Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Untuk Mengembangkan Percakapan

Cara Untuk Mengembangkan Percakapan


Catatansibray.com - Kesuksesan kita dalam komunikasi bergantung pada kemampuan untuk menciptakan percakapan yang efektif dan produktif ada beberapa tips maupun trik mengembangkan percakapan.

Beberapa tips dalam mengembangkan percakapan yang efektif dari komunikasi harus dilakukan secara bersamaan.

Ambil salah satu taktiknya dan laksanakan dalam beberapa hari.

Berikut beberapa tips dan trik untuk mengembangkan percakapan yang baik dikutip dari catatan si Bray dalam pelajaran komunikasi.

Memperjelas Tujuan  

Lakukan mulai dari awal percakapan kita seperti yang diinginkan, biasanya orang sering kali memulai percakapan tanpa mengetahui sasarannya.

Pikirkanlah sebuah percakapan sebagai sebuah perjalanan yang kita lakukan. Melengkapi perjalanan tersebut hanya tahu kemana arah tujuan kita.

Hal yang sangat terpenting adalah bahwa kita menyatakan tujuan secara jelas pada awal percakapan, berilah headline.

Jika kita mengetahui poin utama maka nyatakanlah itu pada awal percakapan.

Dengan cara itu, orang lain bisa mengerti ucapan kita, tentu saja bila memberikan sebuah headline dengan lebih mudah mengetahuinya.

Sama seperti media cetak koran mengandalkan headline untuk menyebarluaskan pesan dengan cepat, kita pun dapat melakukan hal yang sama pada sebuah percakapan.

Kita dapat memutuskan untuk mengubah tujuan di tengah-tengah percakapan kita seperti halnya kita memutuskan untuk mengubah haluan di tengah perjalanan.

Hal itu diperbolehkan selama dalam perbincangan saling mengetahui apa yang dilakukan.

Tujuan yang terlalu spesifik pada awal percakapan akan membatasi kesuksesan di akhir pembicaraan. Sebagai contoh apa yang ingin kita setujui dan apa yang tidak dapat dikompromikan. 

Terbagi menjadi dua kategori, yaitu mendalami suatu masalah dan menemukan suatu solusi.

Ketika kita berpikir tentang headline percakapan, lontarkan pertanyaan apakah headline tersebut suatu masalah atau solusi?

Kemampuan membedakan dua jenis tujuan tersebut merupakan keahlian percakapan yang sangat penting.

Kita dapat memperkirakan bahwa semua percakapan mengenai suatu masalah bertujuan untuk menemukan solusi khususnya jika orang lain telah memulai percakapan tersebut.

Mungkin juga orang lain tidak ingin kita menawarkan sebuah solusi, tetapi lebih baik membicarakan masalahnya dengan mereka.

Menyusun Pemikiran

Kita dapat mengembangkan percakapan dengan memberikan struktur yang benar. Cara yang paling sederhana dalam menyusun struktur percakapan adalah membaginya menjadi dua.

Cara berpikir tingkat pertama adalah berpikir tentang masalah, dan cara berpikir kedua adalah tentang solusinya.

Banyak percakapan yang melompat ke cara berpikir tingkat kedua tanpa menghabiskan cukup waktu di tingkat pertama.

Mereka mencari solusi dan hampir mengabaikan permasalahannya. Mengapa diabaikan?

Mungkin karena masalah-masalah tersebut sangat menakutkan. Orang tidak suka hidup dengan masalah yang tidak terpecahkan.

Lebih baik menangani masalah tersebut dengan memisahkannya, memecahkannya, membuangnya jauh-jauh.

Hadapi masalah tersebut untuk segera memasuki cara berpikir tingkat kedua, kita dapat memberikan perhatian dan waktu secukupnya pada cara berpikir tingkat pertama.

Selanjutnya pastikan bahwa kita berada di tingkat dan waktu yang sama dalam menghubungkan tingkat-tingkat percakapan.

Hubungan tersebut membantu kita untuk mengarahkan percakapan dengan nyaman.

