Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Unsur Genre Drama Televisi

Unsur Genre Drama Televisi


Program Drama Televisi

Televisi pada masa sekarang ini merupakan kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi keinginan akan informasi dan hiburan. Salah satu bentuk program hiburan di televisi seperti drama.

Format program drama televisi merupakan suatu bentuk cerita manusia yang disusun sedemikian rupa dengan dialog dan aksi dari para pemain lalu direkam melalui kamera dan kemudian ditayangkan melalui media televisi.

Baca juga : Pemilihan Karakter Film Cerita Protagonis atau Antagonis

Adapun perbedaan jenis-jenis drama, yaitu:
  1. Drama Tragedi;
  2. Drama Komedi: Komedi Situasi, Slapstic, Satire, dan Farce;
  3. Drama Tragedi-komedi;
  4. Drama Misteri: Kriminal, Horor, dan Mistik;
  5. Drama Laga: Modern, Tradisional. Sejarah, dan Melodrama;
  6. Drama Dokumenter (Dokudrama);
  7. Drama Adat;
  8. Drama Liturgi;
  9. Drama Fantasi;
  10. Drama Mini Kata;
  11. Drama Eksperimental;
  12. Sosiodrama;
  13. Drama Monolog;
  14. Drama Musikal (Opera);
  15. Drama Absurd;
  16. Drama Wayang; dan
  17. Drama Boneka.

Berdasarkan aliran drama, yaitu:
  1. Aliran Klasik;
  2. Aliran Romantik;
  3. Aliran Realisme: Sosial dan Psikologis;
  4. Aliran Naturalisme;
  5. Aliran Ekspresionisme;
  6. Aliran Ekstensialisme; dan
  7. Aliran Surealisme.

Kemudian berdasarkan karakteristik tokoh, yaitu:
  1. Protagonis: Tokoh Sentral;
  2. Antagonis: Tokoh yang membuat konflik dengan peran protagonis;
  3. Tritagonis: Tokoh Pendamping; dan
  4. Pembantu: Tokoh pelengkap untuk mendukung rangkaian cerita.

Lalu berdasarkan medianya, yaitu:
  1. Panggung atau teater;
  2. Radio;
  3. Televisi; dan
  4. Layar lebar atau Bioskop.

Drama televisi merupakan sarana pementasan yang saat ini populer di kalangan khalayak luas, apabila cerita di dalamnya sangat menarik dengan dibawakan oleh para pemain yang aktingnya benar-benar memukau.

Akting dari para pemain adalah elemen paling utama untuk menyampaikan isi atau pesan yang terkandung dalam drama tersebut.

Jenis Karakter Drama TV

  1. Karakter Manusia
  2. Karakter Nonmanusia (binatang, makhluk luar angkasa, monster, benda, dan lain sebagainya)
  3. Karakter Nonfisik (makhluk supernatural)
  4. Karakter Animasi

Dalam penayangan televisi, program drama biasanya dikategorikan dalam miniseri, film televisi atau drama seri terbatas. Bentuk konten dalam penyajiannya menampilkan drama fiksional namun tak jarang diambil dari kisah nyata.

Kemudian untuk menunjukan aksi dan dialog pada drama di televisi, dibuat penulisan skenario dalam naskah, yaitu judul scene, nama pemeran, deskripsi visual, beat, dialog, transisi, dan sebagainya.

Pada genre drama, memang paling luas dalam film termasuk subgenre sangat bervariatif, tergantung pada pengembangan sifat karakter yang berurusan dengan tema emosional.

Namun untuk kepentingan segmentasinya, penyajian drama televisi dibuat seperti adanya unsur dramatik:

Konflik

Konflik adalah permasalahan yang kita ciptakan untuk menghasilkan pertentangan dalam sebuah keadaan sehingga menimbulkan kesan dramatis.

Jika tidak ada adegan seperti ini mungkin bukan namanya drama karena sebuah cerita perlu adanya sebab dan akibat sehingga story ini dapat diperjelas dan mempunyai pesan moral.

Suspense

Definisi Suspense adalah ketegangan. Ketegangan yang tidak berkaitan dengan rasa ketakutan, melainkan penonton dibawa pada perasaan menunggu adegan atau aksi yang akan terjadi. Bisa juga disebut dengan harap-harap cemas, bahkan diusahakan untuk membuat penonton gergetan. 

