Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesuksesan Konsep Diri Berpengaruh Pada Komunikasi

Kesuksesan Konsep Diri Berpengaruh Pada Komunikasi


Catatansibray.com - Ketika kita berpikir tentang diri sendiri, apa definisi diri Saya?

Apakah harus mengatakan bahwa Saya seorang yang mudah menyerah, seorang pemenang, pengambil resiko, atau takut pada bayangan diri sendiri?

Apa konsep diri Saya?

Bila kita pikirkan tentang diri kita sendiri sangat erat kaitannya dengan "siapa" dan "apa" kita sebenarnya.

Konsep Diri

Persepsi atau pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri yang terbentuk melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan, serta mendapat pengaruh dari orang-orang yang dianggapnya penting, itulah konsep diri.

Konsep diri dibangun dari orang yang memiliki daya tarik atau pengaruh kuat kepada diri kita. Saat kita masih kecil, orang yang sangat berpengaruh bagi kita adalah orangtua.

Dari sinilah konsep diri mulai tertanam.

Setelah beranjak dewasa mulailah masuk ke lingkungan sosial yang lebih luas, mendapatkan pengaruh dari orang-orang atau hal-hal yang ikut membentuk konsep diri.

Misalnya guru, tetangga, masyarakat, budaya, teman, dan lain sebagainya.

Salah satu prinsip terbentuknya konsep diri adalah pengulangan. Suatu hal yang terjadi berulang-ulang akan meninggalkan kesan lebih mendalam dan relatif permanen.

Sama seperti ketika kita mulai belajar sesuatu, untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal maka pengulangan materi-materi tersebut masih dalam ingatan.

Begitu juga kejadian yang negatif atau berulang kali terjadi dan dihadapi seseorang, bisa membentuk konsep diri yang negatif pada orang tersebut.

Siapa Saya? Apakah Saya?
Jawaban dari kedua pertanyaan ini mengandung konsep diri kita sendiri.

Harapan Diri Sendiri Atau Diri Ideal

Dalam buku yang terkenal Principle Of Psychology, William James (1890). Diri atau self adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri, bukan hanya tentang tubuh dan keadaan psikisnya saja, melainkan juga tentang anak istri, rumah, pekerjaan, nenek moyang, teman-teman, milik dan uangnya.

Kalau semua bagus, ia merasa senang dan bangga. Akan tetapi, kalau ada yang kurang baik, rusak, hilang, ia merasa putus asa, kecewa dan lain-lain.

Sedangkan diri ideal adalah apa yang kita inginkan di masa yang akan datang. Artinya ingin menjadi apa kelak kita nanti.

Konsep tentang diri ideal ini mulai terbentuk sejak dari bayi. Seorang bayi mulai berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya dan memperhatikan bagaimana orang tersebut memberikan tanggapan tentang keberadaannya.

Setelah melalui proses interaksi yang berkesinambungan, seseorang mulai mencari diri yang ideal bagi mereka sendiri. Hal ini berjalan secara wajar dan berproses sepanjang umur manusia.

Setiap orang pasti mempunyai konsep tentang diri ideal, baik disadari maupun tidak.

Ada orang dengan kesadarannya mencari gambaran diri yang ideal untuk dirinya sendiri, sementara yang lain mempunyai gambaran diri ideal secara tak sadar.

Diri ideal mempunyai peranan yang signifikan pada kepribadian seseorang untuk berorientasi pada masa depan yang ingin dicapai. Diri ideal juga dibuat sebagai titik tujuan seseorang yang memberikan makna dalam setiap proses langkahnya.

Pengetahuan Diri Atau Citra Diri

Citra diri membentuk persepsi seseorang tentang tubuh, baik secara internal maupun eksternal.

Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditujukan pada tubuh. Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik, kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain.

Citra diri juga dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik, sikap, nilai kultur juga sosial.

Citra diri meliputi dua hal, yaitu citra fisik dan citra psikis.

Citra fisik diri biasanya berkaitan dengan penampilan fisik, daya tariknya dan kesesuaian dengan jenis kelaminnya, juga lebih pentingnya berbagai bagian tubuh untuk perilaku dan harga diri seseorang di mata orang lain.

Sedangkan citra diri psikis terbentuk berdasarkan atas pikiran, perasaan, dan emosi.

Kualitas dan kemampuan yang mempengaruhi penyesuaian pada kehidupan, seperti sifat keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri, serta berbagai jenis aspirasi dan kemampuannya.

Citra diri merupakan deskripsi sederhana misalnya, Saya seorang petani, Saya seorang adik, Saya seorang pemain bola, Saya seorang pelajar, Saya seorang pelari, berat badan Saya 50kg, tinggi Saya 165cm, dan lain sebagainya.

