Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menciptakan Komunikasi Efektif Dengan Teman Bicara

Menciptakan Komunikasi Efektif Dengan Teman Bicara


Catatansibray.com - Kemampuan berkomunikasi setiap orang memang berbeda-beda, namun seni komunikasi yang efektif lalu berhasil dapat dipelajari dan dilatih oleh semua orang.

Modal yang diperlukan adalah kerja keras serta teknik yang tepat.

Manusia sudah memahami komunikasi itu sejak lama sekali.

Dari waktu ke waktu, teknik yang ditemukan manusia semakin berkembang untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif. Sehingga komunikasi itu berhasil apabila saling pengertian.

Indikator Komunikasi

Untuk mengetahui apakah komunikasi yang kita bangun sudah efektif atau belum, setidaknya memiliki 4 indikator yang sesuai dengan tujuan komunikasi itu sendiri.

Menghasilkan Pemahaman Diri Sendiri Dan Memahami Orang Lain

Bila kita berkomunikasi dengan orang lain, kita belajar mengenai diri sendiri selain itu juga tentang orang lain.

Kenyataannya, persepsi diri kita sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah kita pelajari tentang diri sendiri atau dari orang lain selama komunikasi, khususnya dalam perjumpaan antar pribadi.

Dengan berbicara dengan orang lain, kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran, dan perilaku kita.

Dari perjumpaan seperti ini kita menyadari, misalnya perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan perasaan orang lain.

Cara lain dimana kita melakukan penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, seperti kemampuan, prestasi, sikap, nilai, dan kegagalan kita dengan orang lain.

Artinya kita mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara membandingkan diri kita dengan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang mendapati kesalahpahaman dalam berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita, orang tua, kerabat, tetangga, dan teman.

Sering ditemukan dari pertengkaran dan kesalahpahaman itu disebabkan oleh pesan yang kita sampaikan atau sebaliknya orang lain ingin sampaikan kepada kita ditangkap dan diucapkan, salah.

Melalui komunikasi yang efektif akan bisa mengurangi perselisihan ini karena kita telah mampu memahami diri sendiri dan orang lain.

Oleh sebab itu dalam menyampaikan informasi atau pesan, maka seseorang perlu mengaturnya dengan baik dan tepat sesuai keadaan orang yang ingin diberi informasi.

Menghasilkan Kepuasan Atau Hiburan

Selain sebagai proses penyampaian pesan, komunikasi juga memberikan warna dalam kehidupan, yaitu berupa hiburan.

Misalnya, berupa lagu, lirik dan bunyi, atau seperti gambar dan bahasa.

Komunikasi tersebut dilakukan untuk memberi susana lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dan sebagainya.

Terkadang kita memang perlu melepaskan rutinitas yang selalu dihadapi dengan hanya sekedar ngobrol ringan dengan teman, bergurau, kata sapa sederhana, dan hal-hal lain yang menyenangkan.

Jika kita merasa bahwa komunikasi yang dilakukan itu mampu menghasilkan kepuasan hati sekaligus terhibur, hangat, akrab, maka menandakan komunikasi tersebut telah berhasil.

Menghasilkan Pengaruh Pada Sikap

Komunikasi yang efektif terlihat jika ia mampu memberi pengaruh kepada orang lain, baik individu maupun kelompok dengan memberi motivasi melalui apa yang dilihat, dibaca, dan didengar.

Dalam perjumpaan antar pribadi sehari-hari, kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain.

Kita berusaha mengajak mereka melakukan sesuatu, orang tua dalam mendidik anaknya, guru mengajak muridnya agar rajin belajar, pemimpin yang memberi semangat bawahannya, produsen yang membujuk konsumen membeli produknya, dan sebagainya.

Membuat Sebuah Hubungan Menjadi Lebih Baik

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, hingga dalam kehidupan sehari-hari orang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain.

Kita ingin merasa dicintai dan disukai, dan kemudian kita juga ingin mencintai dan menyukai orang lain.

Banyak waktu yang digunakan dalam komunikasi antar personal bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.

Hubungan tersebut membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita merasa lebih positif tentang diri kita sendiri.

Ciptakan Komunikasi Efektif

Bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif? ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan suatu komunikasi efektif.