Pemegang kendali percakapan yang terampil dapat mengarahkan percakapan dengan menghubungkan,
  1. Masa lampau dan masa sekarang.
  2. Masalah dan solusi.
  3. Cara berpikir tingkat pertama dan kedua.
  4. Pertanyaan dan jawaban.
  5. Ide-ide negatif dan positif.
  6. Pendapat tentang apa yang benar, dengan spekulasi mengenai konsekuensinya.

Mengatur Waktu

Percakapan memerlukan waktu dan waktu adalah satu-satunya sumber yang tidak dapat diperbarui. Sangatlah penting memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, untuk percakapan kita.

Periksalah seberapa banyak waktu yang kita miliki. Janganlah kita berasumsi tidak mempunyai waktu.

Bersikaplah realistis, bila perlu buat janji untuk berbincang-bincang pada waktu lain. Pastikan mengatur waktu untuk percakapan dapat bertemu dengan mudah.

Mengatur waktu dalam percakapan dimulai dari nilai yang berbeda.

Pada umumnya, sebuah percakapan yang efektif dapat dimulai dengan perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Akan tetapi, tidak ada aturan yang pasti dalam hal ini.

Kita mengetahui bahwa percakapan akan berlangsung sangat cepat jika setiap orang saling menginterupsi (menyela atau memutus) pembicaraan mereka.

Percakapan dapat menjadi sangat cepat karena:
  1. Kita hanya memikirkan solusi.
  2. Perasaan mengambil alih.
  3. Kita memaksakan kepentingan kelompok (setiap orang mulai berpikir untuk memaksa kelompok lain).
  4. Kita terlampau menikmati diri kita sendiri.
  5. Asumsi-asumsi bukan merupakan tantangan lagi.
  6. Orang berhenti bertanya.
  7. Debat argumentasi memanas.

Sebaliknya, kita mengetahui bahwa percakapan menjadi melambat bila seseorang mulai menguasai percakapan, ketika tidak ada pertanyaan, orang banyak berhenti, tingkat energi dalam percakapan menurun, atau ketika orang memperlihatkan tanda-tanda khawatir.

Percakapan mulai melambat karena:
  1. Percakapan menjadi pusat masalah.
  2. Terlampau banyak analisis.
  3. Orang-orang lebih banyak berbicara tentang masa lalu daripada masa depan.
  4. Semakin banyak pertanyaan yang diajukan.
  5. Orang-orang mengulang pembicaraan mereka sendiri.
  6. Percakapan melebar.
  7. Orang ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu.

Cobalah untuk lebih peka melihat bagaimana percakapan berlangsung, seberapa cepat percakapan tersebut seharusnya berjalan.

Jika kita merasa bahwa percakapan semakin cepat, cobalah beberapa langkah berikut.
  • Refleksikan apa yang dikatakan orang lain daripada mengulanginya langsung.
  • Buatlah ringkasan tentang komentar mereka sebelum kita melangkah memasuki komentar sendiri.
  • Ajukan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan hanya jawab 'Ya' atau 'Tidak' saja).

Jika kita merasa bahwa percakapan semakin melambat, cobalah beberapa langkah berikut ini.
  • Doronglah supaya bergerak, berilah tanda bahwa kita menunggu suatu tindakan, bukan kata-kata.
  • Ringkaslah dan hubungkan poin yang diperoleh dalam percakapan bersama-sama, sehingga kita dapat membawa satu tingkat cara berpikir ke dalam kesimpulan dan melangkah ke topik berikutnya.
  • Carilah argumen dari apa yang dikatakan orang lain.
  • Mintalah ide-ide baru dan tawarkanlah beberapa ide kita sendiri.

Jangan Terpaku Pada Argumen

Salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan percakapan kita adalah dengan mengusahakan untuk tidak terpaku pada pengembangan argumen kita.

Kebanyakan orang lebih pandai berbicara daripada mendengarkan.

Di sekolah, kita belajar keterampilan berdebat, mengambil alih posisi, menahannya, mempertahankannya, meyakinkan orang lain, dan mengkritik dari berbagai sudut.

