Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percakapan Yang Efektif Dari Komunikasi

Percakapan Yang Efektif Dari Komunikasi


Apa itu Percakapan

Catatansibray.com - Percakapan adalah sarana tempat kita bertukar ide. Percakapan adalah hal terpenting dari komunikasi yang kita miliki. Percakapan itu bersifat fleksibel dan dinamis sehingga terjadilah jaringan percakapan.

Tanpa adanya percakapan yang efektif, tidak mungkin terjadi pertukaran karena cara percakapan kita adalah menciptakan arti berbagi.

Berbagi macam cara berkomunikasi dengan wawancara, persentasi, dokumen tertulis adalah variasi dari gaya komunikasi.

Jika kita ingin komunikasi itu berhasil, mulailah dengan mengembangkan percakapan.

Cara percakapan kita dapat mempengaruhi orang lain seperti halnya memecahkan masalah, bekerja sama dengan orang lain, dan menciptakan kesempatan yang baru.

Sebuah percakapan merupakan perpaduan antara pembicara dan pendengar yang bersifat dinamis.

Kita mungin berpikir bahwa percakapan bisa terjadi karena adanya orang berbicara satu sama lain.

Tidak hanya itu, percakapan juga terjadi karena mereka saling mendengarkan. Tanpa mendengarkan, tidak ada percakapan yang terjadi antara kedua aktivitas ini secara bersamaan.

Masing-masing peran adalah sebagai pembicara dan pendengar.

Kualitas percakapan lebih bergantung pada kualitas si pendengar daripada si pembicara. Mendengarkan adalah cara kita untuk mengetahui apa maksud orang lain dan bagaimana pola pikir mereka.

Jika ingin mengembangkan percakapan, kita dapat memulainya dari kemampuan mendengarkan atau menyimak.

Seorang pendengar dapat mengontrol sikap pembicara dengan caranya mendengarkan, menjaga kontak mata, dengan posisi tubuh atau gerak-geriknya dan sebagainya.

Percakapan Berjalan Tidak Semestinya

Setiap orang dapat berpikir bahwa percakapan yang terjadi selama ini berjalan tidak semestinya. Cara mengatasi hal tersebut memang sulit.

Percakapan berjalan dengan sendirinya dan terjadi begitu cepat. Tidak semua orang memahami bagaimana menggunakan seni percakapan yang efektif.

Alasan mengapa percakapan ini bisa gagal, dapat digolongkan ke dalam kategori berikut.
  1. Konteks
  2. Hubungan
  3. Struktur
  4. Sikap

Semuanya merupakan dimensi percakapan, kita dapat memahami lebih jelas bagaimana sesungguhnya kinerja percakapan, mengapa percakapan tidak berjalan semestinya, dan bagaimana cara mulai mengembangkan percakapan.

Percakapan Dalam Konteks

Semua percakapan yang terjadi mempunyai konteks dengan suatu alasan tertentu. Kebanyakan bentuk percakapannya adalah bagian dari proses untuk mengembangkan sebuah hubungan.

Tanpa ada hubungan, percakapan yang terjadi bisa saja karena kekosongan informasi.

Banyak percakapan yang gagal karena salah satu pembicara mengabaikan konteks. Jika kita tidak menyadari mengapa percakapan itu bisa terjadi, masing-masing dari kita akan mengalami salah pengertian.

Masalah lain yang merusak konteks percakapan adalah,
  1. Tidak adanya waktu yang cukup untuk berbicara.
  2. Percakapan terjadi tidak pada waktu yang tepat.
  3. Berbicara di tempat yang tidak nyaman, sibuk, atau bising.
  4. Kurangnya privasi.

Hal yang kurang tampak tapi penting adalah asumsi-asumsi yang kita masukkan ke dalam percakapan.

Jika kita harus membiarkan asumsi-asumsi ini mencampuri percakapan, kesalahpahaman dan konflik dapat timbul dengan cepat.

Contoh, kita mungkin saja berasumsi bahwa:
  • Kita mengetahui apa yang sedang dibicarakan.
  • Kita perlu untuk menyetujui.
  • Kita tahu bagaimana orang lain memandang situasi tersebut.
  • Kita seharusnya tidak membiarkan perasaan kita terlihat.
  • Menyalahkan orang lain karena masalah tersebut.
  • Kita dapat saja jujur tanpa menutupi sesuatu.
  • Kita perlu untuk memecahkan masalah orang lain.
  • Kita benar dan mereka salah.

Asumsi-asumsi ini berasal dari model mental kita, tentang apa yang benar, atau tentang apa yang kita dan orang lain lakukan seharusnya.

Sering kali terjadi bahwa percakapan menjadi konflik di antara model-model mental tersebut.