Perasaan ini diakibatkan oleh rintangan tokoh utama yang begitu besar tetapi ia hanya sedikit mampu dan berhasil dalam usaha menyelesaikan hambatannya.

Suspense biasa diterapkan pada naskah Film laga atau action. Unsur ini sangat dominan dibandingkan pada film drama.

Untuk naskah FTV biasanya diterapkan pada scene per adegan menjelang ending cerita. Sementara dalam sinetron diterapkan menjelang berakhirnya episode.

Curiosity

Curiosity adalah rasa ingin tahu atau rasa penasaran penonton dalam sebuah adegan yang kita ciptakan. Sebuah adegan yang memancing keingin tahuan penonton pada adegan yang sedang ditontonnya.

Saat adegan sedang seru tiba-tiba berlanjut episode berikutnya, ini sering terjadi pada sinetron. Atau ada potongan commercial break yang membuat kita harus menunggu acaranya dimulai lagi.

Surprise

Surprise adalah kejutan. Jawaban atau ending cerita yang di luar dugaan penonton atau ending cerita tidak sama seperti yang diharapkan atau ditebak oleh penonton.

Dengan kata lain, cerita tidak mudah ditebak oleh penonton. Efek dari surprise bisa membuat setiap penonton berbeda, yaitu bisa berakibat penonton senang dan juga sebagian lagi penonton kecewa.

Surprise merupakan bentuk kreativitas sebuah ending cerita yang diciptakan oleh penulis naskah film. 

Usahakan cerita yang kita buat berbeda dengan cerita pada umumnya sehingga kreativitas penulis naskah tidak dikatakan sebagai penulis bajakan.

Pembuatan drama televisi punya motif ceritanya yang timbul karena:
  1. Eksistensi (keberadaan), kedudukan, ketenangan, kekayaan, dan lain-lain.
  2. Situasi (lingkungan atau ekonomi sosial).
  3. Interaksi sosial (hubungan yang tidak harmonis).
  4. Watak manusia (ditentukan oleh pikiran, emosional, ekspresi, dan lain-lain).

Jika diperhatikan lebih dalam, konsumen acara televisi umumnya adalah orang-orang yang mempunyai cukup banyak waktu di rumah, bahkan diantaranya adalah mereka yang tidak mempunyai cukup banyak aktivitas, sampai mereka yang tidak mempunyai pekerjaan.

Unsur Genre Drama Televisi

Dampak Positif

Memberikan banyak hiburan dan edukasi melalui program-program drama televisi yang ditayangkan. Secara keseluruhan memang dampak positifnya ini, penonton memanfaatkan televisi sebagai sarana hiburan, informasi, edukasi dan lain sebagainya.

Membuat sebuah tayangan drama televisi yang tidak hanya memberikan hiburan semata, namun juga memberikan sisi pembelajaran bagi penikmatnya. Semenarik dan sesederhana mungkin namun tetap mengandung informasi dan pesan moral yang berguna bagi para penonton.

Dampak Negatif

Pada umumnya penonton kurang memperhatikan dampak negatif yang mungkin timbul pada genre drama televisi. Tidak semua penonton mampu mengategorikan mana tayangan yang baik dan mendidik, acara mana yang layak dan yang tidak layak untuk ditonton.

Karena memang tidak mempunyai banyak pilihan acara televisi, sebab rata-rata acara televisi yang ada menghadirkan jenis acara yang sama.

Penonton cenderung mendapatkan hiburan namun kurang memperhatikan hal lainnya. Terlepas dari semua dampak yang ada, baik positif maupun negatif, program acara televisi tetaplah suatu sarana komunikasi yang ampuh dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia.

Drama televisi memiliki trik tersendiri agar penonton semakin tertarik. Trik tersebut antara lain dari segi pemain yang secara fisik enak dilihat, baik pemain wanita maupun pria atau memiliki konflik cerita yang juga terjadi dalam kehidupan nyata.

Baca juga : Arti Continuity Dalam Produksi Film Drama

Drama memiliki ikatan emosional yang cukup besar dan dapat membuatnya dekat dengan target audiensnya.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Referensi:
  1. Lutters, Elizabeth. 2018. Kunci Sukses Menjadi Aktor. Jakarta: Gramedia, ISBN 978-602-051-429-1.
  2. Nasrullah, Rulli. 2019. Teori Dan Riset Khalayak Media. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group, ISBN 978-623-218-236-3.


Post a Comment for "Unsur Genre Drama Televisi"