Pendapat adalah ide kemungkinan, kemudian ide tersebut adalah asumsi mengenai apa yang seharusnya benar, bukan kesimpulan mengenai apa yang benar dalam suasana tertentu.

Pendapat dapat meliputi:
  1. Cerita (mengenal apa yang terjadi, apa yang mungkin terjadi, dan mengapa hal itu terjadi).
  2. Penjelasan (tentang mengapa sesuatu terjadi tidak semestinya, dan mengapa hal itu gagal).
  3. Alasan pembenaran tentang apa yang telah terjadi.
  4. Gosip (mungkin untuk membuat seseorang merasa lebih baik dengan mempermainkan orang lain).
  5. Proses penalaran (untuk menyelamatkan gangguan pikiran).
  6. Membuat salah (untuk menetapkan kekuatan terhadap orang lain).

Percakapan sering kali mempersalahkan kenyataan.

Ketika kita mendengar seseorang mungkin diri kita sendiri mengatakan bahwa sesuatu 'benar adanya', kita mungkin saja yakin terhadapnya.

Percakapan yang bersifat perbedaan menyebabkan kebenaran tak pernah muncul dalam suatu kelompok.

Kenyataannya mempertahankan pendapat bisa menghentikan kita untuk mencari pengetahuan dan menemukan ide baru.

Kualitas percakapan secara drastis akan semakin memburuk, orang menjadi terlalu sibuk mempertahankan diri, terlalu takut, dan terlalu lelah berdebat untuk memperbaiki percakapan.

Ladder of Inference adalah model yang berdampak luar biasa untuk membantu kita tidak terpaku pada argumen sendiri.

Model yang dikembangkan oleh Chris Argyris (dalam bukunya Ladder of Inference) menggambarkan cara orang bercakap-cakap sebagai suatu jalinan. Bagian dasar dari jalinan tersebut disebut observasi dan bagian puncaknya adalah tindakan.

Kunci dari Ladder of Inference adalah mengajukan pertanyaan.

Cara ini akan membantu kita menemukan perbedaan pada cara orang berpikir, apa yang mereka miliki secara umum, dan bagaimana mereka dapat mencapai sebuah pengertian dalam berbagi.

Kita dapat menggunakannya sewaktu-waktu sebagai sebuah cara yang praktis untuk mencegah percakapan yang mulai memasuki ajang argumentasi.

Sering-Sering Membuat Ringkasan

Keterampilan selanjutnya yang paling penting dari percakapan adalah membuat ringkasan.

Ringkasan memberi kita kesempatan untuk menetapkan tujuan mengembalikannya, dan memastikan bahwa kita telah mencapainya.

Ringkasan sederhana sangat berguna sebagai kunci untuk memutar percakapan.

Pada awal percakapan buatlah ringkasan tentang hal terpenting atau tujuan kita ketika ingin melangkah dari satu tingkat ke tingkat selanjutnya.

Pada akhir percakapan buatlah ringkasan tentang apa yang telah kita raih dan tindakan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Membuat ringkasan berarti menguraikan kembali ide orang lain ke dalam bahasa kita sendiri.

Itu juga termasuk mengenali gagasan penting mereka, menghargai posisi mereka pada waktu mengatakannya, dan memahami keyakinan yang menyadari kita bahwa hal tersebut penting dipikirkan.

Tentu saja ringkasan yang dibuat harus asli dan juga harus ditunjang oleh kata-kata yang menggambarkan bahwa kita mengenali, menghargai, dan memahami hal tersebut.

Menggunakan Visual

Cara Untuk Mengembangkan Percakapan

Banyak penilaian bahwa orang dapat mengingat 20% dari apa yang mereka dengar, dan lebih dari 80% dari apa yang mereka lihat.

Jika komunikasi itu berhasil apabila saling pengertian, maka prosesnya bagaimana membuat pikiran kita terlihat, percakapan kita akan memperoleh keuntungan dari cara kita memperlihatkan ide.