Untuk meraih hasil yang berguna dan produktif, kita gunakan model mental diri sendiri untuk mengalahkan orang lain.

Faktor-faktor kunci dalam konteks adalah sasaran, waktu, tempat, dan asumsi.

Membina Hubungan

Suatu hubungan menentukan batasan-batasan dan potensi percakapan kita. Tentu saja, cara kita berbincang-bincang dengan orang lain atau dengan teman sangatlah berbeda.

Bentuk hubungan yang sulit mengharuskan kita berbicara dengan menggunakan kode. Cara untuk membentuk, menetapkan, atau mengubah suatu hubungan.

Hubungan tidaklah pasti atau permanen, namun bersifat kompleks dan dinamis. Hubungan mengoperasikan beberapa dimensi yang meliputi,
  1. Status
  2. Kekuatan
  3. Peran
  4. Kegemaran

Faktor-faktor tersebut membantu untuk menentukan batas pembicaraan dalam percakapan. Kita memasuki percakapan dalam teori teritori (zona informasi) kita sendiri.

Bagian dari percakapan adalah definisi dari teori teritori dan negosiasi tentang apakah orang lain dapat memasuki maksud percakapan tersebut.

Kita harus meminta izin terlebih dahulu untuk memasuki teritori orang lain, begitupun sebaliknya kita melakukan hal yang sama ketika mengajak atau menolak mereka untuk memasuki teritori kita.

Percakapan yang sukses mencari teritori berbagai dasar langkah di antara orang-orang.

Akan tetapi, orang melindungi teritori mereka sendiri dengan cermat, dan ini mengakibatkan munculnya banyak aturan percakapan.

Kesuksesan percakapan juga bergantung pada cara kita memberi atau meminta izin dengan baik.

Orang sering kali meminta atau memberi izin dengan menggunakan kode. Begitu pula dengan bertindak reaktif terhadap gangguan yang kita buat karena memasuki teritori pribadi mereka.

Mengatur Struktur

Banyak percakapan yang sebenarnya sia-sia, lebih sering terburu-buru. Mereka menyimpang dari poin ke poin, mengulang perkataan, dan terbelenggu pada sebuah alur.

Beberapa percakapan terjadi secara paralel, di mana masing-masing orang bercerita tentang diri mereka sendiri atau membuat poin untuk mereka sendiri tanpa masukan dari percakapan orang lain.

Jika percakapan adalah sebuah tarian verbal, orang sering kali menemukan diri mereka sendiri mencoba untuk menarikan dua tarian yang berbeda pada saat yang bersamaan, atau saling bertukar pijakan.

Mengapa kita harus khawatir terhadap struktur dalan percakapan kita? karena percakapan seharusnya bersifat hidup dan fleksibel.

Bukankah dengan terpaku pada struktur membuat percakapan kita terasa kaku dan tidak nyaman?

Mungkin benar. Akan tetapi semua makhluk hidup mampunyai struktur.

Mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat kecuali mereka menyesuaikan diri dengan prinsip struktur fundamental.

Kita dapat mengembangkan kualitas percakapan dengan mengenali struktur tersebut dan menggunakannya walaupun terasa sulit. Struktur percakapan berasal dari cara orang berpikir.

1. Cara berpikir tingkat pertama adalah pemikiran yang kita lakukan ketika kita melihat sebuah realitas. Hal ini memungkinkan kita untuk mengenali sesuatu karena sesuai dengan model mental atau ide. Ide membuat pengertian tentang realitas, dan hal ini merupakan proses bagaimana cara berpikir tingkat pertama bekerja.

2. Cara berpikir tingkat kedua memanipulasi bahasa yang kita ciptakan untuk meraih hasil. Dengan memberi nama sesuatu, penyebutannya, dan kita dapat membicarakannya secara logis. Kualitas cara berpikir tingkat kedua kita bergantung langsung pada kualitas cara berpikir tingkat pertama.

Percakapan yang efektif mempunyai cara berpikir tingkat pertama dan kedua. Orang lebih menyukai persepsi mereka sebagai jaminan.

Akan tetapi, tidak ada jumlah tertentu dari cara berpikir tingkat kedua yang akan mengompensasikan kesalahan atau membatasi cara berpikir tingkat pertama.

Pemikiran yang bagus memberi perhatian pada kedua tingkat cara berpikir tersebut. Percakapan yang efektif mengatur struktur dengan cara:
  1. Memisahkan kedua tingkat cara berpikir tersebut.
  2. Mengetahui di tingkat mana kita dan mereka berada.
  3. Melontarkan pertanyaan yang sesuai dengan masing-masing tingkat tersebut.

