Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Cara Kerja Reseller Dari Pengalaman

Tips Cara Kerja Reseller Dari Pengalaman
Apa itu reseller?
Reseller adalah seorang penjual yang akan menjual barangnya dari hasil pembeliannya dia dengan harga yang tinggi. Re itu kembali, seller itu penjual. Mencari keuntungannya ini bisa dari 30%-50% untuk jumlah harga yang dibelinya. Menjadi reseller ini mudah kok asal kamu punya budget dan niat aja. Waktu kita sekolah saja sudah punya keahlian menjadi reseller. Contohnya kamu membeli 2 snack chiki seharga Rp1000.

Lalu ada teman kamu yang meminta 1 chiki saja, pastinya kamu tidak mau rugikan, udah jalan ke warung buat beli itu chiki tapi diminta sama temen. Bukannya pelit, tapi jika kamu orangnya perhitungan pasti ingin untung. Kemudian kamu menawarkan chiki tersebut ke teman kamu dengan menjual Rp1500.

Dengan cara bicara kamu untuk mempromosikan itu chiki yang seharga Rp1000 manjadi Rp1500, teman kamu langsung beli itu chiki dengan muka yang bete, tapi sedikit seneng. Ada yang pernah begitu?

Tanpa disadari waktu kita masa sekolah ternyata sudah menjadi reseller. Pada jamannya kita kuliah, pernah menjual kue ke temen-temen kampus. Kamu menjualnya dengan harga Rp5000. Padahal kamu beli itu kue di pasar dekat rumah kamu seharga Rp3000. Lalu kamu menjualnya kembali dengan rayuan maut ke teman kamu, sehingga terbelilah itu kue. Kamu untung Rp2000, lumayankan buat ongkos pulang.

Ada yang pernah begini? Itulah cara berjualan yang tanpa kita sadari ternyata sudah menjadi reseller. Jadi Disini bray tidak perlu jelaskan secara teori apa itu reseller, karena dari dulu kita sudah melakukan caranya agar tidak rugi. Kita akan bahas bagaimana cara kerjanya reseller untuk para pemula yang ingin mencari sampingan atau tambahan pendapatannya.


Produk apa yang ingin kamu jual?

Saran saya harus selalu mengikuti trend jaman sekarang, kenapa? karena kebanyakan orang tidak mau katro atau dibilangnya kurang gaul. Contohnya yang sedang trending ini jamannya galau atau patah hati ditinggal pacar.

Kamu ingin melupakan kenangan dia, seperti barang-barang pemberiannya, jam tangan, baju, aksesoris dan lainnya. Masa sih kamu buang kalau barangnya masih bagus?

Coba kamu nonton bioskop "Toko Barang Mantan" yang sudah launching tahun 2020. Film ini menceritakan seorang pria yang membuka toko dan menjual barang-barang mantan. Dia membeli barang dari orang yang ingin melupakan kenangan pemberian mantan pacarnya. Lalu dijualkannya lagi dengan adanya sejarah/history dari barang tersebut.

Kamu juga bisa seperti itu cara berjualannya, jika kamu masih ada barang yang tidak dipakai namun masih bagus, lebih baik dijualkannya kembali. Namun sebelum kamu mulai berjualan, lihat dahulu pesaing kamu.

Darimana produknya?

Disini sebagai reseller memang harus punya modal yang lumayan banyak, karena kamu akan membeli barang lalu dijualkannya kembali. Coba kamu lihat para agen yang ada di sekitar kamu, mereka punya barang-barang sembako dari distributor langganannya.

Distributor menjual barangnya ke agen, dan agen tersebut hanya diam ditempat dan memesannya saja lalu dijual lagi. Disini jika kamu ingin menjadi reseller, cari koneksi atau teman kamu yang menjadi distributor.

Misalnya kamu ingin membeli baju 1 lusin dari pabriknya langsung. Kamu harus punya kenalan atau kontak orang yang ada di pabrik baju tersebut, bisa itu dengan salesnya. Nanti salesnya yang akan mengirimkan baju tersebut ke tempat kamu.