Banyak cara untuk mencapai gambaran visual kita dalam percakapan. Salah satunya cara yang paling jelas adalah dengan menuliskan percakapan diatas kertas.

Cara visual lainnya dengan menggunakan bahasa isyarat dan ekspresi wajah kita.

Mencatat ide di atas kertas

Pola dan gambar juga diagram serta catatan kaki yang kita tulis di kertas membantu kita dalam membuat ringkasan, dan menjaga konsentrasi.

Lebih kreatif lagi hal tersebut dapat menjadi fokus pada percakapan kita. Dengan membuat pola pikir kita lebih terlihat, kita dapat memastikan bahwa kita benar-benar paham.

Tentu saja dibutuhkan teknik yang cukup fleksibel untuk mengikuti percakapan diamana pun berada, yaitu sebuah teknik yang dapat mengakomodasi ide kita lebih baik jika teknik tersebut dapat membantu untuk mengembangkan ide-ide baru.

Teknik semacam itu disebut pemetaan pemikiran. Pemetaan pemikiran adalah cara berpikir tingkat pertama yang sangat kuat.

Dengan menekan pada hubungan antar ide, lalu memberi dorongan kepada kita untuk berpikir lebih kreatif dan efisien.

Variasi dalam pemetaan pikiran adalah dengan menggunakan catatan tempel kecil untuk merekam ide. 

Dengan menuangkan sebuah ide ke catatan kecil, kita dapat mengumpulkan dan menempelkan catatan-catatan tersebut di dinding atau papan pengumuman dan menggabungkannya untuk menemukan hubungan yang logis di antara ide-ide tersebut.

Teknik ini sangat berguna dalam sesi brainstorming atau percakapan yang mencari pemecahan masalah.

Gunakanlah Metafor

Metafor berarti mengirimkan atau memindahkan ide-ide dalam bentuk yang konkret (dapat dilihat). 

Metafor membantu pendengar kita untuk melihat sesuatu dengan cara baru, dengan menggambarkannya sebagai sesuatu yang lain.

Menggunakan imajinasi untuk mendorong dan mengembangkan ide-ide kita menjadi hidup dalam pikiran si pendengar.

Jika kita ingin menemukan sebuah metafor untuk membuat pikiran kita semakin kreatif dan percakapan semakin menarik, kita dapat memulainya dengan menjadi pendengar yang baik dalam percakapan yang kita ciptakan.

Menemukan metafor adalah cara berpikir tingkat pertama, karena metafor adalah alat untuk membantu kita melihat realitas dengan cara baru. Kita akan mengetahui kapan kita berhasil mencapai metafor yang produktif.

Percakapan tersebut akan memanas dan merasakan energi secara tiba-tiba lalu bersifat menyenangkan, secepat kita menyadari bahwa kita sedang memikirkan cara yang benar-benar baru.

Penutup

Pada awal percakapan atau pembicaran kata yang baik, nyatakanlah terlebih dahulu tujuan kita, atur suasana, dan bentuklah suatu hubungan yang dapat menciptakan komunikasi efektif.

Berpikirlah dahulu untuk mengumpulkan informasi, konsentrasi pada cara bagaimana kita memperoleh data mengenai masalah yang ada dari berbagai sudut pandang.

Membuat ringkasan tentang apa yang telah kita pelajari dan mulai bertindak berdasarkan informasi yang diperoleh. Kita mulai berpikir tentang bagaimana kita maju ke depan dengan berbagai banyak pilihan.

Pada akhirnya kita melaksanakan apa yang telah disetujui dan menetapkan hasil percakapan kita sendiri dari tingkat pertama dalam mengatasi masalah.

Satu hal yang juga penting adalah merekam/mencatat dari hasil percakapan untuk tindakan bersifat dinamis antara permintaan dan perjanjian, hal tersebut memerlukan bentuk yang spesifik.

Kesuksesan setiap percakapan bergantung pada kesuksesan percakapan sebelumnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Posting Komentar untuk "Cara Untuk Mengembangkan Percakapan"

Berlangganan via Email