Mengatur Perilaku

Percakapan tidaklah semudah mengubah kata-kata. Ada hal-hal lain yang mendukung bahasa yang kita gunakan dalam keseluruhan rangkaian komunikasi verbal, nada bicara, isyarat yang digunakan, menggerakkan mata dan memegang badan kita, dan posisi fisik yang kita gunakan dalam berhubungan dengan orang lain.

Kebanyakan perilaku tersebut dilakukan tanpa sadar.

Informasi yang kita peroleh dari bahasa non verbal, orang lain lebih mempengaruhi respon kita daripada kata-kata.

Bahasa tubuh memberikan informasi, namun kita kurang dapat mengontrol perilaku non verbal kita sendiri daripada cara berbicara.

Bahasa tubuh kita kadang-kadang mengindikasikan bahwa kita tidak ingin orang lain mengetahui sesuatu tentang diri kita.

Komunikasi non verbal penting untuk beberapa alasan berikut ini.
  • Pesan komunikasi non verbal adalah cara yang paling utama dalam mengekspresikan emosi dan tindakan yang naluriah.
  • Terlihat lebih dapat diandalkan daripada pesan verbal.
  • Komunikasi non verbal berarti sangatlah tidak mungkin untuk tidak berkomunikasi. Setiap perilaku yang dihasilkan seseorang dalam hubungan dengan orang lain pasti mengomunikasikan sesuatu.
  • Pesan non verbal berhubungan erat dengan pesan verbal, ini mungkin menguatkan, mengatur, menggaris bawahi, menyangkal, atau mengganti kata-kata yang digunakan orang.

Percakapan sering kali berjalan tidak semestinya karena orang salah dalam menginterpretasikan pesan non verbal.

1. Pesan non verbal bersifat ambigu. Tidak ada kamus yang mengartikan secara akurat.

Arti pesan dapat berubah-ubah sesuai dengan konteks, sesuai dengan derajat intensitas yang mereka berikan, dan mungkin karena mereka tidak merefleksikan perasaan mereka secara konsisten.

2. Pesan non verbal bersifat terus-menerus. Kita dapat saja berhenti berbicara tetapi kita tidak dapat berhenti berperilaku.

Bahasa dibatasi oleh struktur sehingga kita dapat bercerita jika ide dalam kepala kita selesai dan saat itu ketika si pembicara mulai untuk menceritakan hal baru.

3. Pesan non verbal bersifat multi saluran. Semuanya terjadi bersama-sama, mata, tangan, kaki, dan posisi tubuh.

Pesan non verbal diinterpretasikan secara pola gaya pikirnya sebagai sebuah kesan.

Kesan ini membuat pesan non verbal menjadi kuat namun tidak spesifik, sehingga mungkin kita tidak dapat mengerti mengapa kita mendapat kesan seperti itu.

4. Pesan non verbal ditentukan oleh kultur. Sedikit saja pesan non verbal yang bersifat universal, misalnya setiap orang sepertinya tersenyum jika mereka bahagia.

Banyak hal yang membingungkan dapat muncul karena salah menginterpretasikan pesan non verbal yang disebabkan perbedaan kultur.

Peneliti komunikasi non verbal yang paling terkenal adalah Albert Mehrabian dalam bukunya, Silent Messages (1971), menyarankan agar orang lebih baik menggunakan nada bicara dan ekspresi wajah daripada menggunakan kata-kata.

Jika perilaku non verbal kita berlawanan dengan kata-kata yang kita gunakan, orang lain mungkin lebih percaya pada komunikasi non verbal.

Komunikasi yang efektif mengatur perilaku mereka.

Mereka bekerja keras untuk menyesuaikan pesan non verbal dengan sebuah kata-kata. Seperti perannya aktor, tentu saja perlu mengembangkan perilakunya ke dalam seni.

Hal yang paling penting dalam bekomunikasi adalah mengatur kontak mata dan gerakan tubuh.

Tindakan sederhana seperti tegak atau menatap langsung pada si pembicara selagi mereka bercakap, dapat membuat perubahan dan perbedaan besar dalam komunikasi.

Penutup

Percakapan dapat mengalami kegagalan karena si pembicara tidak menyukai satu sama lain. Akan tetapi, percakapan tersebut dapat juga berjalan tidak semestinya karena satu sama lain saling menyukai.

Orang belajar melihat dari sudut pandang yang berbeda dalam sebuah percakapan. Jangan lupa baca juga artikel menciptakan komunikasi efektif dengan teman bicara.

Jika mereka tahu bahwa kita itu seorang pengacara, atau mediator, ataupun pelawak, mereka akan menyesuaikan percakapan sesuai dengan peran masing-masing.

Percakapan terbaik adalah perpaduan yang dapat menyeimbangkan antara pembicara dan pendengar, menyatakan pendangan-pandangan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Posting Komentar untuk "Percakapan Yang Efektif Dari Komunikasi"

Berlangganan via Email