Ketahui Dengan Siapa Berbicara

Kita harus tahu dan sadar dengan siapa kita berbicara, apakah dengan orang tua, anak-anak, laki-laki atau perempuan, status sosialnya seperti jabatan, pangkat, dan semacamnya seperti pengusaha atau guru dan lain-lain.

Dengan mengetahui teman bicara kita, haruslah cerdik untuk memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan informasi atau akal pikiran kita.

Artinya bahasa yang dipakai harus sesuai dengan bahasa yang mudah dipahami. Berbicara kepada orang dewasa tentu akan sangat berbeda dengan bicara kepada anak-anak.

Ketahui Tujuan

Tujuan kita berkomunikasi akan sangat menentukan cara penyampaiannya, tentu komunikasi kita bersifat informasi. Tetapi bila kita bermaksud membeli atau menjual produk/jasa, komunikasi kita akan bersifat negosiasi.

Berbeda lagi jika tujuan komunikasi kita untuk menghibur, membujuk, atau sekedar basa-basi. Misalnya dengan cara bertanya, "Kamu mau pergi kemana?"

Apakah pertanyaan tersebut benar-benar ingin mengetahui agenda orang yang ditanya ataukah kita bertanya hanya sekesar basa-basi saja.

Jadi kejelasan tujuan dalam berkomunikasi harus diketahui sebelum kita berbicara.

Perhatikan Konteks

Maksud dari konteks bisa saja berarti keadaan atau lingkungan pada saat berkomunikasi. Pada saat berkomunikasi konteks sangat berperan dalam memperjelas informasi yang disampaikan.

Misalnya dalam pemakaian kata "hemat".
"Kita harus menghemat uang, waktu dan tenaga kita"
Berbeda dengan konteks kalimat berikut,
"Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai"

Tidak hanya pada konteks kalimat, tetapi juga dengan cara mengucapkannya dan kepada siapa kita bicara. Makna yang dibuat akan berbeda penyampaiannya.

Contohnya, "Ah... dasar gila"

Kalimat tersebut bisa bermakna cacian, bisa juga bermakna kekaguman, tergantung bagaimana kita mengucapkannya.

Bila diucapkan dengan nada tinggi berarti cacian, tetapi bila diucapkan dengan nada datar apalagi dengan menggelengkan kepala, kalimatnya ini bisa berarti kekaguman.

Formalitas dalam konteks tertentu juga dapat mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang.

Coba perhatikan gaya komunikasi atasan dan bawahan di lingkungan kerja, bahkan komunikasi antar sesama atasan maupun sesama bawahan pasti berbeda.

Apabila orang-orang ini bertemu di mall atau di acara tempat resepsi, gaya komunikasi di antara mereka akan sangat lain pada saat mereka berada di kantor.

Pelajari Kultur

Kultur atau budaya, kebiasaan orang atau masyarakatnya juga perlu diperhatikan dalam berkomunikasi. Orang Jawa atau Sunda pada umumnya dikenal dengan kelembutannya dalam bertutur kata.

Atau orang Batak yang dikenal bernada tinggi dalam bertutur kata, perlukah diimbangi dengan nada tinggi juga oleh orang yang non Batak?

"(Padahal penulisnya ini orang Batak)"

Pertimbangan disini tidak berarti harus disesuaikan pada saat kita berkomunikasi.

Yang penting adalah pelaku komunikasi harus memahami kultur teman bicaranya, sehingga timbul saling pengertian dan penyesuaian gaya komunikasi.

Ingat peribahasa,
"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."

Pahami Bahasa

Bahasa menunjukkan bangsa. Artinya bahasa dapat menjadi ciri atau identitas suatu bangsa. Berbicara identitas berarti bicara harga diri atau kebanggaan.

Dengan memahami bahasa orang lain, berarti berusaha menghargai orang lain. Tetapi disini tidak berarti harus paham semua bahasa yang dipakai teman bicara.

Yang lebih penting adalah memahami gaya orang lain berbahasa (bukan gaya bahasa).

Coba perhatikan bagaimana anak muda berbahasa dengan sesamanya, atau bagaimana cara bahasa orang kantoran, bahasa pedagang, bahasa petani, bahasa politisi, tentu semuanya ada perbedaan.

Orang kebanyakan lebih suka memakai kalimat-kalimat yang sederhana karena mudah dipahami, sedangkan jika menggunakan kalimat yang panjang seringkali kompleksnya ini mengaburkan makna.

