Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Drama Satu Babak Siapa Yang Hilang

Drama Satu Babak Siapa Yang Hilang

SIAPA YANG HILANG?

GENRE : Komedi
TOPIK : Bereaksi berlebihan dan meresponnya dengan emosional menghambat komunikasi.
DURASI : Maksimal 5 menit
PEMAIN : 5 karakter
  1. YULI : wanita, mudah panik, emosional
  2. SINTA : wanita, kurang waras, adik YULI
  3. TATOK : pria, agresif, cepat mengambil kesimpulan, agen asuransi
  4. BAYU : pria, telat mikir, tukang ojek 
  5. PAK RT : pria, sok wibawa, ketua RT
SET : 1 set Gerbang kampung + Pos Ojek + 2 Motor.

Sinopsis

Catatansibray.com - YULI setengah berlari ke depan gerbang kampungnya. Dia celingukan dengan wajah agak tegang. YULI hanya menemukan dua pemuda di situ. TATOK, penjual polis asuransi jiwa dan BAYU, seorang tukang ojek. Tatok menyapa dan bertanya mengapa gadis itu tergesa. YULI menanyakan apakah kedua orang itu melihat SINTA, adiknya yang agak kurang waras. YULI dan kedua orang itu terlibat perbincangan. YULI yakin adiknya hilang.

Tatok mengarahkan dugaan telah terjadi penculikan. Sementara Bayu si tukang ojek tampak tidak mengerti mengenai apa yang tengah dibahas. Tatok menawarkan YULI segera melaporkan kejadian ini pada PAK RT. Keduanya bergegas pergi ke dalam kampung dan meninggalkan Bayu yang terlihat bingung dan kuatir sesuatu yang penting di kampungnya telah hilang.

Pak RT muncul ke depan gerbang mau pergi keluar kota. Bayu bingung dan senewen melihat Pak RT yang tengah dicari oleh temannya, justru mau pergi dari kampung. Bayu bilang ada kejadian sangat penting. Ada sesuatu di kampung yang hilang. Bayu mereka-reka sesuatu yang hilang itu.

YULI dan Tatok ingin melaporkannya pada Pak RT. Bayu dan Pak RT terlibat perbincangan. Bayu memaksa Pak RT kembali ke rumahnya. Pak RT menolaknya, karena sudah tidak punya waktu banyak. Akhirnya, Pak RT bersedia dan kembali ke dalam kampung.

YULI dan Tatok kembali muncul. Bayu ingin tahu kejelasan apa yang sebetulnya hilang. Tatok bilang Sinta, adiknya YULI yang hilang. Tatok kesal tidak menemukan Pak RT dan berencana melapor saja ke kantor polisi. Bayu bilang Pak RT sudah kembali ke rumahnya. Namun, YULI dan Tatok bersikeras pergi.

Tak lama, Pak RT muncul. Bayu melaporkan bahwa YULI dan Bayu pergi ke kantor polisi. Justru Pak RT yang kini panik, karena dirinya tidak dilibatkan dalam perkara yang penting ini. Pak RT segera pergi ke kantor polisi dengan menggerutu.

Sinta muncul dengan kekurang-warasannya. Itu membuat Bayu bingung dan panik. Semua orang sudah berangkat ke kantor polisi. Menurutnya, kalau Sinta ada disini, lalu siapa yang hilang?

Script

Di sebelah gerbang kampung ada pos ojek. Saat ini ada dua motor dan dua lelaki di pos ojek. TATOK, agen asuransi duduk di bangku panjang dan BAYU, tukang ojek duduk di motornya.

TATOK
(mengeluarkan map dari dalam tas)
"Gimana, nih? Elu jadi ikutan asuransi jiwa? Udah setaon lebih nawarin, elu ngejubleg ajah di motor! Kalo sukses, entar elu bisa dapat seratus juta, Mas Djawa!"

BAYU
(garuk-garuk kepala)
"Saya belon tahu, Mas Bro. Tapi, kok kayaknya ndak masuk akal. Setoran seratus ribu, terus bisa dapet seratus juta."

TATOK
"Gini, nih. Dengerin ya, Tong. Elu setor saban bulan seratus ribu. Bulan depan kalo elu mati, elu bakal dapet seratus juta! Dijamin!"

BAYU
(berteriak)
"Laaah, kalau saya mati, gimana saya bisa nerima duitnya, Mas Bro?"

TATOK
(kesal)
"Gampang! Entar gua anterin ke kapling elu, dah! Nyang penting mah, ada kuncennya!"

YULI muncul tergesa melalui gerbang. Bayu melangkah menyambutnya. Tatok mengamati dari duduknya.

