaha yang lebih maksimal lagi bagi wirausaha yang baru membangun bisnisnya.

Feedback ini sangat diperlukan, kenapa? komentar, kritik dan saran harus kamu terima untuk membangun bisnis kamu dan menerima apa kekurangannya. Pelanggan lama harus kamu feedback lagi menanyakan kualitas produk, menawarkan produk terbaru lagi, atau berikan diskon jika mereka mereferensikan produk kamu kepada temannya.

Lalu di akun sosial kamu banyak yang menanyakan produknya, ini harus direspon cepat. Kamu bisa berikan kontak ke deskripsinya, nanti akan terhubung ke whatsapp business. Kemudian buat pesan otomatis di whatsapp business dan beritahu jam operasional kamu.

Langsung memberikan harga mahal

Memang jika membicarakan soal harga, sangat sensitif bagi para konsumen. Di jaman sekarang orang mulai cerdas membandingkan harga dengan produk-produk lain. Namun kelemahannya adalah kualitas produk, mereka tidak tahu kualitas yang kamu jualkan bagus atau tidak, hanya melihat dari gambarnya saja.

Apakah kamu pernah melihat, ada produk yang dilihat fotonya sangat bagus dan mengesankan. Lalu diberikan harga yang murah. Ada lagi produk baju dari tampilan gambar desainnya keren, diberikan harga yang tidak terlalu mahal dan tidak murah juga. Inilah yang dinamakan online shop, dimana kita hanya melihat gambar namun di deskripsi tertulis kualitas bagus.

Awal membangun bisnis tidak semudah apa yang diinginkan. Pelanggan hanya membutuhkan kepercayaan dari produk kamu. Bisa kamu ambil keuntungannya ini 20% dahulu, lalu jika sudah berkembang penjualannya dapat kamu naikkan kembali.

Kurangnya sosialisasi

Maksud dari sosialisasi adalah mengikuti seminar bisnis, membaca artikel seorang pengusaha sukses dan bergabung ke sebuah forum. Perlu diingat kembali bahwa bukan hanya kamu yang menjual produk tersebut, masih banyak yang sama dengan cara bisnis kamu.

Acara seminar dapat membuat kamu mendorong semangat berbisnis dan mendapatkan ide baru. Membaca artikel profile pengusaha bisa kamu ambil dari kesalahan-kesalahan yang pernah dialaminya. Forum bisnis ini banyak di sosial media seperti facebook fans page, berguna untuk mengajak kerjasama atau berbagi pengalaman.

Mengeluh lalu frustasi

Sudah berjualan terlalu lama, mengeluh. Memperbanyak produk lalu di share ke sosial media tapi tidak ada yang merespon, mengeluh. Punyak banyak kenalan teman tapi masih saja tidak ada yang berminat membeli, masih mengeluh juga. Mungkin ada kelemahan dari cara bisnis kamu.

Tidak semudah seperti kamu bekerja di perusahaan bisnis yang sistemnya sudah jadi. Mengeluh hanya membuat penghalang untuk kamu berjalan, frustasi menandakan bahwa kamu sudah selesai. Kamu yang memulai seharusnya sudah siap menghadapi resiko ketidakpastian.

Seiring berjalannya waktu roda bisnis selalu berputar. Bagi seorang pengusaha, jatuh bangun adalah hal biasa. Oleh karena itu buatlah catatan seperti mencatat pengeluaran keuangan dan pemasukan, catatan harian kerja, dan catatan ide selanjutnya.

Penutup

Kegagalan dalam berbisnis memang sering dialami bagi penjual yang baru memulai bisnisnya dan juga wirausaha. Perlu proses yang panjang untuk membangun bisnis sehingga tantangan, kesulitan, atau persaingan akan selalu ada. Namun kesempatan peluang hanya datang sebentar saja. Cintai sebuah tantangan maka kamu akan mendapatkan peluangnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di blog ini.
Bray
Bray “I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.” - Albert Einstein

Posting Komentar untuk "7 Faktor Kegagalan Bisnis Bagi Pemula Sudah Biasa"

Berlangganan Gratis !