Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Format Program Televisi Jenis Non Drama

Format Program Televisi Jenis Non Drama


Dunia pertelevisian memang sangat banyak menghadirkan program-program yang menarik, baik berupa informasi ataupun hiburan.

Program yang ditayangkan haruslah dapat menarik dan disukai audiens, maka diperlukan ide atau sumber referensi sebagai acuan dalam mendesain program televisi. Sumber referensi seperti dari televisi lain, radio, media sosial, film, buku, dan masih banyak lagi.

Sedangkan sumber ide mulai dari pengalaman, sebuah imajnasi, survei, analisis, evaluasi, dan juga bisa dari penafsiran seseorang baik dari ahlinya atau pakar. Kemudian mulailah menyumbangkan saran ide dengan teknik brainstorming.

Kumpulkan beberapa ide kemudian lakukan brainstorming dengan crew yang lain, pilih ide yang benar-benar sesuai dengan kondisi audiens kita.

Audiens yang dituju dari program kita, harus spesifik apakah remaja, dewasa, keluarga, ibu rumah tangga atau pekerja. Acara yang dibuat harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu dalam hal ini riset sangat diperlukan.

Keberhasilan suatu stasiun penyiaran banyak ditentukan oleh perencanaan siarannya. Kegiatan perencanaan siaran harus dilakukan sesuai tujuan yang akan dicapai.

Merencanakan program TV harus mengacu pada pilihan format siaran tertentu, seiring makin banyaknya stasiun penyiaran dan makin tersegmennya audiens.

Format siaran mencakup dalam bentuk prinsip-prinsip dasar tentang apa, untuk siapa, dan bagaimana proses pengolahan suatu siaran hingga dapat diterima khalayak luas.

Mengingat bahwa kebutuhan orang menonton televisi adalah untuk informasi (information) dan hiburan (entertainment). Program informasi ada format hard news dan soft news.

Sedangkan program hiburan terbagi menjadi dua format, yaitu drama (timeless & imaginative) dan non drama (timeless & faktual).

Drama adalah sebuah cerita atau sandiwara yang diperagakan atau dipentaskan dengan berbagai karakter dan cerita. Jangan lupa baca juga pada artikel unsur genre drama televisi.

Sedangkan non drama adalah sebuah siaran acara melalui proses imajinasi kreatif dari kehidupan sehari-hari tanpa harus menafsirkan ulang dan juga bukan sebuah khayalan.

Disini Saya ingin berbagi pengetahuan untuk kamu yang mau buat program acara TV non drama bagi kalangan mahasiswa untuk tugas kuliah atau diluar dari tugasnya. Apa saja yang masuk ke dalam program non drama?

Musik

Program musik yang pernah kita lihat di televisi, banyak ragam jenisnya, seperti pertunjukan musik atau music show, dan konser musik atau live music.

Baik secara langsung (live) atau rekaman (tapping), dan ditampilkan di dalam studio (indoor) atau di luar (outdoor). Program musik televisi ditentukan dengan kemampuan artis/talent yang memiliki daya tarik audiens.

Contoh program musik yang pernah ditayangkan adalah Dahsyat, Inbox, Breakout, dan lain sebagainya. Mungkin ada yang masih ingat acara musik jaman dulu, nama programnya MTV Ampuh dan Kuis Dangdut.

Permainan

Sebuah permainan dalam program TV ini memang sangat menghibur karena melibatkan sejumlah orang, baik secara individu atau kelompok (tim) untuk mendapatkan hadiah. Permainan ini diselenggarakan di dalam studio atau di luar.

Peserta ini di uji pengetahuannya, ketangkasan, kemampuan, kecepatan, dan lain sebagainya untuk melewati halangan atau rintangan dalam perhitungan waktu, skor atau poin.

Contoh program permainan yang pernah ditayangkan adalah Super Family 100, Benteng Takeshi, Berpacu Dalam Melodi, dan lain-lain.

Reality Show

Program tayangan ini adalah situasi adegan yang benar-benar terjadi berdasarkan realitas sebenarnya. Jadi alur cerita ini tanpa ada arahan skenario untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Penyajiannya pun dengan keadaan yang nyata dibuat sealamiah mungkin tanpa rekayasa. Namun secara popularitasnya, reality show ini sifatnya fleksibel dan dalam proses kreatif sebagai tontonan yang menghibur.

Contoh program reality show yang pernah ditayangkan adalah Jebakan Betmen, Ups Salah, Bedah Rumah, Bintang Pantura, Penghuni Terakhir, Jejak Paranormal, dan masih banyak lagi.