Kecakapan dalam menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana dan tepat dalam berbahasa akan sangat memengaruhi efektivitas komunikasi kita.

Bagaimana bila kita berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing?

Ya sama saja. memahami bahasa asing memang prasyarat mutlak untuk dapat berkomunikasi secara global.

Tips Komunikasi Efektif

Menciptakan Komunikasi Efektif Dengan Teman Bicara

Meskipun kita bukanlah orang yang pandai berbicara atau mahir ceramah di depan umum, namun tidak ada salahnya bila kita menunjukkan kesan bahwa kita benar-benar serius dan sangat antusias berbicara dengan mereka.

Apabila kita mampu memberi kesan tersebut, maka mereka akan berpikir bahwa kita sangat peduli dengan mereka.

Seorang pembicara yang baik tidak hanya ingin didengar saja, tapi juga harus belajar memahami para pendengarnya.

Waktunya Bertanya

Luangkan waktu untuk bertanya kepada para pendengar kita. Ajaklah untuk berbicara mengenai kehidupan atau minat mereka.

Manfaatkan waktu kita dengan baik untuk menggali sedalam mungkin, sehingga hal tersebut bisa membantu mereka memperoleh gambaran baru tentang diri dan tujuan mereka.

Ada beberapa orang yang kesulitan mencoba menggali perasaan dalam diri mereka sendiri. Terkadang mereka juga membutuhkan peran serta orang lain.

Pandai Menyesuaikan Diri

Sebagai seorang pembicara, kita juga harus bisa ikut merasakan bagaimana perasaan mereka. Perhatikan bahasa tubuh dan nada suara mereka.

Setelah itu, kita bisa menyesuaikan dengan suasana hati mereka.

Jangan salah beradaptasi karena hal tersebut bisa membuat kesalahpahaman antara kita dan teman bicara kita.

Janganlah berbicara terlalu bersemangat dengan orang yang sedang kehilangan sesuatu, dan sebaliknya jangan bicara terlalu lemas kepada orang-orang agresif yang membutuhkan semangat hidup.

Dengan demikian, kita akan mengalirkan energi positif kepada teman bicara.

Energi positif tersebut yang akan membuat teman bicara bisa dengan mudah memahami pesan yang kita sampaikan.

Mengagumi

Kelemahan beberapa pembicara adalah ketika mereka terlalu banyak menceritakan kelebihan dari dirinya sendiri atau menyombongkan diri dan tidak ada waktu untuk memuji pendengarnya.

Sesekali waktu, diamlah lima menit untuk memberi jeda, lalu pujilah dan kagumilah orang yang sedang kita ajak bicara.

Pendekatan seperti itu sangat baik untuk menciptakan sebuah komunikasi yang efektif.

Timbal Balik

Buatlah sebuah komunikasi timbal balik, artinya jangan biarkan kita menguasai pembicaraan.

Apabila pembicaraan tersebut berbentuk diskusi, bisa dibagi menjadi 30 menit untuk berbicara dan 30 menitnya lagi waktunya mereka yang berbicara.

Kita juga bisa menanyakan kembali dengan beberapa hal yang belum kita mengerti atas apa yang disampaikan oleh teman bicara kita.

Kontak Mata

Salah satu metode yang kita gunakan ini dengan melakukan kontak mata dalam waktu yang lama. Kepercayaan diri bisa dilihat dari gerak-gerik mata ketika kita sedang berbicara.

Tunjukkanlah sorot mata yang tegas dan tidak berlebihan, sehingga kita terlihat lebih percaya diri saat berbicara dengan teman bicara kita.

Berbagi Cerita

Terbukalah dalam bercerita dalam memperkenalkan diri kita, sehingga mereka akan menceritakan tentang diri mereka juga dengan terbuka.

Jangan ada yang ditutupi, karena hal semacam itu dapat mengundang kesalahpahaman, terlebih lagi bila teman bicara kita adalah orang yang sangat kritis dan selalu ingin memperjelas sesuatu.

Ceritakan tentang berbagai hal seperti pengalaman lucu ataupun mengesankan dalam hidup kita.

Selain itu kita perlu perhatikan ketika sedang menceritakan tentang diri kita, harus hindari hal-hal yang terlalu jauh dari minat mereka.