Biasanya membeli barangnya langsung dari pabrik akan diberi harga murah, kemudian kamu akan menjualnya dengan harga yang tinggi. Untuk mencari produk memang harus disurvei harganya dulu, karena ada banyak produk yang sama namun berbeda harga.

Bagaimana cara berjualannya?

Barang kamu sudah tersedia, karena sudah kamu beli, tinggal bagimana cara menjualnya. Sekarang sudah jamannya digital, semua informasi gampang dicari melalui internet. Ada situs yang namanya "OLX", jadi barang bekas yang masih berguna, bisa dijualkannya dari situs tersebut.

Lalu ada toko online seperti tokopedia, bukalapak, lazada dan lain-lain, jika kamu ingin berjualan di toko online tersebut, harus mendaftarkannya dulu dan mengikuti syarat dan kebijakannya. Pastinya kamu akan berbagi hasil dengan toko online, kamu yang punya barang, mereka yang promosikan dan mengantarkan barang kamu ke pembeli.

Kalau kamu ingin berjualan secara individu atau personal, Bray sarankan untuk buka website sendiri. Dari blogger dan wordpress juga bisa dibuatnya, tinggal kamu membeli domainnya saja. Kemudian kamu share ke akun kamu di sosial media.

Buat kalimat promosinya yang unik dan menarik, agar calon pelanggan nanti akan melihat produknya dengan mengatakan, "Wah Apa Nih !?". Jika ada yang menanyakan produk kamu, langsung respon cepat, jangan sampai lepas. Coba kamu berikan diskon atau giveaway, karena kamu baru berjualan harus banyak yang mengenal produk kamu.

Kelebihan menjadi reseller

  1. Penghasilan yang kamu dapatkan dari pembelian barang bisa 30%-50% tergantung produk yang akan kamu jual lagi.
  2. Stock barang kamu bervariasi macamnya, jadi dapat mengatur berbagai banyak produk dari produsen.
  3. Bisa menggunakan nama brand sendiri atau nama toko kamu tanpa harus bergantung pada produk dan pengiriman barangnya.
  4. Kamu hanya membeli produknya saja, jadi tidak memikirkan hasil produksi.
  5. Pastinya kamu mendapatkan koneksi yang kuat dengan pembeli, jadi bisa kamu tawarkan kembali atau bernegosiasi.

Kekurangan menjadi reseller

  1. Harus punya modal awal yang besar untuk membeli barang yang ingin kamu jual.
  2. Barang yang kamu punya ini sudah banyak, dan memerlukan ruangan seperti gudang atau tempat stock barang.
  3. Barang yang kamu jual ada sedikit kerusakan, sehingga kamu harus bisa menghadapi komplain dari pembeli.
  4. Kamu harus punya banyak koneksi ditributor, karena jika hanya mengandalkan 1 distributor, lalu sewaktu-waktu tidak berjualan, kamu juga tidak ada produk yang dijual.
  5. Bersiap untuk lebih sibuk, seperti halnya promosi, melayani pelanggan. packing barang, dan pengirimannya melalui apa.

Penutup

Memang memulai usaha menjadi reseller harus punya banyak modal, dan siap menerima kerugiannya. Pertimbangkan kembali untuk memulainya, cari referensi atau sharing dengan orang yang sudah berpengalaman. Memperbanyak koneksi memang sangat diperlukan dalam bidang penjualan, karena jika kamu baru berjualan, pastinya kamu akan promosikan kepada teman dekat.

Ingat untuk berjualan tidak perlu malu dan ragu, cobalah untuk berani menghadapi kesulitan, mengambil tindakan yang tepat, dan berusaha untuk lebih baik lagi. Karena jika kamu belum mencoba, kamu tidak akan tahu hasilnya seperti apa. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

🔖Baca Juga :
Pengalaman Kerja Sales Door To Door atau Canvasing
Tips Cara Kerja Reseller Dari Pengalaman
7 Faktor Kegagalan Bisnis Bagi Pemula Sudah Biasa

Bray
Bray Usaha, Semangat dan Doa

Post a comment for "Tips Cara Kerja Reseller Dari Pengalaman"

Berlangganan via Email