BAYU
"Eh, Mbak YULI. Mau kemana?"

YULI
(agak kurang tenang)
"Tadinya, sih, mau berangkat kuliah."

BAYU
"Kuliah di CSB ya, Mbak?"

YULI
"Kok tahu?"

BAYU
"Soalnya, Kalo kuliah..?? CSB Ajha!!!"

YULI
(tersipu)
"Ah, Mas Bayu, nih! Mas, lihat Sinta, nggak?"

BAYU
(agak bingung)
"Sinta? Sinta yang mana ya, Mbak?"

YULI
"Sinta! Adik saya, Mas! Dia tuh agak lemot."

TATOK
(berdiri dan menunjuk ke Bayu)
"Lemot kayak nih tukang ojek?"

YULI
"Bukan, bukan. Sinta agak kurang waras."

BAYU
"Waduh, kenal saja belum eh, Mbak."

TATOK
(meledek)
"Dasar ulat daon! Gini aja, Mbak. Eh, siapa namanya?"

YULI
(ramah dan sopan)
"Saya, YULI."

TATOK
(bersalaman)
"Gua, Tatok. Pria tak selingkuh, selalu setia. Setor seratus ribu, sukses seratus juta. Mbak ama si Sinta tinggal serumah?"

YULI
"Iya. Saya tuh mau berangkat kuliah. Eh, saya cari Sinta nggak ada di rumah. Saya bingung sekali, Bang!"

BAYU
"Biasanya ada toh, Mbak YULI?"

TATOK
(kesal sekali)
"Lah iya lah. Pegimana sih elu, Mas? Kan dia serumah ama si Sinta!"

YULI
"Aduh, jangan berantem, dong. Bagaimana, ya? Tolongin saya, Bang."

TATOK
"Situasi lagi kagak aman, Mbak. Genk motor, penjambretan, penipuan, perampokan, penculikan dan perbuatan tidak menyenangkan ada dimana-mana. Mbak YULI ntuh kudu ada nyang menemani, melindungi dan bertanggung-jawab, loh!"

YULI
(sangat kuatir)
"Jadi musti bagaimana, Bang?"

TATOK
"Gua duga ini kasus penculikan. Baeknya kita lapor ke pimpinan wilayah, dah. Pak RT!"

YULI
"Iya, ya, Bang. Ayo deh kita ke rumah Pak RT."

TATOK
(menyerahkan map ke Bayu)
"Nih, Mas. Buruan ikutan asuransi jiwa! Udah kebukti, ntuh, ada nyang gak beres. Di kampung kita mulai ada nyang hilang!"

Tatok dan YULI masuk ke dalam kampung. Bayu tampak bingung. Mondar-mandir antara gerbang dan pos ojek. Muncul Pak RT setengah berlari dengan membawa tas besar.

PAK RT
"Bayu! Anterin saya ke stasiun kereta. Sudah lama ndak main ke Brebes. Kangen sama bebek."

BAYU
(wajahnya cerah)
"Wah, kebeneran ada Pak RT. Mau lapor, nih. Kampung kita hilang!"

PAK RT
(terheran)
"Hilang? Masih ada tuh, Yu! Gimana sih, kamu!"

BAYU
"Eh, maksud saya, ada yang hilang di kampung kita, Pak RT."

PAK RT
(menghampiri motor)
"Apaan yang hilang? Langganan kamu kali yang diembat si Koplak, ya?"

BAYU
"Ini penting banget, Pak! Si Tatok sama YULI lagi pergi ke rumah Pak RT. Baru saja!"

PAK RT
(naik ke atas motor)
"Biarin, dah! Saya bisa ketinggalan kereta, Yu. Ayo anterin buruan!"

BAYU
(menarik dan mendorong Pak RT)
"Jangan, Pak. Bapak kan, pejabat. Tanggung-jawab pada rakyat, dong. Warga lagi susah, kok mau plesiran studi banding soal bebek."

PAK RT
(kesal)
"Payah benar kamu, Yu! Saya itu sudah lelah dan gelisah memikirkan rakyat. Kerja udah capek, ada yang mau kasih uang di demo, mau pergi plesiran dicekal. Serba salah jadi RT!"

Pak RT kembali masuk ke dalam kampung. Bayu kaget sekali melihat Tatok dan YULI muncul kembali di gerbang kampung.

BAYU
(mendorong Tatok dan YULI)
"Eh, ayo pada masuk lagi. Barusan Pak RT saya cekal. Ayo buruan ke Pak RT lagi."

TATOK
(kesal sekali)
"Kagak butuh Pak RT! Ada warga nyang hilang, kita mau laporan, kok kagak ada di tempat! Gua ama YULI pengen langsung ke polisi ajah!"