Misalkan mereka takut dengan hal-hal yang menyerupai hantu, maka hindari bercerita tentang hal-hal yang berbau misteri.

Ikatan Yang Kuat

Untuk menambah ikatan dengan teman bicara kita, pilihlah dengan menggunakan kata "kami" atau "kita".

Buatlah sebuah suasana nyaman antara kita dan teman bicara.

Penggunaan kata-kata semacam itu, akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan dihormati. Selain itu, hal tersebut juga dapat memberikan kesan seolah-olah kita berada di dalam satu tim yang sama.

Berikan Senyum Terbaik

Orang yang banyak senyum adalah orang yang paling beruntung. Namun untuk memperkuat keberuntungan kita, ada baiknya bila kita tidak asal-asalan dalam memberikan senyuman.

Berikan senyuman terbaik kita dengan tulus dan ikhlas.

Ingat tipe 227. Menarik mulut kanan ke samping 2cm ke atas, mulut kiri 2cm ke atas, dan melakukan selama 7 detik.

Ketika kita tersenyum maka akan menyadarkan mereka untuk memberikan senyuman yang sama. 

Apabila hal tersebut dilakukan dengan beberapa kali, maka secara langsung akan membangun hubungan antara kita dan mereka.

Saran Dan Kritik Yang Membangun

Sesekali buatlah pembicaraan yang sedikit santai. Bawalah teman bicara kita ke tempat-tempat wisata yang pernah kita kunjungi, atau ajaklah mereka menonton film yang pernah kita tonton, dan masih banyak lagi.

Mulailah jujur untuk menilai kekurangan dari teman bicara kita dan memberi masukan atau motivasi yang bisa membuat teman bicara kita lebih baik lagi ke depannya.

Jadilah Orang Yang Bisa Menginspirasi

Kita juga bisa untuk menjadi inspirasi bagi teman bicara. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadikan diri kita sebagai tokoh inspirator, seperti:

1. Integritas Tinggi

Disini sangat berpesan aktif sebagai modal dasar untuk menjadi orang yang penuh inspirasi.

Perlu diketahui bahwa integritas yang tinggi akan memberikan kekuatan pada kata-kata dan tindakan kita.

Jadi ada baiknya bila kita mulai bertindak sesuai dengan apa yang kita katakan.

2. Belajar Mencintai

Kata "cinta" adalah makna yang bersifat universal. Belajarlah untuk mencintai suasana yang kita bangun dengan teman bicara kita.

Cinta semacam itu dijamin akan dapat mengangkat energi positif sehingga orang-orang di sekitar kita akan merasa nyaman dan tidak ingin jauh dari diri kita.

3. Berkualitas Dan Berkepribadian Baik

Menjadi tokoh inspiratif berarti kita harus mempunyai kualitas diri yang baik serta memberikan inspirasi kepada orang lain untuk bisa memiliki kualitas yang sama, atau bahkan bisa lebih baik dari kita.

Selain berkualitas, kita juga harus memiliki kepribadian yang baik.

Yakinkan kepada teman bicara kita, bahwa kita memiliki kepribadian yang baik sehingga mereka akan berusaha mencontoh kepribadian kita yang baik juga.

4. Ucapkan Terima Kasih

Salah satu contoh orang yang berkualitas adalah mereka yang bersedia memberikan reward atau hadiah atas keberhasilan seseorang.

Salah satu reward termudah yang bisa kita berikan adalah mengucapkan terima kasih.

Ucapan ini sebagai apresiasi atas apa yang dilakukan oleh teman bicara kita.

5. Skill Dan Prestasi

Untuk menjadi tokoh inspiratif adalah memiliki skill dan juga prestasi yang membanggakan.

Bukan dengan maksud membanggakan diri sendiri, ceritakan berbagai macam prestasi yang pernah kita raih.

Jika kita tidak ada niat untuk menyombongkan diri maka mereka akan mulai tertarik dengan kita.

Penutup

Biasanya para pendengar selalu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Untuk itu kita harus memiliki energi yang lebih tinggi daripada teman bicara kita agar membuat mereka jauh lebih baik dari sebelumnya.

Gunakan kekuatan kita dalam ukuran yang sedang, setidaknya hingga mereka antusias terhadap materi yang kita sampaikan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih.

Posting Komentar untuk "Menciptakan Komunikasi Efektif Dengan Teman Bicara"

Berlangganan via Email