Penghargaan Diri Atau Harga Diri

Suatu perasaan yang dapat kita peroleh pada saat tindakan sesuai dengan kesan pribadi kita. Orang dengan harga diri yang baik akan merasa sebagai makhluk yang berharga.

Kita adalah penilai diri kita sendiri, setiap hari, setiap detik, dan setiap saat kita menilai diri kita sendiri. Penilaian diri biasanya mengenai pada pertanyaan,

"Saya dapat menjadi apa" yaitu pengharapan diri.

"Saya seharusnya menjadi apa?" tentang siapa dirinya, itu kriteria seseorang bagi dirinya sendiri.

Penghargaan diri meliputi suatu penilaian, suatu perkiraan, mengenai kepantasan diri misalnya Saya sangat pandai, peramah, dan sebagainya.

Harga diri bisa juga diartikan sebagai penerimaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Jika seseorang menyukai dirinya sendiri, menerima diri sendiri, menghargai diri sendiri, dan menghormati diri sendiri, maka harga dirinya akan semakin tinggi.

Jadi, konsep diri merupakan gabungan dari beberapa komponen, yaitu diri ideal, citra diri, dan harga diri.

Diri ideal sebagai sesuatu yang kita ingin menjadi apa di masa depan. Citra diri sebagai cara kita melihat diri sendiri dan ini menentukan prestasi kita di masa sekarang.

Kemudian harga diri muncul ketika kita dapat melihat gambaran diri sendiri dengan baik dan dapat mencapai diri yang kita harapkan terjadi.

Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan

Kesuksesan Konsep Diri Berpengaruh Pada Komunikasi
Salah salah satu fakta yang paling penting tentang diri kita sendiri adalah you are what you think. Jadi, apabila kita adalah orang yang tidak bisa berbuat apa-apa, maka kita akan selamanya menjadi seseorang yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Pikiran-pikiran yang tercipta dari otak dapat mengendalikan dan menentukan hampir semua yang terjadi pada diri kita sendiri. Pikiran dapat membuat diri kita merasa tenang sekaligus juga bisa membuat cemas berkepanjangan.

Pikiran juga mampu membuat kita menjadi pemberani, bisa juga menjadi seseorang pengecut. Menjadi sukses atau menjadi orang yang selalu gagal.

Singkatnya, pikiran membawa dampak besar dan menentukan akan menjadi apa kita nantinya di masa selanjutnya.

Selain itu, pikiran kita tentang seseorang atau situasi juga bisa sangat mempengaruhi sikap kita kepada orang tersebut. Bagaimana kita menanggapi orang itu, memosisikannya, melayaninya sangat tergantung pada pikiran atau persepsi kita tentang orang yang bersangkutan.

Intinya, segala yang kita percayai dengan penuh keyakinan akan menjadi kenyataan.

Apapun yang kita percayai tentang diri sendiri, secara nyata akan begitulah kita. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.

Jika saat ini kita merasakan sering menghujat diri sendiri, memandang rendah diri sendiri, tidak percaya diri, maka sudah saatnya kita harus mengubah konsep diri tersebut. Kita harus mengubah apa yang telah kita percayai tentang diri sendiri secara negatif itu.

Apa yang kita percayai tidak selamanya harus berdasarkan fakta-fakta, justru kebanyakan hanya berdasarkan informasi-informasi yang kita peroleh dan terima sebagai kebenaran. Tidak jarang hal-hal yang kita percayai itu hanya mengandung sedikit sekali bukti dan fakta.

Dalam usaha mengubah kepercayaan terhadap diri sendiri serta keyakinan yang bersifat membatasi diri adalah keyakinan negatif yang terburuk.

Keyakinan yang membatasi diri adalah apa yang kita yakini tentang diri sendiri pada kaitannya membuat kita merasa terbatas atau tidak mampu dalam satu bidang tertentu.

Langkah untuk menghilangkan keyakinan yang membatasi diri ini dimulai dengan proses pembebasan potensi diri kita sendiri. Caranya dengan mempertanyakan kembali keyakinan-keyakinan yang telah terbentuk dari sifatnya membatasi potensi tersebut.

Selanjutnya, bayangkan bahwa keyakinan negatif itu semuanya tidak benar atau belum tentu benar. Bayangkan bahwa kita dapat menjadi, melakukan atau memiliki apapun yang benar-benar diinginkan. Bayangkan kita berada di dalam kondisi yang tidak memiliki keterbatasan kemampuan sama sekali.

Dalam berkomunikasi, hal ini mampu menentukan percakapan yang efektif dari komunikasi.

