Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Kekuatan Film Dokumenter Sebenarnya

Pengertian Kekuatan Film Dokumenter Sebenarnya



Pengertian Dokumenter

Catatansibray.com - Film dokumenter memang saat ini sedang menjadi trend. Banyak kelompok-kelompok mahasiswa dan kawula muda membuat film dokumenter.

Kekuatan film dokumenter sebenarnya terletak pada keaslian yang original, keunikkan, memberikan informasi dan moment-momentnya pada saat pengambilan gambar visual itu berlangsung.

Salah satu hal yang menarik perhatian penonton televisi Indonesia dalam menonton program televisi dokumenter adalah acara yang dapat menampilkan sesuatu yang sesuai dengan aslinya, yang tidak direkayasa dan menampilkan segala bentuk kejadian dan peristiwa didalam kehidupan.

Dokumenter sering dianggap sebagai dari aktualitas potongan-potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan, dan tanpa media perantara.

Pengertian dari Film Dokumenter adalah suatu tema atau topik tertentu, disuguhkan dengan gaya bercerita sesuai dengan keinginan pembuatannya.

Memakai narasi dan ilustrasi musik sebagai penunjang gambar visual picture story

Program dokumenter televisi adalah cerita yang disajikan dalam berita televisi baik hardnews maupun softnews merupakan tipe film faktual, termasuk feature.

Maka rekaman gambar seremonial (kegiatan formal) ataupun budaya tradisional/adat (life syle) yang direkam untuk kepentingan pribadi atau dipublikasikan adalah film dokumenter atau non fiksi.

Menurut Timothy Corrigan dalam buku A short guide to writing about film 2007. Film dokumenter biasanya di shoot disebuah lokasi nyata, tidak menggunakan aktor dan temanya terfokus pada subyek-subyek seperti sejarah, ilmu pengetahuan, sosial, atau lingkungan.

Ini berarti karya dokumenter dapat diartikan sebuah kejadian nyata dengan kekuatan ide kreatornya dalam merangkai gambar-gambar menarik menjadi istimewa secara keseluruhan. 

Jenis-Jenis Karya Dokumenter

Pengertian Kekuatan Film Dokumenter Sebenarnya
Ada beberapa jenis-jenis karya dokumenter, menurut Gerzon R. Ayawaila dalam Buku Film Dokumenter 2017.

1. Dokumenter Laporan Perjalanan

Dokumenter ini pada awalnya adalah dokumentasi Antropologi dari para ahli Etnologi atau Etnografi. Namum dalam perkembangannya bisa membahas banyak hal dari yang paling penting hingga yang kecil sesuai dengan pesan dan gaya yang di buat.

Istilah lain yang paling sering di gunakan untuk jenis dokumenter ini adalah travelogue, travel film, travel dokumenter dan adventure film.

Pengemasan dokumeter perjalanan ini lebih kritis dan radikal dalam mengupas permasalahan.

Lebih banyak menggunakan wawancara untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai opini publik. 

Menekankan pada visi dan solusi mengenai proses menuju inovasi, di kembangkan dengan wawancara diserta komentar kritis untuk membentuk opini baru.

2. Dokumenter Sejarah

Dokumenter sejarah ini dapat diartikan menceritakan sejarah perjuangan suatu bangsa, berisi perjuangan tokoh-tokoh pahlawan untuk mengenang berdirinya suatu negara yang mengalami proses perlawanan menjadi negara yang merdeka.

Film dokumenter genre sejarah sangat kental dengan aspek referential meaning-nya (makna yang sangat tergantung pada referensi peristiwanya).

Adapun tiga hal penting dalam dokumenter sejarah adalah waktu peristiwa, lokasi, sejarah dan tokoh pelaku sejarah tersebut.

Film dokumenter sejarah biasanya mengetengahkan peristiwa yang sudah berlalu.

Pada era reformasi, peta film dokumenter sejarah di produksi penekanannya karena kebutuhan masyarakat akan pengetahuan masa lalu.

