Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bentuk Penyajian Iklan Adlibs Saat Siaran Radio

Bentuk Penyajian Iklan Adlibs Saat Siaran Radio

Iklan adlibs itu di baca langsung oleh penyiar.
That's right...

Bentuk iklan jenis ini menyajikan siaran kata saja, maksudnya disampaikan secara langsung oleh penyiar radio di sela-sela ia melakukan siaran. Pada saat di sela program siaran, penyiar membacakan naskah (script) yang berisi materi promosi iklan. Bisa ditulis point-point saja lalu disampaikan dengan improvisasi penyiar, bisa pula berupa naskah lengkap.

Script yang berisi materi promosi iklan ini juga kadang sudah disiapkan oleh pihak klien, namun kadang juga di re-write untuk disesuaikan dengan gaya radio masing-masing. Sifatnya soft sell, lebih ke persuasif dan mengedukasi. Pastinya tetap berpatokan pada topik materi iklan yang diberikan.

Bentuk penyajian iklan adlibs dapat dibacakan 1 atau 2 penyiar, menyesuaikan pesan yang ingin disampaikan dalam dialog ataupun monolog dan bukan hasil rekaman. Live read, dibacakan pada waktu siaran radio secara langsung di dalam program tersebut. Biasanya dibacakan beberapa kali dalam satu hari selama periode waktu tertentu.

Kebanyakan iklan adlibs ini disampaikan secara naratif, materi iklan dalam bentuk cerita dengan pilihan kata dan kalimat semenarik mungkin. Memilih kata yang mengandung imajinasi dan mempengaruhi dengan argumentasi namun dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Jingle Station ID Juga Bagian Dari Radio Expose

Kekuatan iklan adlibs adalah pembawaan penyiar radio saat membacakan naskah. Membacakan naskah di awal lagu (intro), menggunakan backsound, atau pada akhir lagu (outro). Bisa juga disaat pertengahan obrolan penyiar, lalu endingnya membahas materi iklan. Sesuai kreasi masing-masing penyiar tersebut.

Penyiar juga pastinya memahami kecepatan atau tempo saat membacakan iklan adlibs. Apakah berbicara dengan cepat atau terlalu lambat, maupun dibuat variasi pola yang dapat dipastikan. Perhatikan waktunya kapan harus lambat, memperlihatkan kontras dalam ritme, dan bagaimana menggunakan jeda. Terkadang jika terlalu cepat, pesan penyiar tidak dapat mengkomunikasikan kepada pendengar.

Semakin jelas suara penyiar radio ditangkap oleh pendengar, maka semakin efektif pula dalam penyampaian pesan penjualan. Suara yang dibentuk dengan gaya dan tatanan vokal dari penyiar, bisa saja materi iklan produk atau jasa tersebut terdengar berbeda di khalayak pendengar.

Radio memiliki karakteristik yang khas di antaranya adalah memiliki daya tarik untuk imajinasi. Dengan pilihan kata atau kalimat yang bersifat provokatif, informatif, dan sugestif mampu ciptakan gambar di benak pendengar. Namun materi iklan adlibs mempunyai durasi tertentu untuk dibacakan oleh penyiar.

Baca juga : Beberapa Hal Yang Diucapkan Penyiar Saat Opening Siaran Radio

Iklan berupa kata-kata dari penyiar ini berdurasi 30-60 detik sesuai naskah yang tersedia. Karena radio merupakan media yang dapat didengarkan sambil mengerjakan aktivitas lain dan iklan ditayangkan hanya selintas kata-kata saja, maka baiknya iklan diulang-ulang untuk menegaskan informasi yang akan disampaikan pada pendengar.

Sebelum membawakan materi iklan adlibs ini, sebaiknya melakukan briefing dahulu agar saat siaran nanti dapat berlangsung efektif dan efisien. Membacakan iklan adlibs tidak sekedar membaca naskah (script) saja, sangat diperlukan untuk berimprovisasi supaya pesan ini dapat memberikan kesan yang istimewa bagi pendengarnya.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Referensi:
  1. DJ Arie - Tips Membaca Ad-Lib/ Iklan (How To Read Radio Ad-Lib). Kanal Youtube: DJ Arie. Di upload 12 April 2016.
  2. Morissan. 2015. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group.


Post a Comment for "Bentuk Penyajian Iklan Adlibs Saat Siaran Radio"