Kita dapat mengubah gambaran diri menjadi orang yang berkuasa, berpengaruh, tenang, percaya diri, dan tidak pernah gentar terhadap apapun.

Dengan begitu, kita dapat menetapkan sesaran apapun dalam berinteraksi dengan orang lain, kemudian meraihnya.

Kualitas konsep kita tentang diri ini akan menentukan kualitas hubungan sosial dengan orang lain.

Semakin kita menyukai dan menghargai diri sendiri, maka kita akan cenderung menghargai dan menghormati orang lain, dengan begitu orang lain akan merasa nyaman bergaul dengan kita.

Kekuatan Berpikir Positif

Kesuksesan Konsep Diri Berpengaruh Pada Komunikasi
Berpikir positif adalah salah satu sikap positif yang selalu bisa ditanamkan diri sendiri, dibentuk dengan memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang membangun bagi perkembangan ideologi kita.

Namun positif thinking ini merupakan modal yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Tidak sedikit orang yang masih terjerat dalam rasa tidak percaya diri.

Seharusnya, kita harus bisa keluar dari jeratan pikiran negatif yang telah lama merajai diri kita, dengan begitu maka kita bisa leluasa mencari kesuksesan.

Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan. Apapun pikiran yang kita harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya.

Jadi, berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil dengan baik serta menguntungkan.

Ada peribahasa, "Mulutmu Harimaumu"

Dalam diri manusia ada dua ekor harimau, yaitu harimau jahat dan harimau baik hati. Setiap hari kedua ekor harimau tersebut selalu berkelahi.

Menurut kamu, kira-kira harimau manakah yang akan menjadi pemenangnya?

Tentu saja jawabannya adalah harimau yang paling sering kita beri makanan, karena makanan adalah sumber energi dari harimau tersebut.

Jika kita sering memberi makan harimau baik hati, maka dialah pemenangnya. Namun sebaliknya jika memberikan makanan pada harimau jahat, maka akan menjadi pemenangnya.

Seperti itulah kekuatan positif dalam diri kita. Semakin sering kita menanamkan pikiran postif, maka akan berkuasa dalam kehidupan kita.

Secara perlahan, pikiran positif tersebut akan mengalahkan pikiran negatif yang ada dalam diri kita. Namun sebaliknya, bila kita terlalu sering berpikir negatif, maka kehidupan kita akan selalu dipenuhi dengan berbagai hal negatif.

Berpikir positif merupakan awal dari konsep diri positif dalam diri manusia. 

Konsep diri positif ini adalah ketika seseorang mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif serta dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.

Dasar dari konsep diri yang positif adalah adanya penerimaan diri. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki konsep diri yang positif mengenal dirinya sendiri dengan baik.

Penerimaan diri yang dimaksud seperti penerimaan diri atas informasi yang positif maupun negatif tentang dirinya. Artinya, orang yang memiliki konsep diri yang positif akan menerima dan memahami kenyataan yang bermacam-macam tetang dirinya sendiri.

Contohnya, Saya seorang yang pintar dalam matematika, tetapi saya lemah di pelajaran bahasa.

Konsep diri positif akan membuat seorang optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya.

Kegagalan baginya tidak dipandang sebagai akhir segalanya, namun malah dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman berharga demi kesuksesannya di masa depan.

Jika kita memiliki konsep diri positif maka hal tersebut memunculkan harga diri yang positif, sehingga seseorang memiliki motivasi kuat untuk mengembangkan potensinya dalam meraih keinginan-keinginannya dan menjadi sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita.

Penutup

Orang yang konsep dirinya jelek, kurang percaya diri akan cenderung menghindari situasi komunikasi.

Takut dengan orang lain, mengejek atau menyalahkannya, tidak berani mencoba ha-hal baru, yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa dirinya bodoh, rendah diri, merasa dirinya tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak lagi perilaku rendah lainnya.

Apa yang kita pikirkan itulah kita. Hati-hati dengan hari ini.

Bila diri kita berpikir bahwa kita bodoh, maka kita akan menjadi benar-benar bodoh. Bila kita memiliki keyakinan untuk mampu mengatasi persoalan, maka apapun yang kita hadapi pada akhirnya dapat kita atasi.

Orang yang konsep dirinya baik dalam berkomunikasi akan mampu mempengaruhi orang lain, akan selalu optimis, berani mencoba ha-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal.

Jangan lupa baca artikel sebelumnya mengenai cara untuk mengembangkan percakapan.

Faktor yang sangat penting dan menentukan dalam keberhasilan komunikasi, baik intrapersonal maupun antarpersonal, adalah konsep diri positif.

Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih.

Posting Komentar untuk "Kesuksesan Konsep Diri Berpengaruh Pada Komunikasi"

Berlangganan via Email