BAYU
"Bang, yang hilang tuh apaan sih?"

YULI
"Sinta, Mas! Sinta! Sinta! Adik saya."

TATOK
(meledek)
"Dasar lemot, sedotan bocor! Ayo, Mbak YULI, kita ke kantor polisi ajah."

BAYU
(meledek)
"Cicak kejepret!"

Tatok dan YULI segera pergi keluar. Bayu kesal. Pak RT muncul tanpa membawa tas besar. Wajahnya sangat kesal. Bayu kaget melihatnya.

PAK RT
"Yu, kamu gimana, sih? Nggak ada tuh, dua orang yang mau lapor ke saya!"

BAYU
"Waduh, Pak. Si Tatok sama YULI malah pergi ke kantor polisi sekarang."

PAK RT
(kaget)
"Haaah! Ngapain?"

BAYU
"Ya, laporan kalau ada yang hilang di kampung kita. Pak RT nggak ada si tempat, sih."

PAK RT
(kesal sekali)
"Ini nggak benar, Yu. Pelecehan! Kok, bisa-bisanya saya dilewatin. Harusnya, kan, saya dilaporin dulu. Harga diri saya hilang, Yu!"

BAYU
(agak bersuara keras)
"Bukan, Pak! Sinta yang hilang, bukan harga diri Bapak!"

PAK RT
(semakin kesal)
"Ya, sudah! Saya harus segera menyusul ke kantor polisi, biar saya nggak disalahkan."

Pak RT segera berjalan keluar. Bayu semakin bingung dengan persoalan yang terjadi. Dia kelelahan duduk di bangku panjang.

BAYU
(bicara sendiri dan memainkan jari tangannya)
"Kok saya jadi bingung. Siapa yang hilang, sih? Sinta, harga diri Pak RT, adiknya YULI atau orang kampung yang ndak waras, ya? Apa semuanya yang hilang?"

Muncul SINTA dengan kelakuan seperti orang yang kurang waras. Bayu mengamati perilaku Sinta.

SINTA
"Kamu tuh, Mas, Abang, Om apa Pak De?"

BAYU
"Saya, Bayu, dik. Tukang ojek."

SINTA
"Tukang ojek? Baru ya, Bayu?"

BAYU
"Iya, baru hari ini jadi tukang ojek. Adik ini siapa? Mau kemana? Semalam sama siapa?"

SINTA
(genit)
"Bayu ini bagaimana, sih? Kok nggak kenal Sinta. Sinta, kan, terkenal di kampung."

BAYU
(sangat kaget)
"Haaah! Sinta? S.I.N.T.A?"

SINTA
"Iya"

BAYU
"Adiknya Mbak YULI?"

SINTA
"Iya"

BAYU
(menggoda)
"Kakak kamu kuliah di broadcasting, ya?"

SINTA
"Kok tahu, sih?"

BAYU
"Soalnya, kamu seperti TV LCD, tipis, langsing."

SINTA
"Ah, Bayu bisa ajha."

BAYU
(tersadar)
"Lho, bukannya kamu itu hilang?"

SINTA
"Sinta nggak hilang, kok. Kak YULI yang hilang!"

BAYU
"Iya, ya. Kalau Sinta ada disini, terus siapa yang hilang, sih?"
-end-

Kesimpulan

Demikan naskah cerita drama komedi dengan judul Siapa Yang Hilang? berdurasi 3-5 menit. Cerita ini memberi pesan bahwa jangan memberikan informasi yang salah kepada semua orang sebelum melihat fakta atau kebenarannya. Jika salah menginformasikan, akan menjadi kesalahpahaman bagi semua pihak.

Saya membuat artikel ini sebagai ide cerita untuk mahasiswa jurusan broadcasting yang baru pertama membuat film. Bisa juga untuk kamu yang hanya sekedar iseng membuat film, boleh menjadi referensi. Karangan cerita ini hanya sebentar saja, namanya satu babak, tinggal tambahkan sound effectnya saja.

Postingan ini juga saya buat sebagai contoh untuk jobdesk penulis naskah, biasanya ada di tugas desain produksi lembar kerja. Jangan lupa baca artikel sebelumnya naskah drama film super boys. Selamat berkarya, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray Blogger di Era Digital keahlian khusus dibidang ilmu komunikasi. Penggemar konten kreatif dan bukan Editor tapi Penikmat Seni. Jangan lupa seruput dulu kopinya | Instagram: @brian.sagala

Posting Komentar untuk "Drama Satu Babak Siapa Yang Hilang"

Berlangganan Gratis !