Pertunjukan

Program tayangan yang menampilkan kemampuan atau performa seseorang atau beberapa orang baik di dalam studio maupun diluar studio, di dalam ruangan atau diluar ruangan.

Penayangan ini bisa berupa cerita visual atau visual storytelling yang memerlukan makna, ketika bisa memunculkan kedekatan antara cerita dengan fakta yang berkembang akan menambah keterlibatan audiens.

Contoh program pertunjukan yang pernah ditayangkan adalah The Master, Mancing Mania, Laptop Si Unyil, MasterChef Indonesia, dan lain-lain.

Komedi

Program tayangan yang mengadung unsur kelucuan, menggelikan dan menggembirakan audiens. Terkadang kelucuan ini dibuat improvisasi, menyimpang dari alur cerita, bersifat menyindir, atau hal-hal yang membuat audiens terhibur dan tidak cepat bosan. Namun dalam pembuatan program ini dilihat pada komedian atau pelawaknya itu sendiri.

Contoh program komedi yang pernah ditayangkan adalah Warkop DKI, Srimulat, Bajaj Bajuri, Opera Van Java, Stand Up Comedy dan lain sebagainya.

Variety Show

Dari semua genre non drama, variety show lebih banyak digunakan program TV. Kenapa? karena format variasi ini dapat dipadukan berbagai macam jenis, yaitu pentas musik, komedi, pertunjukan, bincang-bincang dan lain sebagainya.

Contoh program variety show yang pernah ditayangkan adalah Pesbukers, Eat Bulaga Indonesia, The Comment, dan masih banyak lagi. 

Talk Show

Bisa disebut gelar wicara atau tayang bincang, jenis program ini berupa perbincangan berbentuk dialog atau diskusi dari sekelompok orang yang disertai dengan narasumbernya membahas topik-topik tertentu.

Contoh program talk show yang pernah ditayangkan adalah Ini Bukan Talkshow, Kick Andy, Mamah & Aa Beraksi, Apa Kabar Indonesia Pagi. dan lain sebagainya.

Newstainment

Singkatan dari News Information and Entertainment, menyajikan berbagai banyak informasi ringan (soft news) secara lengkap dan mendalam kemudian digabungkan dengan unsur hiburan serta dikemas secara kreatif. Sehingga penjelasan dalam variable program ini diukur dari drama, non drama dan informasi.

Contoh program newstainment yang pernah ditayangkan adalah Silet, Intens, KISS (Kisah Seputar Selebriti), Jejak Petualang, On The Spot, dan lain-lain.

Penutup
Apapun ide, konsep atau karya untuk menghibur penonton buatlah yang bermanfaat bagi semua orang dan harus mempunyai pesan yang dapat disampaikan.

Dimulai dengan sikap sensitif terhadap permasalahan dan fenomena sosial di lingkungan sekitar. Kemudian pikirkan rencana strategi pada segmentasi audiens, lalu sajikan konten yang kreatif, inovatif, dan unik.

Ide dan konsep non drama.
  1. Motivasi pembuatan program harus jelas.
  2. Pikirkan aspek penonton akan dapat apa.

Program non drama harus mempunyai poin-poin penting.
  1. Visi dan misi program.
  2. Format dan isi program.
  3. Sasaran segmentasi penonton.
  4. Bentuk atau cara penyampaian.
  5. Argumentasi penampilan.
  6. Manfaat penyampaian bagi penonton.

Proses persiapan harus di diskusikan dengan tim produksi sesuai floor plan masing-masing, seperti penentuan penempatan/pergerakan pengisi program oleh program director, penempatan dan aktifitas kamera, penataan cahaya. penataan microphone. dan lain-lain. Kemudian latihan sesuai kebutuhan.


Semoga artikel format program televisi jenis non drama ini bermanfaat untuk mengenal dunia pertelevisian, baik yang sedang kuliah broadcasting atau baru mau bekerja di industri televisi.

Terima kasih.
Referensi:
  1. Fachruddin, Andi. 2019. Journalism Today. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group, ISBN 978-602-422-919-1.
  2. Latief, Rusman. 2020. Panduan Produksi Acara Televisi NonDrama: Ide, Format, Sistem Kerja, Kerabat Kerja, Naskah, Tata Rias, dan Acuan Dasar Kamera. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group, ISBN 978-623-218-318-6.

Post a comment for "Format Program Televisi Jenis Non Drama"

Berlangganan via Email