3. Dokumenter Potret/Biografi

Sesuai dengan namanya jenis film ini lebih berkaitan dengan sosok seseorang. Mereka yang diangkat menjadi tema utama biasanya seseorang yang di kenal luas didunia, atau masyarakat tertentu.

Atau seseorang yang biasa namun memiliki kehebatan, keunikkan, ataupun aspek lain yang menarik. 

Ada beberapa istilah dokumenter potret, biografi dan profil yang merujuk kepada hal yang sama untuk menggolongkannya.

Pertama, potret yaitu dokumenter yang mengupas aspek human interest dari seseorang.

Plot yang diambil biasanya adalah hanya peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dan krusial dari orang tersebut. Isinya bisa berupa sanjungan, simpati, kritik pedas atau bahkan pemikiran yang kokoh .

Kedua, Biografi yang cenderung mengupas secara kronologis dari yang secara garis penceritaan bisa awal dari tokoh di lahirkan hingga saat tertentu (masa sekarang, saat tertinggal, atau saat kesuksesan sang tokoh) yang diinginkan pembuat filmnya.

Ketiga, profil. Sub genre ini walaupun banyak kesamaannya namum memiliki perbedaan dengan dua di atas terutama karena adanya unsur pariwara (iklan/promosi) dari tokoh tersebut.

Profil umumnya membahas aspek-aspek positif tokoh seperti keberhasilan ataupun kebaikkan yang di lakukan. 

4. Dokumenter Perbandingan/Kontradiksi

Dokumenter ini mengetengahkan sebuah perbandingan, bisa dari seseorang atau sesuatu yang bersifat budaya, perilaku, dan peradaban suatu bangsa.

Cerita mengemukakan perbedaan suatu situasi atau kondisi dari suatu objek/subjek dengan yang lainnya.

Misal film dokumenter hoop dreams (1994) yang di buat oleh Steve James. Selama Empat tahun ia mengikuti perjalanan dua remaja Chicago keturunan Afro-America, Wiliam Gates dan Arthur Agee untuk menjadi atlet basket profesional.

5. Dokumenter Ilmu Pengetahuan

Film ini berisi penyampaian informasi mengenai suatu teori, sistem, berdasarkan disiplin ilmu tertentu. Kemasannya bisa edukasi (jika ditujukan untuk publik khusus), atau film instruksional (jika ditujukan untuk publik umum dan luas).

Film ilmu pengetahuan sangat banyak variasinya. Jenis ini bisa terbagi menjadi sub genre yaitu film dokumenter sains dan film instruksional.

6. Dokumenter Nostalgia

Dokumenter yang mengisahkan kilas balik. Film-film jenis ini sebenarnya dengan jenis sejarah, namum biasanya banyak mengetengahkan kilas balik atau napak tilas pada kejadian-kejadian dari seseorang atau satu kelompok.

7. Dokumenter Rekontruksi

Dokumenter jenis ini biasa ditemui pada dokumenter investigasi dan sejarah, termasuk pula film Etnografi (ilmu tentang kebudayaan) dan antropologi visual.

Pecahan atau bagian peristiwa masa lampau maupun masa kini di susun atau di rekontruksi berdasarkan fakta sejarah. 

Dokumenter jenis ini mencoba memberi gambaran ulang terhadap peristiwa yang terjadi secara utuh. 

Biasanya ada kesulitan tersendiri dalam mempresentasikannya kepada penonton sehingga dibantu rekontruksi peristiwanya.

8. Dokumenter Investigasi

Dokumenter ini di kemas untuk mengungkap misteri sebuah peristiwa yang belum ataupun tidak pernah terungkap dengan jelas.

Peristiwa besar yang pernah menjadi berita hangat media massa di seluruh dunia, disebut juga dokumenter jurnalistik.

Jenis dokumenter ini memang kepanjangan dari investigasi jurnalistik. Tetapi yang membedakan dengan investigasi report (laporan investigasi harus aktual) biasanya aspek visualnya yang tetap diutamakannya.

Peristiwa yang di angkat merupakan peristiwa yang ingin diketahui lebih mendalam, baik diketahui oleh publik ataupun tidak.

9. Dokumenter Eksperimen/Seni

Dokumenter ini adalah Film Eksperimen/film seni menggabungkan gambar, musik, dan suara atmosfer (noise). 

Penggabungan tersebut secara artistik menjadi unsur utama, karena tidak menggunakan narasi, komentar, maupun dialog/wawancara.

Musik memberi nuansa gerak kehidupan yang dapat membangkitkan emosi penontonnya.

Jenis dokumenter ini dipengaruhi oleh film eksperimental.

Sesuai dengan namanya, film ini mengandalkan gambar-gambar yang tidak berhubungan, namun ketika disatukan dengan editing, maka makna yang dapat di tangkap penonton melalui asosiasi yang terbentuk dibenak mereka.

10. Dokumenter Buku Harian (Diary Film)

Diary Film merupakan dokumenter yang mengombinasikan laporan perjalanan dengan nostalgia kejayaan masa lalu, jalan cerita mencantumkan secara lengkap dan jelas tanggal kejadian, lokasi, dan karakternya sangat subyektif.

Seperti halnya sebuah buku harian, maka film yang bergenre ini juga mengacu pada catatan perjalanan kehidupan seeorang yang diceritakan kepada orang lain.

Tentu saja sudut pandang dari tema-temanya menjadi sangat subyektif, karena sangat berkaitan dengan apa yang dirasakan subjek pada lingkungan tempat dia tinggal, peristiwa yang dialami atau bahkan perlakuan kawan-kawannya terhadap dirinya. 

Dari segi pendekatan jenis ini memiliki beberapa ciri, yang pada akhirnya banyak yang menganggap gayanya konvensional.

Stuktur ceritanya cenderung linear serta kronologis, narasi, menjadikan unsur suara lebih banyak digunakan serta sering kali mencantumkan ruang dan waktu kejadian yang cukup detail.

11. Dokumenter Drama (Dokudrama)

Dokudrama adalah sub genre dokumenter dimana pada beberapa bagian film disutradarai atau diatur terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail.

Dokudrama muncul sebagai solusi atas permasalahan mendasar film dokumenter, yaitu untuk memfilmkan peristiwa yang sudah ataupun belum pernah terjadi.

Genre dalam dokumenter kemudian terus berkembang, hingga ketitik dimana menjadi sangat subyektif, melihat segala sesuatunya hanya dalam satu perpesktif yang sangat individual.

Genre film Dokudrama telah sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti Super Size Me, March of Pinguins, dan An Inconvenient Truth.

Film Dokudrama dapat diartikan merupakan peristiwa yang pernah terjadi direkontruksi ulang dengan kemasan yang baru. Selain menjadi subtip film, dokudrama juga merupakan salah satu dari jenis dokumenter.

Film jenis ini merupakan penafsiran ulang terhadap kejadian nyata, bahkan selain peristiwanya hampir seluruh aspek filmnya (tokoh, ruang, dan waktu) cenderung untuk direkontruksi.

Ruang (tempat) akan dicari yang mirip dengan tempat aslinya bahkan kalau memungkinkan dibangun lagi hanya untuk keperluan film tersebut.

Perbedaan Dokumenter, Future dan Drama

Jika seorang produser menyiapkan data-data yang benar, menyeluruh, dan tidak memihak tentang sesuatu hal atau seseorang, itulah dokumenter.

Jika dia tidak terlalu terikat pada kebenaran dan tujuan awalnya adalah mempengaruhi imajinasi
seseorang, walaupun berdasarkan fakta, ini adalah feature adalah feature.

Jika karya yang dibuat berdasarkan imajinasi dari penulisnya dari sebuah kisah atau fiksi yang direkayasa dan dikreasi ulang, disebut drama.

Drama adalah sebuah cerita atau sandiwara yang diperagakan atau dipentaskan dengan berbagai karakter dan cerita.

Sudut Pandang Dalam Film Dokumenter

Program Dokumenter sendiri dilihat dari bagian dari keseluruhan film, karena semua bahan tersebut harus diatur, diolah kembali dan ditata stuktur penyajiannya.

Terkadang dalam pengambilan gambar berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang dan ukuran shot.

Artinya karya dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Jadi ini dapat diartikan bahwa film dokumeter merupakan sebuah tayangan yang berisi laporan atau paparan.

Pembuat film dokumenter juga harus memiliki sudut pandang dan pengamatan kuat terhadap subjek dan objeknya, dengan adanya sudut pandang dan pengamatan yang kuat inilah penafsiran atau interpretasi penulis tidak mengubah konstruksi fakta yang ada.

Konsep Film Dokumenter Televisi

Pengertian Kekuatan Film Dokumenter Sebenarnya
Secara umum konsep cerita dokumenter dalam format siaran televisi, merupakan gaya bertutur jurnalistik yang dibagi dalam 5 kategori.

Berita Aktual (Reportase)

Bentuk ini dipakai dalam laporan berita report/news. Sebagai contoh pada acara siaran televisi swasta, Liputan 6, Cakrawala, Seputar Indonesia, dan sebagainya. Dimana ditayangkan sejumlah reportase dokumenter berdurasi pendek dari beberapa peristiwa.

Feature

Suatu bentuk dokumenter berita yang menyuguhkan suatu tema/topik tertentu, dengan mengadakan wawancara, dilengkapi dengan komentar atau narasi. Contoh: Liputan Khusus.

Magazine

Ini merupakan suatu paket berita pada acara televisi, yang menyuguhkan minimal 3 tema/topik. Magazine atau biasanya disebut majalah udara pada radio. Gabungan uraian fakta dan opini yang dirangkai dalam satu mata acara.

Dokumenter TV

Suatu tema/topik tertentu, disuguhkan dengan gaya bercerita sesuai dengan keinginan pembuatannya. Memakai narasi dan ilustrasi musik sebagai penunjang gambar visual picture story.

Perbedaan dokumenter dan reportase ialah dokumenter menampilkan suatu peristiwa tidak secara garis besarnya saja, seperti gaya reportase.

Dokumenter Televisi memiliki nuansa serta orientasi luas, dari mulai sebab sampai akibat, serta proses kejadian atau peristiwa dari tema tersebut sampai hal ini sama dengan dokumenter film.

Dokumenter Seri

Suatu penyuntingan dokumenter berdurasi panjang, dibagi dalam beberapa sub tema atau episode. 

Didalam dokumenter seri sebuah tema disuguhkan dengan memakai gaya bertutur suatu perbandingan atau kontradiksi.

Kesimpulan

Pada dasarnya dokumenter itu sendiri merupakan format program acara televisi yang berisikan tema dan ide maupun isi penuturannya yang dikembangkan hingga matang sehingga terjadi sebuah karya yang dapat dinikmati dan menghibur.

Tujuan dari penyajian program dokumenter adalah untuk mengingatkan kembali kepada khalayak dan memberitahukan tentang suatu peristiwa yang terjadi dan mengandung nilai-nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap sesama.

Materi dokumeter dapat disajikan dalam bentuk berita dan dapat pula dalam bentuk penjelasan masalah hangat, tentunya dengan maksud dan tujuan.

Oleh karena itu dokumenter membutuhkan sebuah riset yang matang agar stuktur cerita menjadi menarik.

Demikian artikel mengenai pengertian dokumenter, baik dari segi film maupun televisi bagaimana bentuk penyajiannya, jenisnya apa saja, dan konsepnya seperti apa.

Jangan lupa berkunjung artikel sebelumnya mengenai program dokumenter televisi tugas produser

Berkaryalah sesuai dengan hati nurani dan memberikan manfaat bagi semua orang.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Bray
Bray Broadcaster, Digital Marketing, Communicare, and... Coffee is my favorite. Instagram: @brian.sagala

Posting Komentar untuk "Pengertian Kekuatan Film Dokumenter Sebenarnya"

Berlangganan Gratis !